Abah,
seperti yang Abah ketahui, banyak pekerjaan di geoscience yang memerlukan jam 
terbang yang tinggi supaya bisa bikin decision yang "bunyi". nah salah satu 
usulan yang saya pernah tulis dimajalah resonansi adalah mempersempit bidang 
keahlian/skill dari fresh graduate supaya bisa 
cepat menguasainya.  dan pekerjaannya dipakai sistim ban berjalan.
Ini bukan solusi yang terbaik, tetapi bisa men"jump start" lulusan baru supaya 
langsung bisa memberikan kontribusi yang berarti di industri.
Yang paling harus diperhatikan pada sistim ini adalah rotasi yang benar, 
sehingga pada waktu nya si lulusan baru tsb. tetap bisa mendapatkan "the big 
picture"

Sekarang  banyak perusahaan minyak yang bikin induction program selama enam 
bulan atau satu tahun untuk fresh graduate, ini juga mungkin bisa dicontoh.  
ARCO akhir 80 an juga bikin program induction enam bulan untuk fresh graduate 
(untuk engineers)

Menurut saya IWPL dulu itu bagus, karena pengajar yang didatangkan bagus2.  
Kalau sekarang pengajar dalam negeri juga bagus2, yah sebaiknya digalakkan 
lagi.  Di milis ini dulu banyak yang memuji2 kursus Pak Sigit Sukmono, katanya 
banyak yang bisa belajar dari kursus tsb.  tapi sekarang tidak terdengar lagi.

fbs

----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 2, 2007 7:59:42 PM
Subject: [iagi-net-l] kekurangan GGRE (was PENGHASILAN EKSPATRIAT TERLALU 
TINGGI, Pemerintah Atur Gaji Sektor ESDM

> Vick  dan rekan rekan 

Sebenarnya , tenaga GGRE  yang sangat diperukan itu spesifikasinya apa sich ?
And , kalau memang sudah jelas dan nyata spesifkasi yang dibutuhkan , apakah 
tidak ada cara untuk mempercepat peningkatan kemampuan GGRE kita  keaarah itu ?

Vicky mengatakan bahwa   kekurangan GGRE untuk  kemampuan tertentu tidak hanya 
dialami oleh Inonesia , tetapi juga terjadi diseluruh dunia, jadi Indonesia 
harus dapat menyelesaikan persoalan kekurangan ini secara mandiri.

Apakah sudah terpikirkan untuk melakukan suatu program cepat dengan membuat 
kursus /workshop dsb yang mungkin dapat dilakukan dengan inisiasi dari BP Migas 

Pertanyaan - nya :

1. Apakah BP Migas menyadari realita ini ? Ya mestinya ngerti ya .
2. Apakah  stake holder migas mau melakukan sesuatu untuk  menyelesaikan 
persoalan ini ? Bagaimana dengan IAGI , ATMI , ETTI (kan think thank bang ADB ?)

Saya fikir sich ini domain-nya para profesional , pemerintah hanyalah akan 
menjadi fasilitator.

Jadi menurut saya , tidak relevan kita membicarakan gaji expatriate  atau  bang 
Vicky yang lebih betah di KL  (karena US$ - nya lebih besar /fact of life, saya 
sih senang karena profesional Indonesia dihargai!!!).

Yang sekarang harus dilakukan adalah mengejar jumlah GGRE dengan tingkat 
kemampuan itu agar dapat mencapai jumlah yang dibutuhkan , bagaimana caranya ? .

si -Abah

__________________________________________________________________________



   Pak Yanto maksud saya "jumlah kebutuhannya" tidak memenuhi kebutuhan yang 
> ada saat ini. Kebutuhan GGRE untuk perminyakan itu sangat banyak. kalau 
> melihat grafik yang aku punya dulu kira-kira 2-4 G&G untuk memproduksi 
> 1000 
> BOPD (average 3). Nah kalau orangnya ga ada kan terpaksa cari yang lain. 
> Dan 
> parahnya banyak yang berpindah-pindah, tentunya ada masa paling tidak 6 
> bulan penyesuaian diri yang sangat mungkin mengurangi performance. 
> 
> Sakjane tidak hanya Jakarta yang kekurangan orang. Seluruh dunia juga 
> kekurangan orang. 
> AAPG (2005) mengisyaratkan kemungkinan saat ini kurang 20% (utk tahun 
> ini). 
> 
> Moga2 menjelaskan 
> 
> Salam 
> RDP 
> 
> On 7/2/07, yanto salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
>> 
>> Saya sedih membaca bahwa tidak ada orang Indonesia yang kompeten lagi di 
>> Jakarta. Semuanya sudah lari ke L.N. apa benar statement dari Sdr. 
>> Rovicky, bahwa *"Bukan brarti org Indonesia ga ada 
>> yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta"* Mohon pencerahan bagi 
>> yang tahu bahwa sudah tidak ada lagi professional Nasional yang mampu di 
>> Jakarta. 
>> 
>> Salam 
>> 
>> Yanto Salim. 
>> 
>> ----- Pesan Asli ---- 
>> Dari: oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> 
>> Kepada: [email protected] 
>> Terkirim: Senin, 2 Juli, 2007 7:37:53 
>> Topik: Re: [iagi-net-l] Re: PENGHASILAN EKSPATRIAT TERLALU TINGGI, 
>> Pemerintah Atur Gaji Sektor ESDM 
>> 
>> Hueran, 
>> Yang diurusin koq cara menurunkan gaji ekspat supaya mendekati gaji 
>> peg-nas, bukannya supaya gaji peg-nas dinaikkan biar setara 
>> expat.....Baik 
>> expat LN di Indonesia maupun expat Indonesia di LN. 
>> 
>> O' 
>> 
>> *Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: 
>> 
>> Kompetensi yang sulit dicari di indonesia saya ada beberapa. Tapi 
>> inget yang dimaksud disini bukan brarti ga ada org Indonesia yang 
>> kompeten mengerjakan. Tetapi hanya orangnya ga ada. 
>> Saat ini kebutuhan 3D modeller cukup banyak begitu juga 
>> petrophysicist, ini contoh dua saja. Bukan brarti org Indonesia ga ada 
>> yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta. Lah kalo malah mau 
>> nurunin gaji expat skalipun! ya itulah konsekuensinya ahli 
>> indonesiannya ya mending ke LN. 
>> 
>> Yg perlu disadari bahwa hampir semua perusahaan memperlakukan pegawe 
>> yg kerja di luar negaranya mendapat cost of living allowance, ini 
>> sudah wajar juga dan berlaku juga buat org indonesia yg kerja di ln. 
>> Bahkan pegawe pertaminapun juga begitu. Jadi wajar kalo org asing 
>> menjadi expat di indonesia juga sama. Sayangnya org indonesia yg ke 
>> LN dianggap bagian training yg akhirnya cost recovered. Ini yg harus 
>> diperhatikan dalam pengawasan cost di BPMigas. 
>> 
>> ------------------------------ 
>> Need a vacation? Get great deals to amazing places 
>> <http://us.rd.yahoo.com/evt=48256/*http://travel.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTFhN2hucjlpBF9TAzk3NDA3NTg5BHBvcwM1BHNlYwNncm91cHMEc2xrA2VtYWlsLW5jbQ-->on
>>  
>> Yahoo! Travel. 
>> 
>> 
>> 
>> ------------------------------ 
>> Kunjungi halaman depan Yahoo! 
>> Indonesia<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.yahoo.com/>yang
>>  
>> baru! 
>> 
> 
> 
> 
> -- 
> http://rovicky.wordpress.com/ 
>

Kirim email ke