Bagaimana kalau Pertamina di jual saja ke Petronas?, ada beberapa
pertimbangan mendasar seperti di bawah ini.
1. Dengan di regulasikannya UU migas yang baru, migas bukan lah suatu SDA
yang memang harus dimiliki oleh negara seperti yg tercantum di UUD45.
2. Konsekwensinya status Pertamina adalah perusahaan publik yang tak
tertutup kemungkinan berpindah tangan ke perusahaan publik lain ataupun
perusahaan pemerintah negara lain.
3. Tak adanya niatan pemerintah untuk menjadikan Pertamina menjadi
perusahaan profesional, ini terlihat dengan begitu besarnya campur tangan
pemerintah dalam mengintervensi segala aspek manajemen, bisnis di pertamina.

4. Menghindari Pertamina sebagai perusahaan BUMN migas menjadi sapi perahan
pihak penguasa, pejabat yg bersynergy korup, dan kelompok afiliasi lainnya
yg bermain demi kepentingan sendiri.
5. Meningkatkan pelayanan ke masyarakat dalam kebutuhan BBM sehari-hari yang
kecenderungannya sekarang adalah semakin tidak baik dari masa sebelumnya,
baik dari sisi jaminan pengadaan, harga dan service bagi kepuasan konsumen.
6. Kemungkinan raihan keuntungan yg lebih significant akibat di ambil alih
oleh perusahaan yg lebih efesien, modern dan memiliki visi yg baik. walaupun
mungkin sisi pelayanan ke masyarakat kurang(?) (seperti kasus Telkomsel di
beli Pemerintah Singapore, hanya raihan keuntungan perusahaan saja yg
meningkat).
7. Tak ada batasan dan kaitan lagi di wacana pemerintah dan masyarakat bahwa
memiliki perusahaan negara sendiri adalah cerminan rasa nasionalis dan
kebangsaan, bercermin kasus penjualan Telkomsel, Indosat (beserta
satelitenya) ke Singapore.

Kenapa harus ke petronas? (memang tetap ada kemungkinan di beli olah pihak
lain, tergantung kepuasan politik kelompok pengusa).
1. Background Petronas yg mengadopsi Peraturan/Manajemen Pertamina
terdahulu, mungkin akan lebih memudahkan kelanjutan bisnis dan kultur
manajemen pertamina. Ini seperti mencerminkan bagaimana senjata yg sama di
pegang oleh manusia yg berbeda menghasilkan keuntungan yg sangat berbeda
jauh. Jadi mungkin bisa diharapkan gejolak PHK besar2an mungkin dapat
dihindari,  pengabdian masyarakat tetap berlangsung, memiliki visi go
Internasional dan manajemen yang bersih.
2. Begitu besarnya hasrat Petronas sebagai pemain dunia di sektor migas,
(hal yg sama dengan Pertamina tapi karena kendala kemampuan Negara, jadi tak
terwujud terus) mungkin menjadi tantangan dan kesempatan  buat SDM Pertamina
untuk menumpahkan kemampatan adrenalin berkaryanya di belahan dunia lain.
3. Keuntungan sampingan yg tercipta karena begitu banyak kesempatan lain yg
terlihat dan datang.

Kirim email ke