Bagimana dg rencana dua Gubernur Banten - Lampung yg akan membangun
Jembatan Jawa-Sumatera , kalau melihat Potensi bahaya geologinya sangat
besar didaerah tsb.hampir semua Potensi bahaya geologi ada di daerah
tsb.Kalau di jepara ( PLTN ) yang potensinya masih meragukan saja sudah
ramai apalagi didaerah selat sunda ini ya. sebetulnya proyek ini sudah
didengungkan sejak era delapan puluhan , dimana ada dua pilihan apakah
lewat terowongan bawah laut atau jembatan diatas laut dg panjang bisa
mencapai 90 Km karena laur pelayaran disini cukup ramai.Kalau jadi dibangun
mungkin bisa menjadi Forum perdebatan berbagai ilmu terutama geosain dan
kontruksi.
ISM
Menurut saya, "potensi tsunami" tidak terlalu menakutkan. Yang lebih
menakutkan adalah "ramalan" bahwa akan banyak lagi gempa besar bergerak
menyisir bagian selatan Indonesia dalam waktu dekat.
Mengapa kata "potensi" jadi menakutkan? Mungkin karena minimnya latihan
seperti "fire drill" yang biasa dilakukan di kantor2. Kalau masyarakat
terlatih, kata "potensi" tidak akan menimbulkan kepanikan tapi akan diterima
sebagai "warning" untuk keselamatan diri sendiri, dan selayaknya diberikan
ucapan terima kasih.
Dari pada pusing mikirin istilah yang "nyaman" bagi masyarakat, mendingan
dikasih tahu, ini lho ada bahaya, kalau ada bahaya seperti ini mesti begini
ni ni ni, begitu tu tu tu .... (meminjam lagu Benyamin Sueb).
LL
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of
Budi Waluyo
Sent: Monday, September 17, 2007 11:18 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Subject: Re: [Forum-HAGI] Jawa Berpotensi Diguncang Gempa 9 SR
Dear All,
Salah satu tugas dari BMG adalah memonitor, menganalisa dan menginformasikan
kejadinya gempa bumi di Indonesia dan Asean, karena BMG menjadi Asean
Earthquake
Information Center (AEIC). Jadi BMG tidak pernah mengeluarkan prediksi
gempa.
Nah untuk antisipasi jika gempa menimbulkan tsunami, maka jika ada gempa
dengan kriteria sbb:
M > 6.3 SR
depth < 60 km
lokasi di Laut
maka info gempanya diberi tambahan "Potensi TSUNAMI utk dtrskn pd msyrkt"
Pengiriman info gempa tsb via sms, ranet dan fax.
Nah sebenarnya BMG sedang mencari kata2 yang tidak menakutkan masyarakat.
apakah kata " Potensi TSUNAMI" perlu diganti dengan kata yang lain ???
misalnya : " dpt menimbulkan TSUNAMI"
Mohon masukan yang membangun.
------Original Mail------
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>,
"Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Mon, 17 Sep 2007 05:50:55 +0800
Subject: [Forum-HAGI] Jawa Berpotensi Diguncang Gempa 9 SR
Setelah kejadian Tsunami Pangandaran, banyak para ahli yang berbalik
haluan dalam memberikan peringatan. Kalau sebelumnya dengan sebuah
ungkapan menenangkan saat ini dengan ungkapan "peringatan", walau
kadang terdengar "menakutkan".
Tapi semestinya bisa diberikan penjelasan wajar, gimana ya caranya ?
supaya tidak bernada/mengundang kepanikan.
rdp
==================================
Jawa Berpotensi Diguncang Gempa 9 SR
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/092007/16/0102.htm
BANDUNG, (PR).-
Masyarakat diminta waspada atas gempa dengan magnitude
berkekuatan besar yang berpotensi mengguncang Pulau Jawa.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memprediksi gempa
berkekuatan 9 pada Skala Richter (SR) bisa terjadi di Pulau Jawa dan
Sumatera.
Hal itu diakui Kepala BMG Stasiun Kelas I Bandung Hendri Subakti,
ketika dihubungi lewat telefon, Sabtu (15/9) malam.
"Potensi gempa memang ada, termasuk prediksi kekuatannya.
Namun, sampai sejauh ini kapan terjadinya, tidak dapat diprediksi,"
ujar Hendri Subakti.
Kepala Bidang Seismologi Teknis dan Tsunami BMG, Ir. Fauzi dalam
seminar "Mewaspadai Gempa Berantai di Indonesia" di
Jakarta mengatakan, potensi gempa berkekuatan 9 SR itu
bisa terjadi di Jawa dan Sumatera.
Untuk mengantisipasi, selain membangun stasiun seismik tambahan, BMG
juga akan membagi Indonesia dalam enam zona pengawasan
gempa. Pembagian zona diatur berdasarkan potensi aktif
gempa yang akan terjadi sampai daerah yang dianggap paling stabil,
belum mengalami gempa. Misalnya, pantai barat Sumatera
masuk dalam kategori zona sangat aktif, sementara
Kalimantan masuk dalam kategori daerah stabil. Wilayah Papua bagian
utara juga masuk dalam kategori zona seismik aktif.
BMG, juga akan terus melakukan perapatan pengamatan dengan membangun
76 dari total 160 stasiun seismik yang direncanakan. "Hal
itu dilakukan untuk mendeteksi gempa lebih dini, sehingga
dapat meminimalisasi kerugian materi maupun korban jiwa ketika bencana
alam terjadi," ungkap Fauzi.
Minta naik
Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berharap, DPR dapat menyetujui
kenaikan dana tanggap darurat Rp 800 miliar untuk tahun
2008 yang diajukan Depsos. Dengan dana sebesar itu,
diharapkan Depsos akan lebih mampu menanggulangi bencana, termasuk
gempa bumi dengan lebih baik lagi. "Kalau teman-teman DPR
menyetujui Rp 800 miliar saja, maka kemampuan Depsos cukup
luar biasa," ungkap Bachtiar dalam acara diskusi obrolan Sabtu, di
Jakarta, Sabtu (15/9).
Menurut dia, kenaikan dana tanggap darurat itu akan dialokasikan untuk
melipatkan anggaran bencana di daerah-daerah yang
berpotensi terkena bencana alam. "Jadi, untuk
daerah-daerah yang sering terkena gempa akan dilipatkan stoknya, baik
dalam pasokan makanan, maupun perlatan bantuan lainnya,"
ujar Bachtiar.
Bachtiar mengemukakan, tahun lalu dana tanggap darurat di Depsos
berkisar Rp 400 miliar. Hal itu masih kurang, karena
banyaknya kejadian-kejadian bencana alam yang melanda
tanah air. Ia pun mengklarifikasi bahwa Depsos mempunyai anggaran Rp
1,2 triliun untuk tanggap darurat bencana. "Anggaran Rp
1,2 triliun itu sebenarnya ada di Departemen Kesra, bukan
milik Depsos," kata Bachtiar.
Mensos pun meminta agar para gubernur berada di daerahnnya
masing-masing jika terjadi bencana supaya proses
pengambilan keputusan untuk korban bencana, bisa dilakukan cepat.
"Saya bersyukur, Gubernur Bengkulu sudah kembali dari AS,
sehingga koordinasi dan penaggung jawab di lapangan
menjadi lebih tegas dan jelas," kata Bachtiar.
Rp 2,7 triliun
Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, pemerintah akan
menggunakan sebagian dana pos anggaran bencana dari APBN-P
2007 yang jumlahnya sekitar Rp 2,7 triliun, untuk
mengatasi dampak dari bencana yang terjadi di Bengkulu dan Sumatra
Barat (Sumbar).
Menurut Paskah, Presiden telah meminta Bappenas menghitung dampak
kerugian yang ditimbulkan bencana berkekuatan 7,9 SR di
Bengkulu itu. "Kami (Bappenas-red) meminta waktu 7-10 hari
untuk membuat laporan dan evaluasi di lapangan, yang dapat dijadikan
pemerintah untuk mengeluarkan anggaran," katanya.
Paskah menjelaskan, penanganan korban gempa, tempat-tempat
pengungsian, pengiriman bahan-bahan makanan, dan
pengobatan berlangsung dengan baik. Bahkan, bahan makanan dan
obat-obatan terus mengalir.
Wapres Jusuf Kalla mengatakan, bencana gempa di Bengkulu tidak separah
di Aceh dan Yogayakarta, sehingga tidak perlu meminta
bantuan luar negeri. Selain itu, wapres menilai bahwa
pemerintah masih bisa mengatasi bencana di Bengkulu dengan sumber daya
yang ada.
Namun, wapres pun tidak menampik jika ada pihak luar yang ingin
menyumbang bantuan terhadap bencana gempa itu. "Jika ada
yang mau menymbang, ya artinya terbuka saja, tapi kita
tidak meminta," kata Kalla.
Kalla mengatakan, gemba di Bengkulu tentu akan ditanggulangi dengan
treatment yang sama. Para korban kan mendapat santunan
untuk memperbaiki rumah dan lain-lain."Seperti di Yogya
yang dibantu dengan perbaikan rumah, maka di Bengkulu pun
sama. Hanya saja tergantung keadaannya," kata Kalla.
(A-130/A-158/A-156)***
--
http://rovicky.wordpress.com/
_______________________________________________
Joint Convention Bali 2007
HAGI - IAGI - IATMI
Secretariat :
ETTI (Exploration Think Tank Indonesia)
Jln. Tebet Barat Dalam III no.2-B
Jakarta 12810 Indonesia
Phone +62-21-8356276
Fax +62-21-83784140
_______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[EMAIL PROTECTED]
www.hagi.or.id
_______________________________________________
Joint Convention Bali 2007
HAGI - IAGI - IATMI
Secretariat :
ETTI (Exploration Think Tank Indonesia)
Jln. Tebet Barat Dalam III no.2-B
Jakarta 12810 Indonesia
Phone +62-21-8356276
Fax +62-21-83784140
_______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[EMAIL PROTECTED]
www.hagi.or.id
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data
or profits, arising out of or in connection with the use of any information
posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits,
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
---------------------------------------------------------------------