Ya, memang luar biasa Prof. Katili. Buku yang kupunya ya judul Geologi, yang sangat komprehensif tebal banget itu. Semula, saya punya cuma fotocopy-an, dan setelah punya aslinya dari loakan Senen, copyan itu terus ku tawarkan keteman, S2 itu. Tahun 2002 itu baru kupunya 500'an buku, kini 2000'an. Lalu buku beliau Plate Tectonic Indonesia (1980, 1985), awal-awal penerapan teori Plate Tectonic di Indonesia, yang teorinya rame mulai 1968, gunakan peta medan gravitasi Vening Meiniz di ukur untuk semua laut dunia th. 1930'an. Hasilnya, itu sudah nongol di SDEKAH-ku (2004), subduction menjauh, sejajar dengan sumbu PermianTriassic Malayan-Bangka-Kalimantan. Dan huruf K, di SDEKAH itu, sudah cantumkan nama beliau. "Helicoper view", istilah untuk kondisi bisa melihat gambaran generalnya, jendralnya, gabungan banyak disiplin data, untuk bumi ya planetary sceince. Plate tectonic di awali astronom, Alfred Wagener (ada yang lebih awal lagi sih), yang th 1915 sudah membuat Pangea dengan pusat di tempat kusebut kini A'AN: Anticline of Arabian-Nubian. Juga di ikuti sesudahnya, Carey 1945, juga Holden-Dietz 1970, Collins 2003, ahli-ahli Australia kini. Sudah terlihat subduksi berpindah dengan yang ku hitung kini tiap 70 Ma, mendekat pusat Pangea sewaktu kompresi (Cambrium-Permian), dan menjauh ketika ekstensi (Permian-Kini). Kata Pre-kambrium nongol karena sebelum ini sulit rekontruksi strukturnya atas sebelumnya ya ekstensi, dan itu awal kompresi di siklus 700 Ma terakhir. Atawa subduksi tak terlihat di peta Indonesia (Katili, 1980, 1985), sebelum Permian-Triasik karena umur itu akhir kompresi. Untuk siklus 70 Ma terakhir, Sunda Plate, ya Mid Eocene, 53-46 Ma, adalah akhir kompresi-awal ekstensi siklus 70 Ma terakhir, perlihatkan tak ada sedimen sebelum umur itu (umumnya basement sudah pernah tenggelam jauh, terpanaskan, metamorfose, dan terangkat, tererosi kuat, dan barulah di-endapi sedimen kini pada mulai rifting umur). Beruntung Indonesia, teman Wagener dari Jerman, Boscca, astronom itu nikmati Bandung-Lembang, nikmati tehnya, kalik sambil dengerin perkutut, dirikan teropong bintang, dirikan perguruan tinggi 1920, yang di sebut ITB kini. Juga, Belanda yang perguruan tinggi lebih 500'an tahun, ajari kita geologi, lahirkan kita semua. Kota Bandung, yang di buka oleh Sultan Agung, 1628, waktu nyerang Batavia, dirikan lumbung-lumbung padi sepanjang jalan, termasuk Bandung. Semua, jadikan Indonesia ada di barisan depan dunia. Tidak menyadari-kan ? Beliau menyuruh untuk semua menjadi hamengku buwana, kalifah buwana, kalifah alam. Kenapa ya belum di temukan cara umur lebih panjang, yang ku duga kini dengan menghambat habisnya/matinya unsur atom penyusun tubuh ? Caranya, cari makanan yang umur parohnya lebih panjang. Juga buat agar tak tertekan "stress", jadikan unsur-unsur penyusun tubuh, tetap segar, tak cepat rusak. Orang kini ada yang berumur 130'an th, ku duga karena adanya penyokong dugaanku itu. Sebentar lagi, rata-rata hidup manusia yang kini 70 th, jadilah 140 th. Indonesia cepat naik rat-ratanya, 48 th (1945), 68 th (kini, 2000), atawa 20 th sepanjang 50 th tabahan waktu. Kalau sudah ketemu, sehingga Pak Katili-pun, juga profesor-profesor kita akan berumur lebih panjang. Masih sehatkan beliau kini ? Siapa mau buat biografi profesor-profesor kita lainnya ? Di jamin, jauh lebih mulia, segar atas berkah senangnya memberikan ilmu, bebas dari hal di tutupi kejahatan-kejahatan dari umumnya biografi para politikus. Mana geolog yang ahli komunikasi (wartawan) itu ? Cak Andri ? Hayooo, jangan malu-malu ngacung lho... Salam, Maryanto. ________________________________
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, August 06, 2007 8:24 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] BIOGRAFI J.A.KATILI : HARTA BUMI INDONESIA Tambahan info saja, di dalam buku biografi ini bisa ditemukan juga ringkasan pendek (masing-masing satu paragraf) dari sekitar 200 publikasi Pak Katili (artikel di koran/majalah, paper di jurnal2 ilmiah, buku2, dan presentasi). Meskipun ringkas, daripadanya bisa ditelusuri bagaimana perkembangan pemikiran kegeologian Pak Katili. Buku Pak Katili yang pertama, "3.000.0000 Tahun Sejarah Bumi" (tahun 1950-an) dan bukunya yang paling tebal "Geologi" (disusun bersama P. Marks untuk bagian geologi sejarah dan paleontologi) (tahun 1960-an) tentu sekarang sudah sangat sulit dicari. Kedua buku itu menempati rak buku2 geologi klasik di rumah saya bersama buku2 geologi klasik lainnya dari Reinout van Bemmelen, Henry Brouwer, Umbgrove, dll. Paper2 klasik Pak Katili selama tahun 1970-an yang dimuat berbagai jurnal ilmiah bagus untuk dicermati sebab memuat penerapan konsep tektonik lempeng untuk Indonesia. Saat2 itu Pak Katili dan Warren Hamilton dari USGS bekerja sama meneliti geotektonik Indonesia berdasarkan konsep tektonik lempeng. Konsep2 tektonik yang dikemukakan Katili dan Hamilton masih bisa kita pakai walaupun ada beberapa di antaranya yang perlu ditinjau ulang berdasarkan data baru dan kemajuan konsep tektonik. Seperti yang Mang Okim tulis, buku biografi Pak Katili ini cukup komprehensif, tak sia-sia usaha keenam penyusunnya mengumpulkan berbagai info. Kalau kebetulan jalan-jalan ke Gramedia, buku ini diletakkan di bagian buku-buku terbitan baru sebab umurnya belum sampai dua minggu sejak diluncurkan. salam, awang miko <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekan-rekan IAGI yang budiman, Buku Biografi J.A.Katili, HARTA BUMI INDONESIA, yang yang mang Okim terima dengan pesan : Untuk Sdr. Ir. Soejatmiko, disertai salam ( tanda tangan Bapak J.A.Katili ), 25 Juli 2007 benar-benar sangat membahagiakan mang Okim. Bagaimana tidak bahagia mendapatkan perhatian begitu besar dari seorang tokoh super beken seperti Prof. Katili. Padahal, kalau tidak dikirimpun insyaallah mang Okim akan membelinya juga di Gramedia karena mang Okim yakin isinya pastilah akan memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua untuk doing good wherever you are and whatever you do ( meminjam prinsip Pak Untung ). Keyakinan mang Okim ternyata tidak meleset . Buku biografi setebal 421 halaman tersebut , yang dikemas dengan elok , sungguh sangat mempesona. Kisah-kisah geologi dan kehidupan disampaikan dengan untaian kata-kata yang sangat indah dan puitis seperti antara lain : Una-Una, Sorga di Tepi Bencana - - - - - Dari Kampus Mengukir Matahari - - - - - Track record kegiatan John di Blantika Geologi Tidak Bertepi dan Jauh dari Sanjungan Media Massa - - - - - Gelar Dijunjung Hingga ke Ujung - - - - -dll. Di buku inilah mang Okim baru tahu bahwa Prof. Katili yang berprinsip there is no journey's end for a fighting man lahir dari suatu lingkungan yang sangat agamis sehingga tidak heran kalau dalam setiap pembahasan selalu terselip kalimat-kalimat yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, nilai-nilai cinta dan nilai-nilai pengabdian . Dan di buku ini pulalah mang Okim diingatkan akan para founders geologi Indonesia seperti Pak Soetarjo Sigit , Pak Yohannas, Pak Sartono almarhum, Pak Sukendar Asikin, Pak Klompe ( si jagal ! ) , dll. Selain dari itu, komentar yang diberikan oleh Pak Beni Wahju, Pak Suparka dan Pak Sukendar Asikin melengkapi kehebatan Prof. Katili khususnya dalam kaitannya dengan konsep Tectonic Indonesia dan New Global Tectonic , dan dalam membimbing dan mencetak kader-kader ahli geologi penerus. Kisah masa kecil Prof. Katili tak kalah menariknya. Selain kecerdasan intelektual yang telah dilimpahkan Tuhan kepadanya sejak kecil , keinginan kuatnya untuk dapat survive dalam kehidupan ditunjukkannya misalnya dengan belajar silat dan mandi kebal. Mungkin karena hal inilah maka dalam dua peristiwa yang nyaris merenggut jiwanya yaitu jatuh ke sumur sedalam 4 meteran dan jatuh dari bubungan atap rumah, John kecil tidak sampai cedera . Membaca pengalaman masa kecil Pak Katili ini yang diuraikan dengan sangat menarik, mengingatkan mang Okim akan pengalaman sendiri - - - - - nostalgia ! Rekan-rekan IAGI yang budiman, Suatu hari di tahun 1990 an, mang Okim dipanggil oleh Prof. Katili ke kantor beliau di Jakarta. Ketika itu Prof. Katili menjabat sebagai Penasehat Ahli Menteri Pertamben Bidang Geologi dan SDM. Beliau rupanya mendengar banyak tentang nasib dan kegiatan mang Okim di bidang batumulia khususnya yang berkaitan dengan temuan terbaru yaitu giok Jawa di daerah Banjarnegara ( di utara kawasan Karangsambung ) . Setelah Prof. Katili mendengarkan penjelasan mang Okim, spontan kesibukan beliau ditinggalkan dan mang Okim diajak ke teman pengusaha beliau yang tinggal cukup jauh dari kantor beliau di Jl. Gatot Subroto. Walaupun upaya beliau tidak membuahkan hasil karena teman pengusaha beliau kebetulan banyak kesibukan di luar negeri, spontanitas beliau dalam memikirkan dan memperjuangkan kemajuan " anak buah " dan para junior beliau sangat dikenal luas di banyak kalangan. Ketika mang Okim mendapatkan musibah di akhir tahun 1985 , Prof. Katililah yang dengan spontan menjanjikan membawa persoalan mang Okim ke sidang Menteri. Dari kisah tersebut di atas, tak heranlah kalau dalam kunjungan Prof. Katili ke Yogyakarta tahun 1989 untuk pamitan di akhir tugasnya sebagai Dirjen Geologi dan SDM , Seksi Penyelidikan Gunung Merapi Yogyakarta menyerahkan kenang-kenangan dengan pesan yang sangat tulus : Bapak yang baik, Kau telah curahkan jiwa raga dan pikiran untuk nusa dan bangsa Indonesia, Pula untuk kemajuan vulkanologi, Serasa ingin kami persembahkan untukmu, Gunung Merapi berlapiskan emas, Sebagai tanda terima kasih kami - - - - kepadamu ! Semoga Prof. Katili dan Ibu Ileana Syarifa Uno dipanjangkan umur dan dilimpahi rakhmat dan berkah serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan kepada para penyusun yang dikoordinir oleh Amanda Katili Ph.D., mang Okim menyampaikan selamat atas keberhasilan para penyusun dalam mengemas dan meramu data dan fakta sehingga buku Geografi J.A.Katili : Harta Bumi Indonesia menjadi suatu karya tulis yang sangat pantas untuk dibaca dan disimak, tidak saja oleh para ahli kebumian, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia yang berkeinginan mengasah jiwanya untuk menjadi insan yang tangguh dan berhasil seperti halnya Prof. J.A.Katili - - - - - For a fighting man, there is no journey's end !!!!! Salam batumulia, mang Okim ________________________________ Be a better Globetrotter. Get better travel answers <http://us.rd.yahoo.com/evt=48254/*http://answers.yahoo.com/dir/_ylc=X3o DMTI5MGx2aThyBF9TAzIxMTU1MDAzNTIEX3MDMzk2NTQ1MTAzBHNlYwNCQUJwaWxsYXJfTkl fMzYwBHNsawNQcm9kdWN0X3F1ZXN0aW9uX3BhZ2U-?link=list&sid=396545469> from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out.

