Studi pergeologian untuk PLTN Muria ini sudah pernah dilakukan , paling tidak 
pada waktu menentukan daerah / studi tapak di Jepara tsb pada tahun 90 an oleh 
konsultan dari Jepang ( West Jec ? ) dan beberapa pakar dari DN. dengan 
kesimpulan "Daerah Aman " , Kemudian dg adanya gempa Jogya kemarin juga pernah 
disinggung dg kesimpulan masih aman , bahkan diasumsikan bahwa Instalasi Batan 
yang ada di Jogya pun yg relatif dekat Tidak ada masalah dg gempa Jogya , 
Kemudian dg perkembangan baru ( Gempa Indramayu ini ) apa tidak perlu lagi 
dikaji ulang secara komprehensif. Selama ini memang Inisiatif penelitiannya 
oleh " sochibul bait nya " , oleh karena itu ya 'aman aman " saja , karena ini 
menyangkut Proyek yang sangat strategis secara Nasional , makanya inisiatif 
dari pihak lain ( yang lebih independen ) kayaknya perlu dilakukan ( gimana 
IAGI ? ) , karena masalah ini sekarang lagi hangat hangatnya diperbincangkan 
secara Nasional sehubungan dg krisis energi. dan pemerintah sudah bikin roadmap 
nya dan tahun 2016 akan beroperasi , makanya tidak lama lagi sudah akan masuk 
tahap kontruksi karena pembangunannya diperlukan waktu yg lama.
Usulan untuk memindahkan Lokasi ke daerah utara lagi yang mungkin akan aman thd 
Gempa (?) yaitu  di Kep.Karimunjawa , rasanya sangat sulit , karena produksi 
listrik ini akan dipakai dijawa shg diperlukan kabel bawah laut yang cukup 
panjang.
Sebetulnya yang diperlukan adalah studi yg komprehensif dari berbagai faktor 
secara kwantitatif sehingga hasilnya bisa dipakai oleh para designer PLTN tsb , 
apakah memang harus dipidahkan ( harga mati ) atau masih bisa dibangun dengan 
teknologi tertentu (dari sisi kegempaan ), yang jelas kedepan kebutuhan energi 
tidak bisa ditawar tawar lagi , dan pabrik energi memerlukan waktu yg lama 
untuk memebangunnya

ISM


  Subject: [iagi-net-l] PLTN Muria dan gempa bumi Kamis dinihari


  Rekan-rekan Yth,

  Sehubungan dengan gempa bumi yang terjadi pada Kamis dini hari, yang 
diperkirakan berlokasi di utara Indramayu, sebuah Radio swasta di Jakarta, 
sekitar jam 04.30 wib mewawancarai Pak Dibyo (pakar bencana alam dari Bandung) 
secara interaktif. 
  Dalam wawancara tersebut dikatakan bahwa ternyata di pantai utara Jawa dan 
Laut Jawa juga "tidak bebas" dari gempa bumi yang cukup besar termasuk 
kemungkinan tsunami. Untung episentrum berada jauh di dalam (+/- 285 km) 
sehingga tidak akan menimbulkan kerusakan infra-struktur (termasuk fasilitas 
anjungan minyak di lepas pantai) di kota-2 sepanjang Pantura.

  Karena siaran interaktif dengan pendengar, penyiar radio sempat membacakan 
beberapa sms dari pendengar; salah satu sms (yang cukup panjang, dan banyak 
peristilahan geologi) berasal dari Pak Andang Bachtiar (pasti ini kawan kita 
arek Malang itu). Pada akhir sms-nya Pak Andang menyinggung lokasi PLTN di 
dekat Jepara dan Muria, Jawa Tengah.
  Tanggapan pak Dibyo (kalau tidak salah) bahwa lokasi PLTN yang lebih tepat 
adalah di P.Karimunjawa (gugusan pulau beberapa ratus km di sebelah utara 
Semarang) bukan di Semenanjung Muria (P.Jawa).
  Apakah IAGI ada rencana untuk membuat usulan mengenai lokasi PLTN ini?

  Salam,
  Sugeng

Kirim email ke