Pak Ben,

Nimbrung yah. Prodi atau program studi ini maksudnya sama/selevel
dengan jurusan bukan yah? Dari luar (mohon maaf sebelumnya, saya kan
orang luar), terlihat tidak konsisten karena ada Teknik Geofisika yang
dimasukkan ke dalam Fakultas Tambang dan Teknik Perminyakan sedangkan
Geologi tanpa Teknik Geologi dan tidak masuk ke Fakultas Tambang dan
Teknik Perminyakan padahal Geologi digunakan juga di sana (tapi para
pengambil keputusan pasti memiliki alasan yang saya tidak tahu mengapa
jadi seperti ini).

Kalau kita coba melihat bagaimana "orang lain" mengelompokkan jurusan
geologi dan geo-geo yang lain, memang ada bermacam-macam.

Pada saat ini, yang saya ketahui, di Inggris dan di Australia, Geologi
dan Geo-Geo lain seringkali dikelompokkan ke dalam Earth Sciences (di
bawah Fakultas Sciences atau bisa pula Matematika, Ilmu Bumi dan
Kehidupan). Contohnya ada di sini:
http://www.ox.ac.uk/departments/
http://www.esg.cam.ac.uk/
http://www.science.monash.edu.au/
http://www.science.unimelb.edu.au/departments/index.php
http://www.science.usyd.edu.au/school_discipline/index.shtml
http://www.rhul.ac.uk/Departments/science-links.html
http://www.bristol.ac.uk/science/
http://www.leeds.ac.uk/faculty/


Ada yang dimasukkan dalam Earth Science & Engineering
http://www.ed.ac.uk/about/structure/se.html
http://www3.imperial.ac.uk/aboutimperial/facultiesanddepartments
http://www.southampton.ac.uk/about/academicschools/index.html
http://www.manchester.ac.uk/aboutus/structure/academic/

Di Belanda tampaknya agak berbeda, Geosciences ada yang menjadi
fakultas sendiri seperti di Utrecht (Fakultas Sainsnya sendiri lagi):
http://www.geo.uu.nl/homegeosciences/25388main.html

Sedangkan di TU Delft dimasukkan ke dalam Fakultas Teknik Sipil dan Geosciences.
http://www.citg.tudelft.nl/live/pagina.jsp?id=0dc79dee-58fe-47c8-8b98-503cf931f7b7&lang=en
dengan department (jurusan bernama Geotechnology).

Ada pula yang dimasukkan ke Fakultas Sains:
http://www.science.uva.nl/organisation/

Dari hasil jalan-jalan di tiga negara itu, kelihatannya universitas
memiliki "kebijaksanaan" sendiri-sendiri di mana mereka ingin menaruh
jurusan Geosains/Earth Sciencesnya, tapi saya lihat Geologi dan
Geofisika berada di bahwa naungan Geosciences, jadi enggak misah.

Saya pikir yang bangsanya Geo-Geo itu mungkin memang bisa
dikelompokkan dibawah satu atap, karena termasuk ilmu kebumian, jika
ada yang terapannya (applied geology dan applied geophysics) juga bisa
ikut di fakultas itu. Kalau digabungkan dengan Teknik Tambang/Teknik
Perminyakan dibawah sebuah fakultas seperti dulu FIKTM kelihatannya
sudah bagus yah Pak? Kalau sekarang kemudian dipisahkan, kita perlu
masukkan Engineering Geology juga bersama-sama dengan Teknik
Geofisika/Perminyakan/Tambang.

Untuk sementara demikian dulu Pak.

Salam
Minarwan

On 7/13/07, Benyamin Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan2 IAGI Yth, suatu perkembangan atau fenomena baru dalam pendidikan
geologi di ITB terjadi saat ini. Dimana pada waktu yang lalu di kejutkan
oleh perubahan nama departemen menjadi Prodi yang membawahi KK (kelompok
keahlian). Saat ini  terbagi menjadi dua KK yaitu KKGP (Geologi dan
Paleontologi) and KKGT (Geologi terapan). Keluaran baru prodi geologi
dipindahkan ke fakultas baru dengan nama yaitu Fakultas Ilmu dan Teknik
Kebumian (FITB) bersama-sama dengan Oceanography dan Meterologi.
Sedangkan Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan
menjadi satu fakultas baru dengan nama Fakultas Tambang dan Teknik
Perminyakan (FTTP??). Yang lalu semuanya bernaung di bawah satu fakultas
dengan nama Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. saya pikir ini
sudah sangat benar sesuai dengan harifah keilmiuan dan tujuan ITB sebagai
sekolah teknik yang juga umum dipakai dibanyak institusi dinegara-negara
lain.

Terlepas dari keanehan yang amat sangat berupa pemisahan semua ilmu2 yang
memakai geologi dari geologi sendiri sebagai dasarnya(terutama antara
geologi dan geofisik).  Apakah perubahan ini menuju pada sesuatu yang baru
dan benar untuk masa yang akan datang? atausebuah pembodohan yang
mengembalikan posisi kita pada tahun 1900. Dimana pada saat itu ilmu
geologi masih dianggap sebagai ilmu science murni ???. Saat ini kita tahu
bahwa perkembagan ilmu kita sudah menjadi applied science dengan pemakaian
yang sangat luas dari keteknikan, air, mineral, energi. lingkungan dan
mitigasi bencana. Jawaban ini perlu saya bagi dengan teman di dunia
Industri maupun pendidikan dari institusi lain di Indonesia dan negara
lainnya. Apakah betul jika sebagai prediksi ekstrim perkembangan kedepan
semua ilmu geologi yang bersifat terapan porsi besarnya akan diambil oleh
tenik geofiska, tambang dan perminyakan???

Ben Sapiie/Dosen Struktur Geologi,KKGP -ITB


----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke