Tampaknya saya harus bermain dengan seismik, karena di daerah tersebut belum 
ada sumur (ada sumur Belande tapi gak ada lognya). Ada juga offset well  di 
onshore yang jaraknya sekitar 15 km, OP pada kedalaman sekitar 1000 m, dimana 
shale yang tersingkap di tempat  kami penetrated di sumur tersebut.
   
  Thanks.

Doddy Suryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        v\:* {behavior:url(#default#VML);}  o\:* {behavior:url(#default#VML);}  
w\:* {behavior:url(#default#VML);}  .shape {behavior:url(#default#VML);}        
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }                Sedikit urun rembug.
  Yang saya tahu setidaknya ada 3 penyebab OP, mungkin di beberapa kasus bisa 
lebih. Ketiganya adalah:
  1.    Disequilibrium compaction: banyak terjadi di daerah yg rapid 
sedimentation spt Pak Gde bilang dimana ada beberapa lapisan porous yang 
ter-trap oleh shale yang secara cepat tersedimentasikan. Salah satu contoh di 
Indonesia ya di deep waternya Unocal dulu di Selat Makassar. Secara umum, 
transition zone ini mengikuti perlapisan (stratigrafi) karena proses 
sedimentasi yang mengontrol adanya OP ini. Di kasus ini, prediksi pore pressure 
bisa dilakukan dengan bantuan interval velocity dari seismik.
  2.    Shale transformation from smectite to illite: banyak dipengaruhi oleh 
temperature dimana pada temperature tertentu (kalo ngga salah minimumnya 270oC) 
mineral smectite tertransformasikan menjadi illite. Perubahan ini menambah 
fluid dan pressure yang ada sehingga mampu menimbulkan overpressure. Karena 
perubahan mineral tersebut tergantung akan temperature maka kemungkinan besar 
keberadaan OP akibat mekanisme ini dikontrol oleh kedalaman dan juga dikontrol 
stratigrafi tentunya.
  3.    Hydrocarbon generation: berubahnya kerogen menjadi hydrocarbon juga 
menimbulkan tambahan pressure. Ini disebabkan karena adanya perubahan volume 
dari fluid dan matriks batuan. Kadang2 OP yang dihasilkan akibat mekanisme 
tersebut mampu mumbuat retakan2 kecil di lapisan batuan atasnya yang 
memungkinkan hydrocarbon bermigrasi secara vertikal. Karena pembentukan 
hydrocarbon yang salah satunya dikontrol oleh P dan T maka secara umum zona OP 
akibat hydrocarbon generation akan mengikuti kedalaman tergantung dari 
geothermal gradient yang ada disamping letak dari source di suatu basin. Karena 
mengikuti kedalaman maka terkadang zona OP ini memotong perlapisan batuan 
(tidak mengikuti stratigrafi). Salah satu contohnya ada di Washakie basin di 
Wyoming dimana OP yang ada memotong stratigrafi yang ada. Daerah ini sering 
disebut sebagai basin-centered gas. Adanya lapisan shale (Asquith marker) di 
atas Mesaverde Formation mampu berfungsi sebagai top seal. 
  Apakah OP yang ada tersingkap di permukaan menjadi Normal pressure? Kalo 
tidak ditemukan adanya seal yang menahan pressure dari lapisan yang porous ya 
tentu saja akan normal karena pressure sudah release. Tetapi distribusi OP 
sendiri akan menjadi tidak jelas karena tidak ada data penunjangnya seperti 
seismik misalnya. Dengan adanya seismik yang melewati kedua daerah tersebut 
(offshore dan onshore) akan membantu kemenerusan secara lateral dari OP itu 
sendiri. Malah mungkin bisa interpretasi adanya struktur lain (patahan 
misalnya) yang mampu menahan OP tersebut. Sehingga penyebaran OP sendiri akan 
lebih jelas.
  Bagaimana mengantisipasi OP? Selain adanya seismik yang membantu (interval 
velocity), data2 sumur sekitar juga sangat membantu misalnya mud weight yang 
dipake untuk menahan zona OP, sonic log yang disebut Pak Gde (berfungsi 
mendeteksi slowness pada zona transisi atau OP itu sendiri), resistivity di 
shale yang biasanya menunjukkan trend menurun terhadap kedalaman (biasa 
dilakukan wellsite geologist), syukur2 kalo punya PWD.
  Intinya: kalo ada shale yang cukup competent dan mampu menahan pressure di 
bawahnya, pressure di shale section tersebut akan cepat naik (build up 
pressure) tetapi kalo ada lapisan yang porous maka kenaikan pressure pada 
lapisan yang porous tersebut akan normal.
  Maaf kalo kepanjangan.
   
  cheers,
  -ds-
   
   
      
---------------------------------
  
  From: M Fakhrur Razi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 27, 2007 10:42 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Pore Pressure

   
    ada lho pak yang lebih dangkal dari itu, saya pernah ketemu well yang jika 
kita plot sonicnya kelihatan jelas bahwa zone overpressurenya dimulai dari 
kedalaman 400 m. MW sekitar 12 - 20 ppg. Yang saya tau daerah itu memang 
uplifted > 3000 m. ini karena faktor kompaksi saat sedimentasi. 

     

    untuk keperluan drilling, yang terpenting kan sebenarnya gimana kita 
mengidentifikasi caprock dari overpressure itu sendiri. kalo di deltaic, kalo 
sudah drilling di interval shale-rich yang tebal tentu kita sudah berhati-hati. 
Kalo di area yang kayak anhydrit malah gak perlu lapisan tebal sudah bisa 
menjadi cap rock buat overpressure. 

     

    salam, 

     

    Razi
 

    On 6/27/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
  Kalau pendapat saya:
1. Andaikata depth 1950m itu memang transisi zone, dan 2500m itu sudah
overpressure pada daerah rapid sedimentation maka ini overpressure zone 
ini saya anggap dangkal (??). Posisi HC dengan structure trap bagaimana,
Pak Bambang?

2. Formasi yg overpressure itu tersingkap dipermukaan. Overpressure ini
bisa terjadi karena factor meteoric gravity driven (topography) atau 
karena kompaksi karena rapid sedimentaion itu. Atau factor lain yg saya
belum ketahui. Ini perlu data2 yg lebih lengkap.

3. Kalau ada data sonic, bisa dibuat trend normal dan tidak normal untuk
memprediksi transisi-overpessure zone. 

4. Overpressure karena factor kedalaman tidak selalu. Kalau mengikuti
stratigraphy bisa saja terjadi seperti lateral discontinuity.

Pak Bambang, aku nggak mancing2 loh...?? sekian dulu nanti disambung lagi. 

Cheers,
gde

> Saya berharap ada yang mau share tentang pore pressure. Di sumur-sumur
> offshore yang jaraknya sekitar 25 kilometer didapatkan transition zone
> pada kedalaman sekitar 1950 meter (6000 ft). Drilling dihentikan pada 
> kedalaman 2500 m karena memerlukan lumpur 2.18 sg (18 ppg) untuk drilling
> zona overpressure tsb.  Formasi yang overpressure di offshore tersebut
> sebagian tersingkap ke permukaan di onshore. Bagaimana mengantisipasi 
> overpressure di onshore ini, pada kedalaman berapa diperkirakan
> overpressure, atau karena terekspose ke permukaan sehingga menjadi tidak
> overpressure? Sebenarnya zona transisi mengikuti stratigrafi atau 
> kedalaman?
>
>   Thanks
>   Pujas
>
>
> ---------------------------------
> You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
>  in the all-new Yahoo! Mail Beta. 



----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED] 
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
---------------------------------------------------------------------------- 
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
---------------------------------------------------------------------

   



 
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

Kirim email ke