Barangkali ada rekan2 IAGI-netter yang belum mengetahui berita di bawah ini. Berita ini kemarin sore ditayangkan RCTI lengkap dengan uji api membakar air berminyak tersebut dan terbakar. Katanya, dalam sehari bisa terkumpul 10 liter minyak yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Sangat menarik. Kabarnya, Pertamina telah melakukan penyelidikan dan menemukan sekitar 10 titik rembesan minyak/sumur berminyak? di wilayah ini.
Kawasan Cigombong terletak tak jauh dari pintu tol Ciawi pada ruas jalan yang menghubungkan Ciawi-Sukabumi. Cigombong terletak diapit oleh dua buah gunungapi Gunung Salak dan Gunung Pangrango. Ini wilayah endapan volkanik kedua gunungapi itu dan di luar wilayah2 perminyakan di dekatnya alias wilayah terbuka. Blok2 perminyakan di dekatnya adalah Blok Citarum Ranhill-Bumi Parahyangan di sebelah utara dan Pertamina Jawa Barat Selatan di sebelah selatan. Kawasan Cigombong jelas masuk ke wilayah Palung/Cekungan/Depresi Bogor, pada wilayah dekat perbatasan dengan Blok Banten di sebelah baratnya. Semua rembesan hidrokarbon di wilayah ini (Blok Banten, Cekungan Bogor, Plato Jampang) akan sangat menarik dan sangat penting dalam eksplorasi hidrokarbon Jawa, khususnya di luar cekungan2 produktif selama ini (Jawa Barat Utara dan Jawa Timurlaut). Bila itu benar rembesan minyak dari bawah, dan benar Pertamina telah melakukan penyelidikan, maka analisis geokimia minyak lengkap akan sangat diperlukan untuk awal evaluasi. Ini minyakbumi, atau minyak hasil sulingan, minyak dari batuan induk apa, umurnya apa, digenerasi dari kematangan berapa, sejarah migrasinya, dan masih banyak lagi pengetahuan akan diperoleh dari analisis geokimia lengkap. Secara bersamaan, geologi wilayah Cigombong harus dievaluasi lebih detail. Bila ada data geofisikanya, sangat baik untuk dipelajari lebih jauh. Kalau benar itu minyakbumi dari bawah, maka status wilayah ini akan menjadi penting. Ada petroleum system aktif di wilayah ini yang sudah menggenerasikan hidrokarbon. Saatnya untuk dikaji lebih jauh oleh para ahli eksplorasi. Potensi hidrokarbon Cekungan Bogor tetap menantang tetapi berharga untuk dikaji lebih jauh, apalagi ada kejadian rembesan atau bocoran seperti ini. Publikasi saya dan rekan2 tentang potensi hidrokarbon Cekungan Bogor dan depresi sambungannya ke timur (Serayu Utara dan Kendeng) bisa dikaji lagi : (1) Satyana et al. (2002) : New Observation on the Evolution of the Bogor Basin, West Java : opportunities for Turbidite HC Play -Buetin Geologi ITB, Vol. 34, No. 3, pp. 101-116; (2) Satyana and Armandita (2004) : Deep-water Play of Java, Indonesia : Regional Evaluation on Opportunities and Risks, Proceedings Inetrnational Geoscience Conference of Deepwater and Frontier exploration in Asia and Australasia, IPA-AAPG, pp. 293-320. Semoga penyelidikan Pertamina membawa kabar positif. Salam, awang Rabu, 25 Juli 2007 17:14 WIB Sumur Mengandung Minyak Ditemukan di Cigombong BOGOR--MIOL: Sumur milik Miah, warga Kampung Siliwangi, Desa Cigombong, Kabupaten Bogor, ditemukan mengandung minyak. Air sumur mengandung minyak itu sebenarnya sudah diketahui sejak tiga bulan lalu. Tidak heran kalau sampai Rabu (25/7), rumah Miah selalu didatangi warga lainnya. Warga penasaran dengan fenomena alam yang terjadi di sumur sedalam 10 meter itu. Banyak warga memisahkan minyak itu dari air dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Berbotol-botol minyak bisa dikumpulkan dari sumur itu. Untuk membuktikan sumur itu mengandung minyak, warga mencelupkan kertas maupun kayu ke dalam air yang diambil dari sumur itu. Kertas maupun kayu yang telah dibasahi air terbakar ketika diberi api. Miah sudah melaporkan hal itu ke pihak kantor Desa Cigombong. Namun belum ada reaksi dari pihak kantor desa maupun dinas terkait. Praktis Miah tidak bisa lagi memanfaatkan air sumurnya untuk mandi, cuci, kakus (MCK), apalagi untuk sumber air minum. Tetapi, warga sekitar Miah juga cemas, jika sumur mereka juga mengalami hal yang sama. Kecemasan mereka, akan terjadi krisis air bersih apalagi sudah memasuki musim kemarau. "Kami takut. Jangan-jangan nanti sumur kami pun ada minyaknya," kata Yuyun warga sekitar. (DD/OL-02). ---------------------------------------- Sumber: Media Indonesia Online <http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?Id=138885>

