Sebenarnya grafik tsb, sangat jelas menggambarkan supply dan demand
(technical, number of G&G)
yg tidak seimbang sehingga akan terjadi GAP yg lebar antara junior dan
senior.
Menurut saya, GAP tsb tidak akan besar, karena secara alamiah reserve Oil
and Gas akan
menurun sejalan dengan umur G&G.
Justru yg akan terjadi GAP yg tinggi dimasa datang adalah orang2 yg mengerti
ttg BIOFUEL
(Sarjana Teknik Pertanian, Hama tanaman, Teknik Kimia, dll...).
Sebentar lagi bagaimana orang akan membuat minyak tanah dari pohon jarak
hanya dari memetik
buah jarak dipekarangan rumah.

TJ
  -----Original Message-----
  From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
  Sent: Tuesday, July 03, 2007 12:08 PM
  To: [email protected]
  Subject: Re: [iagi-net-l] kekurangan GGRE (was PENGHASILAN EKSPATRIAT
TERLALU TINGGI, Pemerintah Atur Gaji Sektor ESDM


  Abah,

  seperti yang Abah ketahui, banyak pekerjaan di geoscience yang memerlukan
jam terbang yang tinggi supaya bisa bikin decision yang "bunyi". nah salah
satu usulan yang saya pernah tulis dimajalah resonansi adalah mempersempit
bidang keahlian/skill dari fresh graduate supaya bisa

  cepat menguasainya.  dan pekerjaannya dipakai sistim ban berjalan.
  Ini bukan solusi yang terbaik, tetapi bisa men"jump start" lulusan baru
supaya langsung bisa memberikan kontribusi yang berarti di industri.
  Yang paling harus diperhatikan pada sistim ini adalah rotasi yang benar,
sehingga pada waktu nya si lulusan baru tsb. tetap bisa mendapatkan "the big
picture"

  Sekarang  banyak perusahaan minyak yang bikin induction program selama
enam bulan atau satu tahun untuk fresh graduate, ini juga mungkin bisa
dicontoh.  ARCO akhir 80 an juga bikin program induction enam bulan untuk
fresh graduate (untuk engineers)

  Menurut saya IWPL dulu itu bagus, karena pengajar yang didatangkan bagus2.
Kalau sekarang pengajar dalam negeri juga bagus2, yah sebaiknya digalakkan
lagi.  Di milis ini dulu banyak yang memuji2 kursus Pak Sigit Sukmono,
katanya banyak yang bisa belajar dari kursus tsb.  tapi sekarang tidak
terdengar lagi.

  fbs

  ----- Original Message ----
  From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Monday, July 2, 2007 7:59:42 PM
  Subject: [iagi-net-l] kekurangan GGRE (was PENGHASILAN EKSPATRIAT TERLALU
TINGGI, Pemerintah Atur Gaji Sektor ESDM

  > Vick  dan rekan rekan

  Sebenarnya , tenaga GGRE  yang sangat diperukan itu spesifikasinya apa
sich ?
  And , kalau memang sudah jelas dan nyata spesifkasi yang dibutuhkan ,
apakah tidak ada cara untuk mempercepat peningkatan kemampuan GGRE kita
keaarah itu ?

  Vicky mengatakan bahwa   kekurangan GGRE untuk  kemampuan tertentu tidak
hanya dialami oleh Inonesia , tetapi juga terjadi diseluruh dunia, jadi
Indonesia harus dapat menyelesaikan persoalan kekurangan ini secara mandiri.

  Apakah sudah terpikirkan untuk melakukan suatu program cepat dengan
membuat kursus /workshop dsb yang mungkin dapat dilakukan dengan inisiasi
dari BP Migas

  Pertanyaan - nya :

  1. Apakah BP Migas menyadari realita ini ? Ya mestinya ngerti ya .
  2. Apakah  stake holder migas mau melakukan sesuatu untuk  menyelesaikan
persoalan ini ? Bagaimana dengan IAGI , ATMI , ETTI (kan think thank bang
ADB ?)

  Saya fikir sich ini domain-nya para profesional , pemerintah hanyalah akan
menjadi fasilitator.

  Jadi menurut saya , tidak relevan kita membicarakan gaji expatriate  atau
bang Vicky yang lebih betah di KL  (karena US$ - nya lebih besar /fact of
life, saya sih senang karena profesional Indonesia dihargai!!!).

  Yang sekarang harus dilakukan adalah mengejar jumlah GGRE dengan tingkat
kemampuan itu agar dapat mencapai jumlah yang dibutuhkan , bagaimana caranya
? .

  si -Abah

  __________________________________________________________________________



     Pak Yanto maksud saya "jumlah kebutuhannya" tidak memenuhi kebutuhan
yang
  > ada saat ini. Kebutuhan GGRE untuk perminyakan itu sangat banyak. kalau
  > melihat grafik yang aku punya dulu kira-kira 2-4 G&G untuk memproduksi
  > 1000
  > BOPD (average 3). Nah kalau orangnya ga ada kan terpaksa cari yang lain.
  > Dan
  > parahnya banyak yang berpindah-pindah, tentunya ada masa paling tidak 6
  > bulan penyesuaian diri yang sangat mungkin mengurangi performance.
  >
  > Sakjane tidak hanya Jakarta yang kekurangan orang. Seluruh dunia juga
  > kekurangan orang.
  > AAPG (2005) mengisyaratkan kemungkinan saat ini kurang 20% (utk tahun
  > ini).
  >
  > Moga2 menjelaskan
  >
  > Salam
  > RDP
  >
  > On 7/2/07, yanto salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >>
  >> Saya sedih membaca bahwa tidak ada orang Indonesia yang kompeten lagi
di
  >> Jakarta. Semuanya sudah lari ke L.N. apa benar statement dari Sdr.
  >> Rovicky, bahwa *"Bukan brarti org Indonesia ga ada
  >> yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta"* Mohon pencerahan bagi
  >> yang tahu bahwa sudah tidak ada lagi professional Nasional yang mampu
di
  >> Jakarta.
  >>
  >> Salam
  >>
  >> Yanto Salim.
  >>
  >> ----- Pesan Asli ----
  >> Dari: oki musakti <[EMAIL PROTECTED]>
  >> Kepada: [email protected]
  >> Terkirim: Senin, 2 Juli, 2007 7:37:53
  >> Topik: Re: [iagi-net-l] Re: PENGHASILAN EKSPATRIAT TERLALU TINGGI,
  >> Pemerintah Atur Gaji Sektor ESDM
  >>
  >> Hueran,
  >> Yang diurusin koq cara menurunkan gaji ekspat supaya mendekati gaji
  >> peg-nas, bukannya supaya gaji peg-nas dinaikkan biar setara
  >> expat.....Baik
  >> expat LN di Indonesia maupun expat Indonesia di LN.
  >>
  >> O'
  >>
  >> *Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
  >>
  >> Kompetensi yang sulit dicari di indonesia saya ada beberapa. Tapi
  >> inget yang dimaksud disini bukan brarti ga ada org Indonesia yang
  >> kompeten mengerjakan. Tetapi hanya orangnya ga ada.
  >> Saat ini kebutuhan 3D modeller cukup banyak begitu juga
  >> petrophysicist, ini contoh dua saja. Bukan brarti org Indonesia ga ada
  >> yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta. Lah kalo malah mau
  >> nurunin gaji expat skalipun! ya itulah konsekuensinya ahli
  >> indonesiannya ya mending ke LN.
  >>
  >> Yg perlu disadari bahwa hampir semua perusahaan memperlakukan pegawe
  >> yg kerja di luar negaranya mendapat cost of living allowance, ini
  >> sudah wajar juga dan berlaku juga buat org indonesia yg kerja di ln.
  >> Bahkan pegawe pertaminapun juga begitu. Jadi wajar kalo org asing
  >> menjadi expat di indonesia juga sama. Sayangnya org indonesia yg ke
  >> LN dianggap bagian training yg akhirnya cost recovered. Ini yg harus
  >> diperhatikan dalam pengawasan cost di BPMigas.
  >>
  >> ------------------------------
  >> Need a vacation? Get great deals to amazing places
  >>
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48256/*http://travel.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTFhN2h
ucjlpBF9TAzk3NDA3NTg5BHBvcwM1BHNlYwNncm91cHMEc2xrA2VtYWlsLW5jbQ-->on
  >> Yahoo! Travel.
  >>
  >>
  >>
  >> ------------------------------
  >> Kunjungi halaman depan Yahoo!
  >>
Indonesia<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.yahoo.com/>ya
ng
  >> baru!
  >>
  >
  >
  >
  > --
  > http://rovicky.wordpress.com/
  >


Kirim email ke