________________________________

From: Kabul Ahmad [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wed 30-May-07 1:43 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Bagaimana kalau Pertamina di jual ke petronas?


Ini wacana menarik ! sekaligus wacana miris...
Pertamina sekarang adalah setara dengan KPS, sebuah perusahaan BUMN. Sangat 
memungkinkan untuk di privatisasi. Namun saya tidak setuju bila dijual ke asing 
( negara lain ). Kalaupun harus privatisasi 99% prioritas ke swasta nasional 
atau perusahaan nasional yang terbuka yang mana rakyat Indonesia bisa memiliki 
sahamnya. Medco Group saya kira mampu untuk mengelolanya. 
Poin no 3 itu .juga ada benarnya, terbukti dari kasus ExxonMobil Cepu, 
Pertamina sengaja dikalahkan oleh pemiliknya sendiri.
UU Migas memang masih menyisakan permasalahan besar, inilah yang disebut 
Kapiltalisme Liberalisme Ekonomi Global....sesuatu yang Panca"sialis" ...bukan 
Pancasilais  lho !
 
Indosat sudah kebeli asing ( Singapura ), Telkomsel juga sudah, Telkom sebagian 
sudah,...Garuda juga sudah ancang-aancang di jual ke asing....Hutan2 di 
Sumatera dan Kalimantan juga sudah dikuasai Malaysia untuk Palm Oil,...Bahkan 
Singapore juga sudah "membeli" wilayah udara laut dan darat untuk 
perang-perangan !!
OK , jual aja semua kekayaan bangsa dan negara ini, kita akan mbayar pajaknya 
juga nanti ke negara lain....atas nama Globalisasi "Penjajahan" Ekonomi  Modern.
 
Cuma hati nurani saya yang nggak akan saya jual...entah harga diri para 
pemimpin...mau dijual murah apa nggak ?
Mengutip perkataan Buya Syafi'e Ma'arief di TV kemarin..."kita bangsa hidup di 
budaya kumuh !!".  
Astaghfirullah

        ----- Original Message ----- 
        From: OK Taufik <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  
        To: [email protected] 
        Sent: Wednesday, May 30, 2007 12:00 PM
        Subject: [iagi-net-l] Bagaimana kalau Pertamina di jual ke petronas?

        Bagaimana kalau Pertamina di jual saja ke Petronas?, ada beberapa 
pertimbangan mendasar seperti di bawah ini.
        1. Dengan di regulasikannya UU migas yang baru, migas bukan lah suatu 
SDA yang memang harus dimiliki oleh negara seperti yg tercantum di UUD45. 
        2. Konsekwensinya status Pertamina adalah perusahaan publik yang tak 
tertutup kemungkinan berpindah tangan ke perusahaan publik lain ataupun 
perusahaan pemerintah negara lain.
        3. Tak adanya niatan pemerintah untuk menjadikan Pertamina menjadi 
perusahaan profesional, ini terlihat dengan begitu besarnya campur tangan 
pemerintah dalam mengintervensi segala aspek manajemen, bisnis di pertamina. 
        4. Menghindari Pertamina sebagai perusahaan BUMN migas menjadi sapi 
perahan pihak penguasa, pejabat yg bersynergy korup, dan kelompok afiliasi 
lainnya yg bermain demi kepentingan sendiri.
        5. Meningkatkan pelayanan ke masyarakat dalam kebutuhan BBM sehari-hari 
yang kecenderungannya sekarang adalah semakin tidak baik dari masa sebelumnya, 
baik dari sisi jaminan pengadaan, harga dan service bagi kepuasan konsumen. 
        6. Kemungkinan raihan keuntungan yg lebih significant akibat di ambil 
alih oleh perusahaan yg lebih efesien, modern dan memiliki visi yg baik. 
walaupun mungkin sisi pelayanan ke masyarakat kurang(?) (seperti kasus 
Telkomsel di beli Pemerintah Singapore, hanya raihan keuntungan perusahaan saja 
yg meningkat). 
        7. Tak ada batasan dan kaitan lagi di wacana pemerintah dan masyarakat 
bahwa memiliki perusahaan negara sendiri adalah cerminan rasa nasionalis dan 
kebangsaan, bercermin kasus penjualan Telkomsel, Indosat (beserta satelitenya) 
ke Singapore. 
        
        Kenapa harus ke petronas? (memang tetap ada kemungkinan di beli olah 
pihak lain, tergantung kepuasan politik kelompok pengusa).
        1. Background Petronas yg mengadopsi Peraturan/Manajemen Pertamina 
terdahulu, mungkin akan lebih memudahkan kelanjutan bisnis dan kultur manajemen 
pertamina. Ini seperti mencerminkan bagaimana senjata yg sama di pegang oleh 
manusia yg berbeda menghasilkan keuntungan yg sangat berbeda jauh. Jadi mungkin 
bisa diharapkan gejolak PHK besar2an mungkin dapat dihindari,  pengabdian 
masyarakat tetap berlangsung, memiliki visi go Internasional dan manajemen yang 
bersih. 
        2. Begitu besarnya hasrat Petronas sebagai pemain dunia di sektor 
migas, (hal yg sama dengan Pertamina tapi karena kendala kemampuan Negara, jadi 
tak terwujud terus) mungkin menjadi tantangan dan kesempatan  buat SDM 
Pertamina untuk menumpahkan kemampatan adrenalin berkaryanya di belahan dunia 
lain. 
        3. Keuntungan sampingan yg tercipta karena begitu banyak kesempatan 
lain yg terlihat dan datang.
        
        
        
        
        
        



DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is 
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain 
confidential information.  You are hereby notified that the taking of any 
action in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, 
distribution, printing or copying of this Message or any part thereof by anyone 
other than the intended recipient(s) is strictly prohibited.  If you have 
received this Message in error, you should delete this Message immediately and 
advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and other information 
in this Message that do not relate to the official business of PETRONAS or its 
Group of Companies shall be understood as neither given nor endorsed by 
PETRONAS or any of the companies within the Group.

Kirim email ke