Rekan penggemar batumulia.
Saya pernah ketipu juga, merah siam ditawarkan ke saya bukan sebagai ruby
(mungkin gak brani karena dia tau bahwa saya cukup banyak tau mengenai ruby
dan safir) tetapi hebatnya dia menawarkan sebagai red spinel. Saya periksa
ada semacam inklusi di dalamnya, jadi saya percaya saja krn harganya gak
begitu mahal (waktu itu 500 rb). Setelah saya beli lalu saya periksa lebih
teliti saya agak curiga karena bentuk inklusinya kok mirip retakan. Saya
konsultasi dengan rekan pedagang senior (cina dari Semarang) ternyata memang
merah siam dan retakan di dalam itu adalah buatan!!!!!!! bisa membuat
retakan di dalam batu yang sangat keras ini hebat juga ilmu tipu menipu di
kalangan pedagang batumulia. Sampai sekarang batunya masih saya simpan.
Memang kalau diliat sepintas mirip red spinel!!!!! hebat....hebat......Pak
Doktor Petrologi yang hoby gemstone ketipu orang arab asal Madiun.
he....he.... Harap diingat kalau betul spinel harganya kira-kira 1,5-2
jutaan, sedangkan batu itu (merah siam) paling mahal juga 100 ribuan.
Salam tipu menipu
Yatno
----- Original Message -----
From: "miko" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, April 18, 2007 3:53 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] HATI-HATI SYNTHETIC RUBY = MIRAH SINTETIS
Pak Harry dan Gems-Lovers,
Terima kasih atas apresiasinya terhadap batumulia. Waktu kita di
Balikpapan, yang kita garap selain migas adalah lingkungan hidup
Balikpapan (bersama Pak Luki Samuel ). Paling sedikit sebulan sekali ,
Kom.IAGI Bppn turba ke kampung2 membawa slide projector dan layar,
menunjukkan ke masyarakat luas bagian2 kota yang seharusnyua tidak
dibangun . Puncaknya, IAGI Bppn diundang sbg nara sumber dalam pembahasan
Master Plan Bppn (bersama Bapenas dan Rektor UnMul). Kenangan manis ya.
Mang Okim cukup beruntung diberi kesempatan oleh Tuhan YMK mengenal dunia
batumulia. Seperti di Bppn, mang Okim sering ngasi ceramah tentang dunia
batumulia yang perlu diproteksi . Awalnya di Bungbulang, Garut Selatan,
kemudian merembet sampai ke Menperindag . Alhamdulilah, akhirnya keluarlah
Kepmen pelarangan ekspor bahan mentah batumulia ( Juni 2004 ).
Semoga dunia batumulia ini membawa kedamaian bagi mang Okim dan keluarga
khususnya dan Gems Lovers umumnya.
Salam batumulia, mang Okim
Sent from my BlackBerry® wireless device
-----Original Message-----
From: "Harry RW" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 18 Apr 2007 08:08:29
To:<[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] HATI-HATI SYNTHETIC RUBY = MIRAH SINTETIS
Sekedar komentar saja, saya sempat mengenal mang okim dan keluarga cukup
dekat sekian belas tahun yang lalu........... tapi bukan karena itu saya
selalu membaca tulisan2 mang Okim ttg batu2 mulia, bukannya juga karena
saya penggemar batu mulia, tapi saya merasakan hembusan segar dari sisi
lain geoscience, setelah kayaknya kita asyik berdiskusi ttg berbagai aspek
geoscience yang “umum” yang berhubungan dengan perminyakan dan
perlumpuran......................GEOCSIENCE punya banyak sisi, dan yang
paling mencuat (di milis ini paling tidak) kayaknya hanya satu atau dua
sisi saja......................salam hangat buat mang Okim.........
Harry RW
----------------
From: miko [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, April 17, 2007 7:19 PM
To: IAGI
Subject: [iagi-net-l] HATI-HATI SYNTHETIC RUBY = MIRAH SINTETIS
Rekan-rekan Gems-Lovers IAGI yang budiman,
Bulan Maret 2007 yang lalu , mang Okim kedatangan seorang tamu Jepang
berpostur pendek, kekar, dan berwibawa. Kata pengawalnya , dia adalah
seorang Profesor di bidang Karate yang diundang khusus oleh organisasi
karate nasional yang berkedudukan di Jakarta. Cukup fasih berbahasa
Indonesia, dia selalu datang dengan mobil baby-benz mewah berwarna hitam.
Pada kedatangannya yang pertama, Pak Profesor yang memakai cincin emas
berhiaskan batu merah dikelilingi "berlian" zircon, minta mang Okim untuk
memeriksa 2 batu merah lepasan yang beratnya masing-masing sekitar 20
karat ( 4 gram ). Pak Profesor yakin bahwa batu merah yang konon baru
dibelinya adalah pigeon blood ruby atau mirah delima berwarna darah
merpati ( sangat mahal !).
Kedua batu yang mang Okim periksa memiliki kekerasan sekitar 9 skala Mohs,
translusen mendekati transparan, berat jenisnya 3,4, dan memancarkan
cahaya merah menyala di bawah sinar ultra violet. Dengan pembesaran 40
kali, kabut putih seperti kapas yang tampak nyata dengan mata bugil
ternyata merupakan kumpulan gelembung udara berukuran mikron. Inklusi
mineral tidak ditemukan. Kesimpulannya adalah Mirah Siam Kapas atau Cotton
Siamese Ruby yang tak lain adalah synthetic ruby.
Mendapatkan kenyataan tersebut, Pak Profesor dan pengawalnya tampak sangat
kecewa . Hal ini bisa dimaklumi karena kedua batu merah tersebut pastilah
dibeli dengan harga mahal. Apakah Pak Profesor kapok ? Ternyata tidak !
Dua minggu kemudian , Pak Profesor dengan pengawal dan mobil yang sama
datang lagi membawa sebuah liontin dan sebuah cincin dengan batu merah
yang dikelilingi berlian kecil-kecil ( lihat foto di bawah ). Kata
pengawalnya, untuk mengikatnya saja Pak Profesor telah mengeluarkan ongkos
lebih dari 20 jutaan rupiah. Tanpa basa-basi, Pak Profesor langsung minta
mang Okim memeriksa batunya ( tanpa dilepas dari ikatannya ). Hasilnya
ternyata tidak berbeda dengan sebelumnya, keduanya adalah synthetic ruby.
Rekan-rekan bisa bayangkan betapa marahnya Pak Profesor dan pengawalnya.
Mang Okim sendiri siih hanya bisa menasehatinya untuk periksa sebelum
membeli.
Kasihan juga ya Pak Profesor kita. Keahliannya di bidang karate ternyata
tak mampu menolongnya dalam pembelian batu merah. Semoga rekan-rekan
Gems-Lovers IAGI bisa lebih berhati-hati kalau berhasrat membeli
batumulia. Bawalah loupe 10 X dan senter khusus untuk meriksa inklusi
dalam batu . Kalau tidak, maka jangan kecewa kalau batumulia yang dibeli
ternyata palsu ( mang Okim pernah ngalami lho, tanpa bawa perlengkapan ,
beli batu kecubung di Jl. ABC Bandung dan setelah diperiksa di rumah
ternyata palsu ).
Sekian dulu ya, semoga bermanfaat.
Salam batumulia, mang Okim.
FOTO : Cincin berhiaskan berlian dan synthetic ruby.
--------------------------------------------------------------------------------
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.441 / Virus Database: 268.17.25/669 - Release Date: 2/4/2007
9:58 PM
----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------