Nama Nuklir ini yang menjadikan pro kontra , sebagian Awam masih Trauma dg Bom
Nuklir, celakanya pro kontra ini ada yg dg alasan rasional tapi tdk sedikit
yang dg alasan waton suloyo. Jadi meskipun dipindahkan jg sami mawon.
sebetulnya Muria - jepara ini sdh yang "ideal' dari berbagai segi , baik
geologi maupun demandnya ( karena 75 % lebih kebutuhan listrik ada di jawa
serta Jaringan Jawa-Bali sudah terkoneksi). rasanya Nuklir ini akan terus
menerus ada kontroversi yg ujung ujungnya menghambat investasinya ( siapa yang
berani nanamkan modalnya dalam masalah yang selalu kontroversial ). Nah
daripada ramai terus , mendingan konsentarsi saja pada sumber energi lainnya
spt batubara , gas ,geothermal ,dll ( diluarr Minyak/BBM ) dg berbagai regulasi
yg memberikan kemudahan dalam investasinya.
ISM
Subject: Re: [iagi-net-l] kesiapan -> PLTN , Peringatan Dini dari Sesar Muria
Sedikit menyambung keterangan Pak Irwan,
Ada 55 PLTN yang tersebar di seluruh Jepang. Kebetulan saya baru saja melihat
bunker untuk pembuangan limbah nuklir di Utara Jepang (daerah Aomori), terletak
sekitar lebih dari 300 meter di bawah permukaan dan berada pada lapisan batuan
granit kwarter. Terjadi diskusi yang menarik mengenai permasalahan agar limbah
ini tidak sampai mencemari sistem airtanah di daerah tersebut.
Secara struktur fisik.. teknologi yang ada saat ini sudah bisa mengurangi
potensi bencana yang ada. Seperti kata pak Budi. kekhawatiran yang terbesar (di
Jepang) adalah apabila terjadi kebocoran akibat masalah peralatan atau
kelalaian manusia.
Kalau memang faktor hambatan yang terbesar di Gunung Muria adalah faktor
sosial seperti kekhawatiran masyarakat di sekitarnya, bagaimana jika lokasi
PLTN dipindahkan ke pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Jawa? Kepulauan Karimun
Jawa misalnya?
Salam akhir pekan,
Fajar (1141)
Irwan Meilano <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Rovicky dan rekan2 anggota milis,
Melanjutkan diskusi mengenai reaktor nuklir dan gempabumi.
Di Jepang keliatannya tidak ada lokasi yg tidak berpotensi
terkena dampak dari gempabumi :-) .
Seandainya kita perlu PLTN ..yah the shows must go on. Jangan
sampai terhambat karena kemungkinan gempa.
Seperti yg telah dibahas di milis ini kuncinya : kesiapan,
dan itu hanya akan terjadi apabila telah memiliki pemahaman yg
menyeluruh akan potensi bencana gempabumi.
Contoh reaktor nuklir yg dekat dengan tempat kami sekarang yaitu
di Hamanako, Shizuoka (dekat dengan gn. fuji).
Sejak awal 19-an telah diketahui kemungkinan akan terjadinya gempa
skala M8 di Tokai area (termasuk Hamanako) dan diperkirakan
intensitas pada reaktor nuklir tsb yaitu 7 dlm skala jepang
atau kira2 XIIMMI. Dan itu artinya ekivalen dengan akselerasi
tanah >450 gal. Tetapi reaktor nuklir di Hamanako (katanya..he.he.e)
dibangun, dengan kemampuan menahan akselerasi tanah >600 gal.
Kemudian reaktor nuklir di Hamanako pun di tameng-i dengan seismometer,
yang berfungsi sebagai early warning system. Thresholds-nya yaitu 40 gal.
Jadi kalo P wave diatas 40 gal, maka alarm akan berbunyi dan beberapa
aktifitas berbahaya akan dihentikan. Sebelum S wave dan surface wave-nya
yg lebih berbahaya datang kemudian.
Kisah sukses early warning sistem ini yaitu sewaktu gempa di Niigata
2004. Early warning sistem ini berhasil menghentikan shinkansen, kereta
cepat yg sedang melaju dgn kecepatan 200km/jam. Pada saat surface
wave dgn akselerasi katanya diatas 800 gal datang. Kereta tsb sudah
hampir berhenti, tanpa korban, walaupun sempat keluar dari rel.
Sehingga asal serius mempersiapkan diri, PLTN no problem lah..hehe..e
wassalam,
irwan meilano
------------------------------------------------------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check out new cars at Yahoo! Autos.