Hem...pengamatan yang tajam. Luar biasa tajam. 

Prof Benny,
(ya aku suka nyebut begitu ma dosenku ini. Sebutan yang aktor profesi,
ya tambah saja "or", jadi profesor. Yang berprofesi, ya profesor). 

Keluasan geologi, jadikan perlu pemisahan, menjadi: teknik bumi dan ilmu
bumi. Namun, orang yang tahu keduanya, ya malah bagus, teknik dan ilmu
bumi. Kedepan, tambang lebih laris, sehingga akan banyak perkembangan
teknik pertambangan, teknik bumi (teknik fisika bumi). Ini lebih kuat
atas relatif stagnat pada pertanian, atas kurang curah hujan, memanasnya
temperatur global. Dan paralelnya, ilmu bumi juga makin berkembang
karenanya. Geologi ITB kini tak mundur, malah maju. Kalau ahli keduanya,
ya makin bagus. Berikut, wong hanya tambahan komentar, bisa dilewatkan.

Teknik, ya injinering, adalah merangkai, "thuk-gathuk-mathuk". Mulai
awal, anak misal merangkai kulit jeruk menjadi mobil-mobilan. Lalu lebih
tinggi, misal juga pesawat ulang-alik. Merangkai kata pendapat,
pemikiran, ilmu, jadilah filosof. Filosof ya perangkai kata, kata sesuai
alam, kata bijak. Termasuk filosofi, misalnya: dari Cawang, ke barat 2
km, akan ketemu Pancoran, dan ramalkan tak ketemu di situ Amerika,
Inggris, Afrika. 

Lalu injiner lebih ke perangkai material, di banding perangkai aturan
alam. Filosof lebih ahli merangkai aturan alam, dan ingjiner lebih ahli
merangkai benda materi. Injiner, dengan lebih sedikit ilmu di banding
fisolof, sudah bisa lebih menghasilkan benda terlihat, lebih baik
pemasarannya, di banding filosof. Untuk kebutuhan total badan, total
alam, maka filosof lebih mampu di banding injiner. Keduanya di perlukan.
Filosof membantu injiner. Sebaliknya, injiner di bantu filosof, eh
injiner membantu filosof.  

Ilmu alam, bagiku, yang bisa salah, adalah semua ilmu yang ada di alam,
bukan hanya soal benda padat, namun apa saja di alam, semua disiplin
ilmu. Alam, ya termasuk bumi. Ada hukum-hukum alam-bumi. Karena tempat
orang ya di bumi, maka ilmu alam bumi akan lebih menggigit, di banding
sewaktu hanya ilmu alam (tanpa bumi). Yang paling tahu bumi, adalah
geologist. Itulah mauku, geology ya semua ilmu di bumi, tak hanya
struktur, stratigrafi, namun termasuk : oceanology, meteorology,
geodesi, biologi, kimia, paleomagnet, antropologi, kedokteran, sejarah,
psikologi, sastra, hukum, kenegaraan, politik, dll., semua yang di bumi.
Juga ilmu lama, wong fisikawan belajarnya di bumi. Ilmu alam, termasuk
alam besar (astronomi), hingga alam kecil (atom).   

Orang hukum akan lebih berani menentukan. Namun bisa salah karena tak
tahu semua sifat bumi-alam, siklik alam. Kadang ambil uangnya saja,
namun gag tahu itu mungkin malah merepotkannya, jadi "terpelet". Orang
ekonomi berdasarkan apa yang bisa di "uangkan" dari semua pengetahuan
alam-buminya. Ini juga berdasar ilmu kini, dasarnya adalah "duit"
sebagai standar ultimate-nya. Ilmu bumi tanpa ilmu ekonomi, ya kurang
berjalan. Physician, adalah nama lain kedokteran.

Geofisika, adalah fisika bumi itu. Adalah kelanjutan detil filosofi
bumi, dengan tak hanya pernyataan relatif, namun juga menuju besaran,
ukuran properties bumi. Geofisika, fisika+bumi, tentu lebih menggigit ke
injineringnya di banding yang di punyai geology. Tambang, adalah materi
yang tak usah membuat bahan asalnya. Tinggal ambil. Tak seperti baju,
yang bahan dasarnya perlu di buat dulu. Minyak, terutama tambang yang
paling laku, dan murah di dapat. Maka banyak mengarah ke situ, termasuk
ahli ilmu alam hukum, ilmu alam sopir, ilmu alam sekertaris, ilmu alam
human-resources, dll. 

Atas lakunya tambang (minyak), maka fisika bumi makin laris, jadilah
geofisika primadona, direbutkan sana-sini, sampai dulu 3 jurusan di ITB,
kini masih dua setidaknya. Geofisika makin laris-manis. Dan dasar
geologi adalah utama pendorongnya. 

Sekali lagi, geologist yang tahu injering pemakain ilmunya, akan semakin
di perlukan. Tak akan bisa di cegah atas semakin maraknya kedua
perkembangan itu, geologi dan injenering bumi. Geologi ITB kini tak
mundur, malah maju. Kalau mampu tangani keduanya, ya makin bagus. 

Salah ya Prof, Bapak-Ibu, Mas-mBak ?

Salam,
Maryanto.
Fisikawan yang ahli ilmu bumi (geologi), wooo, makin mantab, merajalela
kekuasannya....  
 
-----Original Message-----
From: Benyamin Sapiie [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, July 13, 2007 6:10 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Geologi ITB maju atau mundur

Rekan2 IAGI Yth, suatu perkembangan atau fenomena baru dalam pendidikan
geologi di ITB terjadi saat ini. Dimana pada waktu yang lalu di kejutkan
oleh perubahan nama departemen menjadi Prodi yang membawahi KK (kelompok
keahlian). Saat ini  terbagi menjadi dua KK yaitu KKGP (Geologi dan
Paleontologi) and KKGT (Geologi terapan). Keluaran baru prodi geologi
dipindahkan ke fakultas baru dengan nama yaitu Fakultas Ilmu dan Teknik
Kebumian (FITB) bersama-sama dengan Oceanography dan Meterologi. 
Sedangkan Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan
menjadi satu fakultas baru dengan nama Fakultas Tambang dan Teknik
Perminyakan (FTTP??). Yang lalu semuanya bernaung di bawah satu fakultas
dengan nama Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. saya pikir ini
sudah sangat benar sesuai dengan harifah keilmiuan dan tujuan ITB
sebagai sekolah teknik yang juga umum dipakai dibanyak institusi
dinegara-negara lain.

Terlepas dari keanehan yang amat sangat berupa pemisahan semua ilmu2
yang memakai geologi dari geologi sendiri sebagai dasarnya(terutama
antara geologi dan geofisik).  Apakah perubahan ini menuju pada sesuatu
yang baru dan benar untuk masa yang akan datang? atausebuah pembodohan
yang mengembalikan posisi kita pada tahun 1900. Dimana pada saat itu
ilmu geologi masih dianggap sebagai ilmu science murni ???. Saat ini
kita tahu bahwa perkembagan ilmu kita sudah menjadi applied science
dengan pemakaian yang sangat luas dari keteknikan, air, mineral, energi.
lingkungan dan mitigasi bencana. Jawaban ini perlu saya bagi dengan
teman di dunia Industri maupun pendidikan dari institusi lain di
Indonesia dan negara lainnya. Apakah betul jika sebagai prediksi ekstrim
perkembangan kedepan semua ilmu geologi yang bersifat terapan porsi
besarnya akan diambil oleh tenik geofiska, tambang dan perminyakan???

Ben Sapiie/Dosen Struktur Geologi,KKGP -ITB

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke