Rekan-rekan Yth, Sehubungan dengan gempa bumi yang terjadi pada Kamis dini hari, yang diperkirakan berlokasi di utara Indramayu, sebuah Radio swasta di Jakarta, sekitar jam 04.30 wib mewawancarai Pak Dibyo (pakar bencana alam dari Bandung) secara interaktif. Dalam wawancara tersebut dikatakan bahwa ternyata di pantai utara Jawa dan Laut Jawa juga "tidak bebas" dari gempa bumi yang cukup besar termasuk kemungkinan tsunami. Untung episentrum berada jauh di dalam (+/- 285 km) sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan infra-struktur (termasuk fasilitas anjungan minyak di lepas pantai) di kota-2 sepanjang Pantura.
Karena siaran interaktif dengan pendengar, penyiar radio sempat membacakan beberapa sms dari pendengar; salah satu sms (yang cukup panjang, dan banyak peristilahan geologi) berasal dari Pak Andang Bachtiar (pasti ini kawan kita arek Malang itu). Pada akhir sms-nya Pak Andang menyinggung lokasi PLTN di dekat Jepara dan Muria, Jawa Tengah. Tanggapan pak Dibyo (kalau tidak salah) bahwa lokasi PLTN yang lebih tepat adalah di P.Karimunjawa (gugusan pulau beberapa ratus km di sebelah utara Semarang) bukan di Semenanjung Muria (P.Jawa). Apakah IAGI ada rencana untuk membuat usulan mengenai lokasi PLTN ini? Salam, Sugeng

