Menarik sekali cerita mas Awang ini...
Tahun 81 aku pernah memetakan lembar Jember, biasa ... mahasiswa
dikaryakan untuk menghasilkan sesuatu yang berharga dan bermanfaat,
rasanya berat harus memasuki kawasan cagar alam Meru-Betiri, mencari
granit Merawan, yang kadang ketemu macan tutul (belum macan Jawa mah..),
malem Minggu ditengah hutan, terbayang orang lain lagi enak2 bermalam
mingguan, ini mah flying camp dipinggir sungai... sedih tapi senang,
mungkin idealisme geologistnya masih ada.  Begitu masuk FMI ketemu
metamorf, metasomatik, masih pusing 7 keliling, tapi begitu melihat
slicken-side senengnya setengah mati, di elus diraba, dilihat dari jauh,
wah .... nikmatnya jadi geologist.
Kalau ketemu geologist yang seneng di kantor, aku bilang geologist
kantoran atau geologist salon.....
Tahun 90an meskipun komputer sudah maju, tetep saja dikerek sama sling
disuruh turun dihutan, untuk apa?, cari batu, cari singkapan....
Mudah2an jaman sudah maju, geologist tetep saja harus bisa membedakan
antara andesit dengan diorit atau monzonit...
Sampe sekarang aku masih ngantongin streak plate untuk bedain ilmenit
sama hematit.....
Bravo lah geologist ..... selanjutnya terserah anda...  

Regards/Salam,

Md. Johaness Djuharlan - 003185
PT Freeport Indonesia
Tembagapura 99930


"Life is tough, but keep smile while you are on it"
"Mangan ora mangan kumpul, kumpul karo mangan-mangan".
Disclaimer:  This email (including any attachments to it) is
confidential, used for internal FMI only.

 

-----Original Message-----
From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, September 17, 2007 4:54 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Pemetaan Geologi Bersistem Wilayah Indonesia

Teman-teman seangkatan saya, yang lebih senior, dan yang lebih junior
daripada saya yang pernah mempunyai tugas sarjana muda dan sarjana
memetakan geologi suatu wilayah di Indonesia pasti akrab dengan istilah
pemetaan bersistem. Dulu saat saya masih kuliah di Geologi Unpad
(1983-1989), si mahasiswa saat kuliah akan melakukan pemetaan geologi
dua kali : saat sarjana muda 25 km2 (5 x 5 km), dan saat sarjana 100 km2
(10 x 10 km). Ini adalah saat-saat yang berat dalam segala hal (energi,
waktu, dana); tetapi manfaatnya pun luar biasa. Geologi harus berasal
dari lapangan. Problematika geologi berasal dari lapangan, dan mencari
pemecahan atas problematika itu pun ada di lapangan. 

Dst .. dst .. 



----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke