Sebagai imbal balik pertanyaan saya cara membuat grafik excel berikut tulisan yang saya buat. Namun belum sempat mengaplikasikan teori excelnya.
Untuk menghindari berantakannya format Gambar lengkap ada disini : http://rovicky.wordpress.com/2007/06/20/raport-merah-migas/ RDP ==================================================== Raport merah lima tahunan migas di Indonesia Juni 20th, 2007 — Rovicky | Edit Exodus ahli-ahli perminyakan yang dikenal dengan GGRE (Geologist-Geophysicist-Reservoir-Engineer) dari Indonesia ke luar negeri terutama Malaysia pernah menjadi satu topik khusus di Majalah Petrominer Bulan Maret 2007 lalu. Dalam majalah itu tercatat paling tidak ada lebih dari 200 GGRE saat ini di Malaysia. Statistik keberadaan mereka yg hijrah ini perna ditulis juga disini sebelumnya. Selanjutnya dibawah sana secara grafis anda dapat melihat bahwa sangat mungkin ada hubungan antara penemuan-penemuan migas selama ini di Malaysia dan Indonesia memang berhubungan dengan adanya Brain-drain ini. - :( "Whallah, Pakdhe slalu crita braindrain padahal jadi bagian dari drain itu sendiri" + :D "Hust !, ini hanya pembelajaran bagaimana mengelola sumber daya manusia" Raport merah lima tahunan discoveries.jpgTanpa penjelasan detil tentunya grafik disebelah ini semestinya akan memberikan sedikit petunjuk mengapa terjadi penurunan penemuan migas di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini (klik gambar untuk memperbesar). Penemuan-penemuan migas di Indonesia mengalami fluktuasi sebelum tahun 2000 namun mulai tahun 2001 terjadi penurunan yang cukup tajam dari volume minyak dan gas yang diketemukan. Keterangan gambar MY = Malaysia, INA = Indonesia Harus diketahui juga bahwa pada tahun 2001 merupakan awal diundangkannya UUMIGAS (UU22/tahun2001). Sangat mungkin UUMigas ini menjadi pemicu awal menurunnya investasi di Indonesia. Tentusaja dengan menurunnya investasi akan diikuti dengan penurunan jumlah pekerjaan yang tersedia pada sektor ini di Indonesia. Dan sebagai domino efek barangkali yang mengakibatkan "harga beli" terhadap GGRE menjadi sangat rendah didalam negeri Indonesia, yang tentu saja akan memacu para GGRE ini untuk berkiprah mencari pengharagaan yang sepadan dengan rekan-rekan mereka secara global. Dan lagi-lagi Malaysia menjadi tujuan terdekat dan paling mudah karena hambatan kulturalnya paling kecil, dan secara geologipun banyak sekali kemiripannya. Artinya pengalamannya akan sangat bermakna ditempat baru. Dibawah ini komentar Pak Teguh yg saat ini menjadi ketua IATMI-KL yang kebetulan kolega saya di Murphy-Oil Sarawak sebelum saya bergabung dengan HESS. -- Quote -- Data yang dibuat pakdhe Vicky memang menarik, karena waktu tahun 2002-an memang adalah awal-awal orang perminyakan Indonesia membanjiri Malaysia dan tahun 2005 emang lagi banyak-banyaknya. Yang dari 2002 sekitar 20-an menjadi lebih dari 150-an di tahun 2005. Saya masih selalu terobsesi untuk mengetahui trend ini dari dulu, yaitu angka 'real contribution' dari orang perminyakan Indonesia di Malaysia. Seberapa besar sih kontribusi kita dalam sukses eksplorasi maupun kenaikan produksi di Malaysia ini? Yang jelas kalau di Murphy Sarawak Oil, saya berani bilang kalau kontribusi orang Indonesia dalam sukses eksplorasi dan kenaikan produksi di Sarawak Basin memang besar !! Yang saya sangat ingin tahu adalah apakah dengan kedatangan orang-orang perminyakan Indonesia ada korelasinya dengan kenaikan produksi dan kenaikan ekplorasi sukses ratio di Peninsular, Baram ataupun Sabah? Lha kalau yang seperti ini bisa divisualisasikan dalam bahasa gambar seperti pakdhe Vicky buat khan asyik juga… Terus dikasihkan ke boss Petronas atau mungkin sama Pak Lah…., sambil bilang ke Pak Lah, "Tolong lihat kontribusi kita ke bisnis perminyakan Malaysia, makanya Pak Lah, jangan panggil kita Indon lagi ya…, tapi INDONESIA !!!" ----- end quote Perforemance GGRE Indonesia atau akibat UUMigas Memang benar pada tahun 2001 saat diundangkannya UUMIGAS, namun pasa saat itu memang merupakan awal terjadinya penurunan volume penemuan migas yang sangat signifikan. Tapi sebelum mengkambingkan UU ini kita coba tengok dulu gambar yang dibuat oleh Cris Newton pada pertemuan IPA bulan May 2007 ini. Gambar disebelah ini menunjukkan bahwa jumlah sumur yang dibor pada tahun-tahun itu tidaklah berkurang secara signifikan. Memang awal 2004 menunjukkan peningkatan tetapi kalau anda bandingkan dengan grafik volume migas yang diketemukannya maka perforemance eksplorasinya jelas anjlok cukup tajam. Mengapa volumenya sedikit ? Kalau dilihat lebih dalam lagi jumlah sumur yang yang dibor kebanyakan dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang telah menguasai blok yang sudah berproduksi, yang artinya … biaya sumur eksplorasi ini masuk dalam cost recovery ! Sangat mungkin dapat memebrikan gambaran bagaimana cost recovery cukup besar. Namun konsekuensi logis melakukan pengeboran eksplorasi di daerah yang sudah berproduksi adalah volume prospek yang ada berukuran kecil-kecil. Dan ini tercermin dari jumlah sumur discovery nya. - :( "Pakdhe ki mung ngliatin jeleknya doank lah trus pripun dhe ?" + :D "Looh salah satu tugas sebagai rakyat kan ngasi komentar tole, lah skalian ngasi usulan yang semestinya bukan asal-asalan" Lantas ? Bulan lalu ketika di IPA Jakarta juga sempat bertemu teman-teman yang berkecimpung di HR (Human Resources) di perusahaan migas di Jakarta. Mereka mengeluhkan juga kepindahan para GGRE ini ke LN tetapi juga perpindahan lateral dari satu kumpeni ke kumpeni lain di dalam negeri. Hal ini tentusaja menjadikan "harga" GGRE meningkat mengikuti demand yang tinggi. Mereka (kawan-kawan yang bekerja di bid HR) ini merasa sudah mengkompensasi harga dengan harga di luar. Bahkan ada yg mengemukakan sudah memberikan harga setara dengan kawan-kawannya di LN. Ada yang menyatakan saat ini sudah 60-80% hampir sama dengan pekerja asing !! Pekerja asing mendapatkan lebih karena menghargai pengorbanannya" ke negeri yang jauuh. Perbedaan 30-40% menjadi wajar ketika ada fasilitas utk pekerja asing. oil-prod.jpgNamun sayangnya peningkatan "harga" GGRE ini tersebut belum tercermin dalam performance (discoveries). Kalau dilihat dari minyak tidak terlihat peningkatan produksi. Bahkan sangat mungkin pencapaian 1.3 juta barrel perday ditahun 2009 menjadi impian yang tak mungkin direalisasikan. Barangkali memang ada angka merah di raport lima tahunan industri (hulu) migas ini. Saatnya buat GGRE di Indonesia untuk menggeliat menunjukkan performancenya. Sehingga "harga beli" yang meningkat dari "pembelian" GGRE, yang dikatakan kawanku dari HR ini, memang benar-benar bermakna dalam industri migas kita. Stop complaining start performing ! Pakai Gas ? prod-gas-oil.jpgSalah satu yang dapat diharapkan untuk memperbaiki angka merah di raport ini adalah melihat potensi gas yang ada saat ini. Disebelah ini memperlihatkan bagaimana produksi migas selama ini. Gas yang sudah menjadi andalan sejak akhir 70-an ini meningkat tajam hingga menjelang abad 21 (awal dari era gas). Dilihat dari penemuan pada dekade 1990-2000 terlihat penemuan migas cukup signifikan, namun sepertinya belum terlihat dalam produksi minyak dan gas disebelah ini. Artinya potensi mengembangkan gas harus bisa dipakai sebagai sarana memperbaiki angka merah di raport GGRE yang bekerja di E&P (exploration and Production). Produksi minyak yang mungkin sulit dicapai pada angka 1.3 juta perbarel ini, mungkin dapat disubstitusi dengan peningkatan produksi gas dari lapangan-lapangan yang belum dikembangkan. Tentunya ini akan sejalan dengan energy-mix policy yang ada untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Dari sisi eksplorasi, semestinya promosi "daerah-daerah sulit" lebih diutamakan karena akan lebih memberikan dampak lebih berarti dari sisi potensi migas secara volumetrik. "Gajah akan lebih mudah dicari dihutan belantara. Di hutan yang sudah dibuka tentunya gajahnya sudah tertangkap, dan hanya tinggal kelinci-nya saja". - :( "Lah kok pakdhe trus menghindar lari ke LN. Supaya ga dapet raport merah ya dhe" + :D "Naah larinya GGRE ini merupakan raport merah utk HR-HR ini yang tidak mampu menahan aliran banjir, tole" - :( "Halllah Pakdhe juga crewet, smua trus dikomplen gituh !" Referensi: - Chris Newton (IPA Annual Convention May, 2007) - Probe - IHS Database (Q1 2007) Posted in RuPa-Rupi, Dongeng Geologi, Energi. -- http://rovicky.wordpress.com/ ---------------------------------------------------------------------------- Hot News!!! CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

