Rekan-rekan IAGI yang budiman,

Buku  Biografi J.A.Katili, HARTA BUMI INDONESIA,   yang yang mang Okim terima 
dengan pesan  : Untuk Sdr. Ir. Soejatmiko, disertai  salam ( tanda tangan Bapak 
J.A.Katili ), 25 Juli 2007 benar-benar sangat membahagiakan mang Okim. 
Bagaimana tidak bahagia mendapatkan perhatian begitu besar dari seorang tokoh  
super beken seperti  Prof. Katili. Padahal, kalau tidak dikirimpun insyaallah 
mang Okim akan membelinya juga di Gramedia karena mang Okim yakin isinya  
pastilah akan memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua untuk doing 
good wherever you are and whatever you do ( meminjam prinsip Pak Untung ).

Keyakinan mang Okim ternyata tidak meleset . Buku biografi setebal 421 halaman 
tersebut , yang dikemas dengan elok , sungguh sangat mempesona. Kisah-kisah 
geologi  dan kehidupan disampaikan dengan untaian kata-kata yang sangat indah 
dan puitis seperti antara lain : Una-Una, Sorga di Tepi Bencana - - - - -  Dari 
Kampus Mengukir Matahari - - - - - Track record kegiatan John di Blantika 
Geologi Tidak Bertepi dan Jauh dari Sanjungan Media Massa  - - - - - Gelar 
Dijunjung Hingga ke Ujung - - - - -dll. Di buku inilah  mang Okim baru tahu 
bahwa Prof. Katili yang berprinsip there is no journey's end for a fighting man 
lahir dari suatu lingkungan yang sangat agamis sehingga tidak heran  kalau 
dalam setiap pembahasan selalu terselip kalimat-kalimat yang sarat dengan 
nilai-nilai spiritual, nilai-nilai cinta dan nilai-nilai pengabdian . Dan di 
buku ini pulalah mang Okim diingatkan akan para founders geologi Indonesia 
seperti Pak Soetarjo Sigit , Pak Yohannas, Pak Sartono almarhum, Pak Sukendar 
Asikin, Pak Klompe ( si jagal ! ) , dll. Selain dari itu, komentar yang 
diberikan oleh Pak Beni Wahju, Pak Suparka  dan Pak Sukendar Asikin melengkapi 
kehebatan  Prof. Katili khususnya  dalam kaitannya dengan konsep Tectonic 
Indonesia dan New Global Tectonic , dan dalam membimbing dan mencetak 
kader-kader ahli geologi penerus.

Kisah masa kecil Prof. Katili tak kalah menariknya. Selain kecerdasan 
intelektual yang telah dilimpahkan Tuhan kepadanya sejak kecil , keinginan 
kuatnya untuk dapat survive dalam kehidupan ditunjukkannya misalnya dengan 
belajar silat dan mandi kebal. Mungkin karena hal inilah maka dalam dua 
peristiwa yang nyaris merenggut jiwanya yaitu jatuh ke sumur sedalam 4 meteran 
dan jatuh dari bubungan atap rumah, John kecil tidak sampai cedera . Membaca 
pengalaman masa kecil Pak Katili ini yang diuraikan dengan sangat menarik, 
mengingatkan mang Okim akan pengalaman sendiri - - - - - nostalgia !

Rekan-rekan IAGI yang budiman,

Suatu hari di tahun 1990 an, mang Okim dipanggil oleh Prof. Katili ke kantor 
beliau di Jakarta. Ketika itu Prof. Katili menjabat sebagai Penasehat Ahli 
Menteri Pertamben Bidang Geologi dan SDM. Beliau rupanya mendengar banyak 
tentang nasib dan kegiatan mang Okim di bidang batumulia khususnya yang 
berkaitan dengan temuan terbaru yaitu giok Jawa  di daerah Banjarnegara ( di 
utara kawasan Karangsambung ) . 

Setelah Prof. Katili  mendengarkan penjelasan mang Okim, spontan  kesibukan 
beliau ditinggalkan  dan  mang Okim diajak ke teman pengusaha beliau yang 
tinggal cukup jauh dari kantor beliau di Jl. Gatot Subroto.  Walaupun upaya 
beliau tidak membuahkan hasil karena teman pengusaha beliau kebetulan banyak 
kesibukan di luar negeri, spontanitas beliau dalam memikirkan dan 
memperjuangkan  kemajuan " anak buah " dan para junior beliau sangat dikenal 
luas di banyak kalangan. Ketika mang Okim mendapatkan musibah  di akhir tahun 
1985 , Prof. Katililah  yang dengan spontan menjanjikan membawa persoalan mang 
Okim ke sidang Menteri.

Dari kisah tersebut di atas, tak heranlah kalau dalam kunjungan Prof. Katili  
ke Yogyakarta tahun 1989 untuk pamitan di akhir tugasnya sebagai Dirjen Geologi 
dan SDM , Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta menyerahkan 
kenang-kenangan  dengan pesan yang sangat tulus :

Bapak yang baik,
Kau telah curahkan jiwa raga dan pikiran untuk nusa dan bangsa Indonesia,
Pula untuk kemajuan vulkanologi,

Serasa ingin kami persembahkan untukmu,
Gunung Merapi berlapiskan emas,
Sebagai tanda terima kasih kami - - - - kepadamu !


Semoga Prof. Katili dan Ibu Ileana Syarifa Uno dipanjangkan umur dan dilimpahi 
rakhmat dan berkah serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dan kepada para penyusun  yang dikoordinir oleh Amanda Katili Ph.D., mang Okim 
menyampaikan selamat atas keberhasilan para penyusun dalam mengemas dan meramu 
data dan fakta sehingga buku Geografi J.A.Katili : Harta Bumi Indonesia menjadi 
suatu karya tulis yang sangat pantas untuk dibaca dan disimak, tidak saja oleh 
para ahli kebumian, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia yang berkeinginan 
mengasah jiwanya untuk menjadi insan yang tangguh dan berhasil seperti halnya  
Prof. J.A.Katili - - - - - For a fighting man, there is no journey's end !!!!!

Salam batumulia, mang Okim











Kirim email ke