"Byar pet" juga akan lebih terasa kedepan karena PLTA menjadi "me-loyo"
akibat curah hujan yang semakin kecil kedepan next 35 th. Padahal,
kebutuhan listrik semakin meningkat. Ini peluang untuk membuat, eh
merubah sumber energi baru (kayak batubara, gelombang laut, jarak,
kelapasawit, matahari, nuklir, "memedi", dll), menjadi si Lis (trik)
itu. Buat pabrik listrik yuuukk. 
 
Banyak tempat sedang banyak hujan, hanya menjadi banjir, sedikit yang
menjadi air-tanah, sementara kekeringan sudah melanda, misal Jawa, kayak
Gunung Kidul juga. Curah hujan benar-benar drop, hanya menjadi 20 % di
banding tahun-tahun puncak, low-stand period, 1983-1990 seperti kondisi
seluas DAS Citarum itu pada data 40 th terakhir kini. Prediksikan ke
depan 35 th hanya sekitar 10 %nya saja. Grafik JAWAH telah mengulas itu
awal tahun ini. Grafik, yang bisa di sebut gambaran ular itu, di
turunkan juga dari ular naga, sepanjang 70 Ga, "ular" terpanjang di
dunia, tertinggi resolusi. "Naga" nya sedang rajin menikmati ilmu
ular-ular kecil-kecil, pendek, jauh lebih pendeknya, makanan yang
lezat-lezat, enak-enak, dan akan buang, mem-"boldozer" yang
jelek-jeleknya mereka.
 
Salam,
Maryanto.

________________________________

From: Slamet Riyadi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Sunday, July 29, 2007 11:32 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Pasokan Batubara Bermasalah


"BYAR PET" . . .?!
Masalah 'byar pet' ini tidak akan hanya dirasakan di Jawa-Madura-Bali,
tapi untuk Kalimantan, NTB-NTT, Maluku-Papua,  Sumatera dan Sulawesi;
mulai 2 tahun ke depan masalahnya akan semakin kompleks dengan
kemungkinan subur beberapa kebijakan pusat maupun dari daerah seperti
keluarnya . . . berbagai 'perda' untuk penghematan energy (baca
listrik). 
 
Pemerintah (PLN, swasta) mulai membaca masalah krisis (listrik) untuk
di-complain bahkan di class-action hingga melihat sisi lain peluang
bisnis 'penyetruman' di Indonesia semakin ramai.
Masalah yang timbul adalah penyediaan sumber energi itu sendiri.  Maka
mulailah berpacu untuk melihat bahkan 'membangunkan' sumber cadangan
batubara yang undevelopment.
Coal resources undevelopment memang banyak, tapi memakan waktu untuk
memulai bekerja sama guna mendesaign proyek pembangkit baru. Hal ini
tercermin dari sumber batubara yang kita miliki ada 2 jenis seperti
'eocene coal' dan 'miocene coal'. Untuk jenis terakhir memang belum
banyak diexploitasi - tetapi perlu rencana long term dari sekarang untuk
memperkecil kompensasi terhadap lahan tersebut, jangan sampai ritual
demo akan menghantui proyek yang punya gawe. Boleh saya katakan
exsplorasi dan projects design maupun proses eksploitasi baru dibeberapa
tempat sudah berjalan dan semoga 2 tahun ke depan bisa terantisipasi
oleh rencana para enterpreuner dan instansi terkait yang mempunyai hajat
penyetruman. 
 
Program proyek pembangkit baru (PLTU) bisa kita katakan sebagai proyek
task force dalam percepatan, penanggulangan krisis dan kemitraan
pembangkit listrik baru.
Perkiraan atau estimasi proyek pembangkit baru untuk menghadapi gejala
'byar pet' di tahun mendatang:

*       Jawa-Madura-Bali: (10 percepatan, 1 penanggulangan krisis/Bali) 
*       Sumatera: (> 7 kemitraan, 11 percepatan, 4 penanggulangan
krisis), 
*       Kalimantan: (6 kemitraan, 5 percepatan, 4 penanggulangan
krisis), 
*       Sulawesi (4 kemitraan, 5 percepatan, 4 penanggulangan krisis) 
*       NTB-NTT: (4 kemitraan, 2 percepatan), 
*       Maluku- Papua: (4 kemitraan, 4 percepatan, 2 penanggulangan
krisis)
        

Hanya dengan proses, akusisi, kebijakan dan kerjasama dengan standard
yang baik dan benar dalam menjalankan proyek penyetruman ini - maka
kekhawatiran masalah byar pet ini minimal bisa diperkecil, syukur-syukur
gejala byar pet ini tidak akan tampak untuk 10 tahun mendatang. 
 
Salam,
SR

 
On 7/29/07, Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

        Belum habis permasalahan dg Gas untuk listrik , gantian sekarang
dg batubara bermasalah , selama ini ada subsidi untuk Migas dan sebentar
lagi ada subsidi untuk batubara. Problem utama energi adalah di
penyediaannya energi primernya , disisi lain banyak sumber energi primer
lain yg berlimpah tapi kurang optimal pemanfaatannya , Wah bakalan Byar
Pet diJawa ini kalau sampai mandeg suplai batubaranya.... 
        ===============================
        Pasokan Batu Bara PLTU Suralaya Bermasalah 
        
        

        delete--------


Kirim email ke