Ini wacana menarik ! sekaligus wacana miris... Pertamina sekarang adalah setara dengan KPS, sebuah perusahaan BUMN. Sangat memungkinkan untuk di privatisasi. Namun saya tidak setuju bila dijual ke asing ( negara lain ). Kalaupun harus privatisasi 99% prioritas ke swasta nasional atau perusahaan nasional yang terbuka yang mana rakyat Indonesia bisa memiliki sahamnya. Medco Group saya kira mampu untuk mengelolanya. Poin no 3 itu .juga ada benarnya, terbukti dari kasus ExxonMobil Cepu, Pertamina sengaja dikalahkan oleh pemiliknya sendiri. UU Migas memang masih menyisakan permasalahan besar, inilah yang disebut Kapiltalisme Liberalisme Ekonomi Global....sesuatu yang Panca"sialis" ...bukan Pancasilais lho !
Indosat sudah kebeli asing ( Singapura ), Telkomsel juga sudah, Telkom sebagian sudah,...Garuda juga sudah ancang-aancang di jual ke asing....Hutan2 di Sumatera dan Kalimantan juga sudah dikuasai Malaysia untuk Palm Oil,...Bahkan Singapore juga sudah "membeli" wilayah udara laut dan darat untuk perang-perangan !! OK , jual aja semua kekayaan bangsa dan negara ini, kita akan mbayar pajaknya juga nanti ke negara lain....atas nama Globalisasi "Penjajahan" Ekonomi Modern. Cuma hati nurani saya yang nggak akan saya jual...entah harga diri para pemimpin...mau dijual murah apa nggak ? Mengutip perkataan Buya Syafi'e Ma'arief di TV kemarin..."kita bangsa hidup di budaya kumuh !!". Astaghfirullah ----- Original Message ----- From: OK Taufik To: [email protected] Sent: Wednesday, May 30, 2007 12:00 PM Subject: [iagi-net-l] Bagaimana kalau Pertamina di jual ke petronas? Bagaimana kalau Pertamina di jual saja ke Petronas?, ada beberapa pertimbangan mendasar seperti di bawah ini. 1. Dengan di regulasikannya UU migas yang baru, migas bukan lah suatu SDA yang memang harus dimiliki oleh negara seperti yg tercantum di UUD45. 2. Konsekwensinya status Pertamina adalah perusahaan publik yang tak tertutup kemungkinan berpindah tangan ke perusahaan publik lain ataupun perusahaan pemerintah negara lain. 3. Tak adanya niatan pemerintah untuk menjadikan Pertamina menjadi perusahaan profesional, ini terlihat dengan begitu besarnya campur tangan pemerintah dalam mengintervensi segala aspek manajemen, bisnis di pertamina. 4. Menghindari Pertamina sebagai perusahaan BUMN migas menjadi sapi perahan pihak penguasa, pejabat yg bersynergy korup, dan kelompok afiliasi lainnya yg bermain demi kepentingan sendiri. 5. Meningkatkan pelayanan ke masyarakat dalam kebutuhan BBM sehari-hari yang kecenderungannya sekarang adalah semakin tidak baik dari masa sebelumnya, baik dari sisi jaminan pengadaan, harga dan service bagi kepuasan konsumen. 6. Kemungkinan raihan keuntungan yg lebih significant akibat di ambil alih oleh perusahaan yg lebih efesien, modern dan memiliki visi yg baik. walaupun mungkin sisi pelayanan ke masyarakat kurang(?) (seperti kasus Telkomsel di beli Pemerintah Singapore, hanya raihan keuntungan perusahaan saja yg meningkat). 7. Tak ada batasan dan kaitan lagi di wacana pemerintah dan masyarakat bahwa memiliki perusahaan negara sendiri adalah cerminan rasa nasionalis dan kebangsaan, bercermin kasus penjualan Telkomsel, Indosat (beserta satelitenya) ke Singapore. Kenapa harus ke petronas? (memang tetap ada kemungkinan di beli olah pihak lain, tergantung kepuasan politik kelompok pengusa). 1. Background Petronas yg mengadopsi Peraturan/Manajemen Pertamina terdahulu, mungkin akan lebih memudahkan kelanjutan bisnis dan kultur manajemen pertamina. Ini seperti mencerminkan bagaimana senjata yg sama di pegang oleh manusia yg berbeda menghasilkan keuntungan yg sangat berbeda jauh. Jadi mungkin bisa diharapkan gejolak PHK besar2an mungkin dapat dihindari, pengabdian masyarakat tetap berlangsung, memiliki visi go Internasional dan manajemen yang bersih. 2. Begitu besarnya hasrat Petronas sebagai pemain dunia di sektor migas, (hal yg sama dengan Pertamina tapi karena kendala kemampuan Negara, jadi tak terwujud terus) mungkin menjadi tantangan dan kesempatan buat SDM Pertamina untuk menumpahkan kemampatan adrenalin berkaryanya di belahan dunia lain. 3. Keuntungan sampingan yg tercipta karena begitu banyak kesempatan lain yg terlihat dan datang.

