Gempa sebesar itu mesti banyak gempa susulannya. Itu pula yang menjadi alasan 
mengapa penduduk di Bengkulu dan sekitarnya tidak mau segera kembali ke 
rumahnya masing-masing karena masih dirasakan bumi bergoyang-goyang, lebih 
memilih tidur di bawah tenda di tempat agak tinggi.
   
  USGS juga telah mengoreksi datanya bahwa gempa Bengkulu in berkekuatan 8,2 Mw 
(ekivalen sih dengan 7.9 Mb dan 7.9 SR), dan berpusat di kedalaman 30 km. 
   
  BMG telah mencabut peringatan dininya pada pukul 20.10 WIB tadi atau dua jam 
setelah gempa utama terjadi (18.10 WIB). Memang dilaporkan tidak terjadi 
tsunami di pantai2 Bengkulu-Padang. Juga tak dilaporkan ada tsunami di wilayah2 
lain di Asia Tenggara, Asia Selatan, maupun Australia berdasarkan radio El 
Shinta,VOA, dan BBC dari pukul 20.30 sampai 23.00 WIB.
   
  Mengapa tak ada tsunami ? Kelihatannya ada satu syarat yang tidak dipenuhi, 
yaitu pola pematahan batuannya bukan thrusting, tetapi oblique strike-slip dan 
normal. Tetapi ini harus dicek lagi atas momen tensor solution (focal 
mechanism)-nya. Sayangnya, USGS belum menampilkan data momen tensor 
solution-nya, yang ada hanya historic momen tensor solution untuk gempa2 lama 
yang bervariasi dari thrusting, normal fault, dan strike-slip (thrust dominan).
   
  Saya coba menafsirkan first arrival P-wave-nya dari sekitar 50 seismogram 
yang ditampilkan USGS -kelihatannya tak menunjukkan dominasi thrusting, tetapi 
normal faulting. Kemudian, mengingat bahwa lokasi pusat gempa di splay Mentawai 
Fault yang merupakan pasangan Sumatra Fault dan sama2 dextral faulting, maka 
kemungkinan pematahan batuan dominan secara strike-slip faulting. Strike-slip 
faulting tak menyebabkan tsunami berarti.
   
   
  Secara tektonik, gempa Bengkulu ini terjadi di prisma akresi terangkat yang 
membentuk pulau2 Simeulue-Nias-Mentawai-Enggano, tepat pada splay Mentawai 
Fault - sesar yang memisahkan prisma akresi Sumatra dengan forearc basement 
Sumatra. Lokasi ini sejalur dengan lokasi gempa Aceh 26 Desember 2004. Mengapa 
gempa Aceh menimbukan tsunami sedangkan gempa Bengkulu ini tidak ? Jawabannya 
terletak pada pematahan batuan kedua gempa itu. Gempa Aceh terjadi di 
percabangan sesar  (horse tail) Mentawai Fault yang membentuk restraining bend, 
sehingga wilayah ini kompresif dan saat ditekan oleh konvergensi lempeng akan 
cenderung thrusting. Sementara itu, gempa Bengkulu ini benar2 terjadi di 
strike-slip fault Mentawai yang peluang2 terbentuknya thrusting tidak terlalu 
besar.
   
  salam,
  awang
   
  
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Baru saja aku menuliskan di Blog ternyata gempanya masih susul menyusul,
saat ini dengan kekuatan 6 M
http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Maps/10/100_-5.php

RDP

> > > *****************************************************************
> > > TSUNAMI WATCH INFORMATION (TWI) IS PROVIDED TO THE COUNTRIES OF
> > > THE INDIAN OCEAN REGION FROM JMA IN COOPERATION WITH PTWC OF US
> > > ON AN INTERIM BASIS PRIOR TO THE ESTABLISHMENT OF THE TSUNAMI
> > > EARLY WARNING SYSTEM IN THE REGION. TWI SHOULD BE REGARDED AS A
> > > REFERENCE MATERIAL FOR THE DISASTER PREVENTION AUTHORITIES OF THE
> > > RECIPIENT COUNTRIES TO ISSUE TSUNAMI WARNINGS ON THEIR OWN
> > > INITIATIVE AND RESPONSIBILITY.
> > > *****************************************************************
> > >
> >
> >
> > _______________________________________________
> > Joint Convention Bali 2007
> > HAGI - IAGI - IATMI
> >
> > Secretariat :
> > ETTI (Exploration Think Tank Indonesia)
> > Jln. Tebet Barat Dalam III no.2-B
> > Jakarta 12810 Indonesia
> > Phone +62-21-8356276
> > Fax +62-21-83784140
> > _______________________________________________
> > The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
> > [EMAIL PROTECTED]
> > www.hagi.or.id
> >
>
>
>
> --
> http://rovicky.wordpress.com/




-- 
http://rovicky.wordpress.com/


       
---------------------------------
 Check out  the hottest 2008 models today at Yahoo! Autos.

Kirim email ke