Pak Mino,..

Kembali ke akar permasalahan, yaitu dua pertanyaannya Pak Mino, saya ingin sharing jawaban saya.



Sejauh pengetahuan saya, apakah itu science ataupun applied science tetap memiliki dua masalah pokok, yaitu subject-matter (bahan yang dipelajari) dan focus of interest (cara pandang terhadap bahan yang dipelajari tersebut). Dua bidang science dan applied science bisa memiliki subject-matter yang sama akan tetapi (harus) memiliki focus of interest yang berbeda.



Kata 'geology' (saja) sebenarnya bermakna geology sebagai science. Geology menjadi applied science (applied geology) ketika geology dealing dengan salah satu kebutuhan manusia. Dasarnya adalah definisi applied geology dalam glossary of geology (definisi reportif terbitan 1972, maaf saya gak punya glossary yang baru) yaitu 'the application of various fields of geology to economic, engineering, water-supply, or military problems; geology relative to human activity'. Applied geology muncul ketika geology berusaha memecahkan masalah manusia yang spesifik (focus of interest) terhadap suatu geological subject-matter (masalah kebutuhan hidrokarbon = petroleum geology, mitigasi bencana teknik sipil = engineering geology, kesehatan = medical geology, militer = military geology, dsb, dsb). Dasar sistim pengetahuan applied geology tetap berlandaskan pada geology (sebagai science). Jadi menurut saya, geology dan applied geology sebenarnya adalah dua bidang yang berbeda. Namun, pada prakteknya kita (di Indonesia saja ?) seringkali menukar ataupun memakai kata 'geology' yang mengacu pada kedua makna makna tersebut (geology adalah science dan applied science).



Teknik pertambangan dan teknik perminyakan punya subject-matter dan focus of interest sendiri (bingung nih kalau teknik geofisika) yang keduanya punya irisan dengan subject-matter bidang geology (geology sebagai science). Tapi ada 'jembatan' antara teknik pertambangan dan perminyakan untuk sanggup 'berkomunikasi' dengan geology (sebagai science), yaitu bidang applied geology. Jembatan teknik pertambangan adalah mining geology (definisi dari glossary: 'the study of mineral-deposit occurrence and structure, and the geologic aspects of mine planning and development'), sementara jembatan untuk teknik perminyakan adalah petroleum geology (definisinya: 'that branch of economic geology which relates to the origin, occurrence, migration, accumulation, and exploration for hydrocarbon fuels. Its practice involves the application of geochemistry, geophysics, paleontology, structural geology, and stratigraphy to the problems of finding hydrocarbons').



Jadi, dengan premise yang saya paparkan dan dengan asumsi bahwa satu bidang prodi (?) adalah satu bidang science, applied science dan bidang engineering tersendiri, saya jawab pertanyaan bapak:

1. Apakah perubahan ini menuju pada sesuatu yang baru dan benar untuk masa yang akan datang?

------- Menurut saya sudah benar walau ada kemungkinan pembagian tersebut (oleh rektorat ?) berbeda premise-nya. Mungkin pembagian secara management saja. Salah satu konsekuensi dari perkembangan jaman (perkembangan ilmu) adalah spesifikasi ilmu yang semakin tajam. Contohnya kalau si X adalah ahli geologi, kita akan tanya apakah spesifikasinya, ya kan? Kalau jawabannya semua bidang geologi adalah keahliannya (ya tambang, minyak, air tanah, geologi teknik) . maka kita cenderung akan mengernyitkan dahi deh.



2. Apakah betul jika sebagai prediksi ekstrim perkembangan kedepan semua ilmu geologi yang bersifat terapan porsi besarnya akan diambil oleh tenik geofisika, tambang dan perminyakan?

----- Tidak, tidak, tidak. Ya itu tadi, secara science philosophy, bidang-bidang applied geology, geology dan teknik tambang dan teknik perminyakan (sekali lagi saya masih bingung dengan teknik geofisika) memiliki wilayah permainannya masing-masing (subject-matter dan focus of interest). Karena subject-matter teknik perminyakan dan pertambangan adalah geological subject-matter, maka kedua bidang tersebut tetap membutuhkan 'jembatan' untuk sanggup berkomunikasi, yaitu bidang applied geology (petroleum geology dan mining geology). Bidang petroleum geology tidak sama dengan dengan bidang teknik perminyakan, ya kan? Bidang petroleum geology, secara filsafati, tidak bisa di-claim sebagai cabang teknik perminyakan, tetapi petroleum geology justru menjadi dasar bagi eksisnya bidang teknik perminyakan dengan tujuan untuk memecahkan berbagai masalah perminyakan yang berkaitan dengan fenomena geologi. Jadi, secara keilmuan, bidang petroleum geology akan sangat sulit dikembangkan oleh mahasiswa teknik perminyakan karena akan membutuhkan basic geology (sebagai science) sebagai sistim pengetahuan dasarnya. Kalau mereka mau kembangkan petroleum geology, ya mereka yang harus belajar dulu geologi (petrologi, stratigrafi dan struktur geologi sebagai pondasi geology) terus ke tektonik, ke komponen petroleum system, lalu ke .. (.bisa lulus 10 tahun kemudian!) Jadi, prediksi ekstrim yang disebutkan terlalu dibuat-buat. Sudah bagus geology kasih applied-nya, malah mau disabot ama user-nya (teknik perminyakan).





Pembagian science, applied science ataupun bidang engineering dalam suatu institusi bisa saja berubah-ubah seperti menjadi suatu jurusan, program studi, fakultas, dsb, dsb, dsb dimana pembagian tersebut cenderung tentatif atas dasar management saja. tetapi pembagian bidang-bidang tersebut secara filsafati ilmu cenderung hakiki kebenarannya.







Kahatur nuhun,



Yudi S. Purnama


----- Original Message ----- From: "mohammad syaiful" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, July 14, 2007 7:49 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Geologi ITB maju atau mundur


maksud kang oki, soal gelar, di dunia industri migas, rasanya kalo
hanya s1 atau s2 alias master pun, tidak penting utk ditempelkan.
kecuali kalo sudah melewati s3, nah gelar doktor biasanya baru 'layak'
dicantumkan.

tapi berdasarkan pengalaman saya, kalo utk lingkungan pemerintahan,
gelar tukang insinyur atau doktorandus, ini tetap dicantumkan.

entahlah, apakah soal aplikasi gelar di masyarakat ini juga menjadi
pertimbangan atau berkaitan dg perubahan nama dan struktur jurusan
geologi di itb.

selamat bermalam panjang,
syaiful

On 7/14/07, oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Mino,
Saya juga heran kalau memang perubahan itu akan
dilakukan karena melawan prinsip sederhana 'if it work
well (atau does not break) don't change it'.

Terlepas dari keheranan itu, saya ingin bertanya, apa
sih untung atau ruginya kalau geologi hijrah dari
FIKTM ke FITB atau dari Department (sebelumnya
jurusan) menjadi Prodi...? Atau hanya soal nama saja?

Kalau pandangan awam  saya dari luar, tidak banyak
yang akan berubah terutama dari segi lulusan dan
mahasiswanya. Mahasiswa tetap akan dididik oleh dosen
yang sma dengan materi yang sama dan lulusannya tetap
akan dihargai sebagai lulusan geologi dengan bidang
pengabdian yang sama bervariasinya dari industri
(minyak, mineral , galian C), pemerintahan,
lingkungan, penelitian, akademisi dll seperti
sebelumnya. Contoh riilnya ya jurusan geologi Unpad
seperti yang pak Awang tulis. Meskipun secara resmi
masuk fakultas Ilmu pengetahuan dan bukannya teknik
toh lulusannya bisa masuk kemana saja.

Saya pernah dengar cerita dulu  para mahasiswa dan
lulusan Geofisika dan Meteorologi (GM) menuntut agar
jurusan mereka sebagai bagian fakultas MIPA dirubah
menjadi Fakultas Teknik dan gelar kelulusan diubah
jadi Insinyur (Sarjana Teknik). Alasannya karena
berbagai instansi terutama di pemerintahan
'menghargai' pegawai dengan gelar Ir lebih dari mereka
yang bergelar Drs. Tapi saya rasa ini cerita dulu yang
sudah gak valid lagi untuk jaman sekarang.....

Cheers
Oki


--- Benyamin Sapiie <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Rekan2 IAGI Yth, suatu perkembangan atau fenomena
> baru dalam pendidikan
> geologi di ITB terjadi saat ini. Dimana pada waktu
> yang lalu di kejutkan
> oleh perubahan nama departemen menjadi Prodi yang
> membawahi KK (kelompok
> keahlian). Saat ini  terbagi menjadi dua KK yaitu
> KKGP (Geologi dan
> Paleontologi) and KKGT (Geologi terapan). Keluaran
> baru prodi geologi
> dipindahkan ke fakultas baru dengan nama yaitu
> Fakultas Ilmu dan Teknik
> Kebumian (FITB) bersama-sama dengan Oceanography dan
> Meterologi.
> Sedangkan Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan dan
> Teknik Perminyakan
> menjadi satu fakultas baru dengan nama Fakultas
> Tambang dan Teknik
> Perminyakan (FTTP??). Yang lalu semuanya bernaung di
> bawah satu fakultas
> dengan nama Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi
> Mineral. saya pikir ini
> sudah sangat benar sesuai dengan harifah keilmiuan
> dan tujuan ITB sebagai
> sekolah teknik yang juga umum dipakai dibanyak
> institusi dinegara-negara
> lain.
>
> Terlepas dari keanehan yang amat sangat berupa
> pemisahan semua ilmu2 yang
> memakai geologi dari geologi sendiri sebagai
> dasarnya(terutama antara
> geologi dan geofisik).  Apakah perubahan ini menuju
> pada sesuatu yang baru
> dan benar untuk masa yang akan datang? atausebuah
> pembodohan yang
> mengembalikan posisi kita pada tahun 1900. Dimana
> pada saat itu ilmu
> geologi masih dianggap sebagai ilmu science murni
> ???. Saat ini kita tahu
> bahwa perkembagan ilmu kita sudah menjadi applied
> science dengan pemakaian
> yang sangat luas dari keteknikan, air, mineral,
> energi. lingkungan dan
> mitigasi bencana. Jawaban ini perlu saya bagi dengan
> teman di dunia
> Industri maupun pendidikan dari institusi lain di
> Indonesia dan negara
> lainnya. Apakah betul jika sebagai prediksi ekstrim
> perkembangan kedepan
> semua ilmu geologi yang bersifat terapan porsi
> besarnya akan diambil oleh
> tenik geofiska, tambang dan perminyakan???
>
> Ben Sapiie/Dosen Struktur Geologi,KKGP -ITB
>
>
>
>
----------------------------------------------------------------------------
> Hot News!!!
> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007
> to [EMAIL PROTECTED]
> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th
> IAGI, and the
> 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>
----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
>
---------------------------------------------------------------------
>
>




____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell.
http://searchmarketing.yahoo.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
Mohammad Syaiful - Explorationist
Mobile: 62-812-9372808
Email: [EMAIL PROTECTED]

Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
Head Office:
Jl. Tebet Barat Dalam III No.2-B Jakarta 12810 Indonesia
Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
Email: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke