Menurut saya, "potensi tsunami" tidak terlalu menakutkan. Yang lebih menakutkan adalah "ramalan" bahwa akan banyak lagi gempa besar bergerak menyisir bagian selatan Indonesia dalam waktu dekat.
Mengapa kata "potensi" jadi menakutkan? Mungkin karena minimnya latihan seperti "fire drill" yang biasa dilakukan di kantor2. Kalau masyarakat terlatih, kata "potensi" tidak akan menimbulkan kepanikan tapi akan diterima sebagai "warning" untuk keselamatan diri sendiri, dan selayaknya diberikan ucapan terima kasih. Dari pada pusing mikirin istilah yang "nyaman" bagi masyarakat, mendingan dikasih tahu, ini lho ada bahaya, kalau ada bahaya seperti ini mesti begini ni ni ni, begitu tu tu tu .... (meminjam lagu Benyamin Sueb). LL -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Budi Waluyo Sent: Monday, September 17, 2007 11:18 AM To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Subject: Re: [Forum-HAGI] Jawa Berpotensi Diguncang Gempa 9 SR Dear All, Salah satu tugas dari BMG adalah memonitor, menganalisa dan menginformasikan kejadinya gempa bumi di Indonesia dan Asean, karena BMG menjadi Asean Earthquake Information Center (AEIC). Jadi BMG tidak pernah mengeluarkan prediksi gempa. Nah untuk antisipasi jika gempa menimbulkan tsunami, maka jika ada gempa dengan kriteria sbb: M > 6.3 SR depth < 60 km lokasi di Laut maka info gempanya diberi tambahan "Potensi TSUNAMI utk dtrskn pd msyrkt" Pengiriman info gempa tsb via sms, ranet dan fax. Nah sebenarnya BMG sedang mencari kata2 yang tidak menakutkan masyarakat. apakah kata " Potensi TSUNAMI" perlu diganti dengan kata yang lain ??? misalnya : " dpt menimbulkan TSUNAMI" Mohon masukan yang membangun. ------Original Mail------ From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>, "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Mon, 17 Sep 2007 05:50:55 +0800 Subject: [Forum-HAGI] Jawa Berpotensi Diguncang Gempa 9 SR Setelah kejadian Tsunami Pangandaran, banyak para ahli yang berbalik haluan dalam memberikan peringatan. Kalau sebelumnya dengan sebuah ungkapan menenangkan saat ini dengan ungkapan "peringatan", walau kadang terdengar "menakutkan". Tapi semestinya bisa diberikan penjelasan wajar, gimana ya caranya ? supaya tidak bernada/mengundang kepanikan. rdp ================================== Jawa Berpotensi Diguncang Gempa 9 SR http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/092007/16/0102.htm BANDUNG, (PR).- Masyarakat diminta waspada atas gempa dengan magnitude berkekuatan besar yang berpotensi mengguncang Pulau Jawa. Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprediksi gempa berkekuatan 9 pada Skala Richter (SR) bisa terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera. Hal itu diakui Kepala BMG Stasiun Kelas I Bandung Hendri Subakti, ketika dihubungi lewat telefon, Sabtu (15/9) malam. "Potensi gempa memang ada, termasuk prediksi kekuatannya. Namun, sampai sejauh ini kapan terjadinya, tidak dapat diprediksi," ujar Hendri Subakti. Kepala Bidang Seismologi Teknis dan Tsunami BMG, Ir. Fauzi dalam seminar "Mewaspadai Gempa Berantai di Indonesia" di Jakarta mengatakan, potensi gempa berkekuatan 9 SR itu bisa terjadi di Jawa dan Sumatera. Untuk mengantisipasi, selain membangun stasiun seismik tambahan, BMG juga akan membagi Indonesia dalam enam zona pengawasan gempa. Pembagian zona diatur berdasarkan potensi aktif gempa yang akan terjadi sampai daerah yang dianggap paling stabil, belum mengalami gempa. Misalnya, pantai barat Sumatera masuk dalam kategori zona sangat aktif, sementara Kalimantan masuk dalam kategori daerah stabil. Wilayah Papua bagian utara juga masuk dalam kategori zona seismik aktif. BMG, juga akan terus melakukan perapatan pengamatan dengan membangun 76 dari total 160 stasiun seismik yang direncanakan. "Hal itu dilakukan untuk mendeteksi gempa lebih dini, sehingga dapat meminimalisasi kerugian materi maupun korban jiwa ketika bencana alam terjadi," ungkap Fauzi. Minta naik Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berharap, DPR dapat menyetujui kenaikan dana tanggap darurat Rp 800 miliar untuk tahun 2008 yang diajukan Depsos. Dengan dana sebesar itu, diharapkan Depsos akan lebih mampu menanggulangi bencana, termasuk gempa bumi dengan lebih baik lagi. "Kalau teman-teman DPR menyetujui Rp 800 miliar saja, maka kemampuan Depsos cukup luar biasa," ungkap Bachtiar dalam acara diskusi obrolan Sabtu, di Jakarta, Sabtu (15/9). Menurut dia, kenaikan dana tanggap darurat itu akan dialokasikan untuk melipatkan anggaran bencana di daerah-daerah yang berpotensi terkena bencana alam. "Jadi, untuk daerah-daerah yang sering terkena gempa akan dilipatkan stoknya, baik dalam pasokan makanan, maupun perlatan bantuan lainnya," ujar Bachtiar. Bachtiar mengemukakan, tahun lalu dana tanggap darurat di Depsos berkisar Rp 400 miliar. Hal itu masih kurang, karena banyaknya kejadian-kejadian bencana alam yang melanda tanah air. Ia pun mengklarifikasi bahwa Depsos mempunyai anggaran Rp 1,2 triliun untuk tanggap darurat bencana. "Anggaran Rp 1,2 triliun itu sebenarnya ada di Departemen Kesra, bukan milik Depsos," kata Bachtiar. Mensos pun meminta agar para gubernur berada di daerahnnya masing-masing jika terjadi bencana supaya proses pengambilan keputusan untuk korban bencana, bisa dilakukan cepat. "Saya bersyukur, Gubernur Bengkulu sudah kembali dari AS, sehingga koordinasi dan penaggung jawab di lapangan menjadi lebih tegas dan jelas," kata Bachtiar. Rp 2,7 triliun Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, pemerintah akan menggunakan sebagian dana pos anggaran bencana dari APBN-P 2007 yang jumlahnya sekitar Rp 2,7 triliun, untuk mengatasi dampak dari bencana yang terjadi di Bengkulu dan Sumatra Barat (Sumbar). Menurut Paskah, Presiden telah meminta Bappenas menghitung dampak kerugian yang ditimbulkan bencana berkekuatan 7,9 SR di Bengkulu itu. "Kami (Bappenas-red) meminta waktu 7-10 hari untuk membuat laporan dan evaluasi di lapangan, yang dapat dijadikan pemerintah untuk mengeluarkan anggaran," katanya. Paskah menjelaskan, penanganan korban gempa, tempat-tempat pengungsian, pengiriman bahan-bahan makanan, dan pengobatan berlangsung dengan baik. Bahkan, bahan makanan dan obat-obatan terus mengalir. Wapres Jusuf Kalla mengatakan, bencana gempa di Bengkulu tidak separah di Aceh dan Yogayakarta, sehingga tidak perlu meminta bantuan luar negeri. Selain itu, wapres menilai bahwa pemerintah masih bisa mengatasi bencana di Bengkulu dengan sumber daya yang ada. Namun, wapres pun tidak menampik jika ada pihak luar yang ingin menyumbang bantuan terhadap bencana gempa itu. "Jika ada yang mau menymbang, ya artinya terbuka saja, tapi kita tidak meminta," kata Kalla. Kalla mengatakan, gemba di Bengkulu tentu akan ditanggulangi dengan treatment yang sama. Para korban kan mendapat santunan untuk memperbaiki rumah dan lain-lain."Seperti di Yogya yang dibantu dengan perbaikan rumah, maka di Bengkulu pun sama. Hanya saja tergantung keadaannya," kata Kalla. (A-130/A-158/A-156)*** -- http://rovicky.wordpress.com/ _______________________________________________ Joint Convention Bali 2007 HAGI - IAGI - IATMI Secretariat : ETTI (Exploration Think Tank Indonesia) Jln. Tebet Barat Dalam III no.2-B Jakarta 12810 Indonesia Phone +62-21-8356276 Fax +62-21-83784140 _______________________________________________ The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. [EMAIL PROTECTED] www.hagi.or.id _______________________________________________ Joint Convention Bali 2007 HAGI - IAGI - IATMI Secretariat : ETTI (Exploration Think Tank Indonesia) Jln. Tebet Barat Dalam III no.2-B Jakarta 12810 Indonesia Phone +62-21-8356276 Fax +62-21-83784140 _______________________________________________ The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list. [EMAIL PROTECTED] www.hagi.or.id ---------------------------------------------------------------------------- JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

