Himbauannya masih sama seperti ketika bertemu beliau 2 atau 3 tahun lalu di KL.

"Sekarang ini pilihan karier begitu terbuka. Kita tidak perlu terjebak
dalam narrow nationalism, nasionalisme sempit. Yang penting lakukan
setiap pekerjaan secara profesional. Bangunlah global networking agar
kemudian kita dapat memetik benefit sebagai bangsa,"

rdp

====================================
Indonesia Jangan Jadi Bangsa yang Pesimistis

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0709/11/humaniora/3831481.htm
========================

Sydney, Kompas - Orang Indonesia jangan menjadi manusia, masyarakat,
dan bangsa yang pesimistis. Gunakan kesempatan yang ada di dunia untuk
mengembangkan karier dan kemudian membangun negeri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan harapan tersebut saat
menerima anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Sydney,
Australia, Senin (10/9).

Para pelajar bertemu Presiden untuk menyampaikan rekomendasi setelah
mengadakan pertemuan dua hari untuk membahas topik "Apa yang harus
dilakukan setelah belajar di luar negeri".

Menurut Presiden, sekarang ini tidak perlu terpaku di mana sebaiknya
seseorang bekerja setelah lulus sekolah di luar negeri, apakah harus
kembali ke Tanah Air atau tetap di luar negeri.

Yang jauh lebih penting pilihan itu dilakukan secara rasional dan
jernih, serta tidak pernah mengurangi rasa cinta kepada Tanah Air.

"Sekarang ini pilihan karier begitu terbuka. Kita tidak perlu terjebak
dalam narrow nationalism, nasionalisme sempit. Yang penting lakukan
setiap pekerjaan secara profesional. Bangunlah global networking agar
kemudian kita dapat memetik benefit sebagai bangsa," kata Presiden
yang pagi kemarin didampingi Ny Ani Yudhoyono dan para menteri Kabinet
Indonesia Bersatu.

Pengalaman bangsa-bangsa lain, seperti India, China, dan Jepang,
menunjukkan, mereka mampu membangun negaranya melalui anak-anak
mudanya yang pergi ke luar negeri baik untuk belajar maupun bekerja.

Bangsa India tersebar menjadi tenaga profesional di seluruh dunia.
Setelah berhasil membangun jejaring, mereka kembali untuk membangun
negerinya.

"Bangsa China lain laginya caranya, yakni dengan mengirim anak-anak
mudanya belajar di luar negeri. Setelah itu, mereka diminta kembali
untuk membangun negerinya. Cara yang hampir sama dilakukan Jepang
dengan Restorasi Meiji sehingga menjadikan Jepang yang kuat seperti
sekarang," kata Presiden.

Kepala Negara mengakui setelah krisis ekonomi pada tahun 1997 memang
keadaan ekonomi di dalam negeri tertekan. Lapangan kerja yang bisa
disediakan sangatlah terbatas.

Namun, permintaan bagi tenaga kerja di dunia terbuka luas dan itu
harus bisa dimanfaatkan.

Banyaknya tenaga kerja terdidik yang mampu menjadi profesional yang
baik penting untuk mengubah citra Indonesia sebagai negara penyedia
tenaga kerja kasar. Selama ini dikesankan Indonesia hanya mampu
menyediakan tenaga kerja yang tidak terampil.

Presiden merasa optimistis bangsa Indonesia akan bisa meraih citra
yang positif itu, sepanjang ditopang oleh kepedulian dan komitmen
generasi muda untuk meraih kemajuan dan membangun negeri.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memerhatikan masalah pendidikan,
termasuk memerhatikan rekomendasi dari PPI seperti diberikan
pembebasan fiskal bagi pelajar yang sekolah di luar negeri, adanya
pinjaman untuk biaya sekolah, diberikannya 20 persen anggaran untuk
pendidikan, langkah diplomasi untuk mendapatkan lebih banyak beasiswa
dari negara lain, dan menyederhanakan akreditasi bagi para lulusan di
luar negeri.

"Silakan mengembangkan karier di mana pun. Saya hanya meminta kalau
negara satu saat membutuhkan tenaga kalian, pulanglah untuk memenuhi
panggilan itu. Saya percaya kalian akan melakukan itu," ujar Presiden.
(tom)


-- 
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
EXTENDED ABSTRACT OR FULL PAPER SUBMISSION:
228 papers have been accepted to be presented;
send the extended-abstract or full paper
by 16 August 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke