Pak Koesoema,
Dalam dua tahun terakhir ini Pembuang Basin ada yang melirik lagi. Dalam beberapa kesempatan saya pernah berdiskusi dengan geologists yang sedang mencoba "mematangkan" cekungan ini. Semangatnya boleh juga, walaupun terus terang risikonya tinggi. Tetapi, apa yang mereka sebut sebagai Pembuang Basin, dalam pandangan saya itu masih lereng barat Barito Basin. Dari peta geologi permukaan, di sebelah selatan baratdaya Palangkaraya ada Formasi Dahor (Pliosen) tersingkap memanjang SBD-UTL; padahal di sekitarnya adalah endapan Kuarter. Di bawahnya berarti ada tinggian basement memanjang SBD-UTL. Inilah yang diyakini sebagai batas antara Barito Basin ke sebelah timur, dan Pembuang Basin ke sebelah barat. Kebetulan juga, pembagian cekungan yang ada membatasi Pembuang Basin dari SBD Palangkaraya ke arah barat sampai sekitar Pangkalanbun dan Sungai pembuang. Awal tahun 1990-an, Huffco beroperasi di antara lereng barat Barito Basin dan bagian timur Pembuang Basin. Tak sampai lima tahun, mereka mengembalikan wilayahnya secara total sebab tak ada yang bisa dibor. Tak ada struktur, tak ada kitchen. Ada seismik, tetapi belum masuk ke wilayah proper Pembuang Basin. Sedimen Pembuang Basin sangat tipis. Apakah ia layak disebut cekungan sedimen, bisa kita lihat lagi. Karena jauh dari pusat tektonik dan sebagai intra-cratonic basin yang stabil, tak ada struktur berkembang. Juga, karena sedimennya tipis, tak ada kematangan yang cukup untuk generasi hidrokarbon. Proper Pembuang Basin (dari Palangkaraya ke sebelah barat sampai Sungai Pembuang berdasarkan pembagian sekarang) berisiko besar. Data gravity menunjukkan itu tinggian. Tak ada data seismik, data seismik yang ada hanya di sebelah timur Palangkaraya yang masih masuk ke lereng barat Barito Basin. Proper Pembuang Basin belum pernah dibor. Tetapi, di Tanjung Malatayur, hampir 50 km sebelah barat Banjarmasin, atau di batas timur Pembuang Basin/batas barat Barito Basin; terdapat seepages minyak dan dilaporkan masyarakat di sana bahwa Belanda pernah mengebor dua sumur di sana (AS-506 dan AS-508). Dan di Desa Tanjung Kramat, masih sekitar sini juga, terdapat suatu tempat yang penduduknya menyebut "danau minyak". Di wilayah Desa ini banyak alur2 sungai kering (creek) yang dari celah2 lumpur dasar sungainya mengeluarkan minyak. Di sekitar Pulangpisau di aliran Sungai Kahayan ditemukan juga gas seepages. Yang saya sebutkan di atas sebenarnya sudah masuk ke domain paling barat dari Barito Basin. Kalau benar itu semuanya seepages (kelihatannya iya, sebab di foto2nya dibakar dan menyala); maka ternyata jauh benar jarak migrasi hidrokarbon bisa sampai ke batas antara Pembuang Basin dan Barito Basin; sebab di dekatnya tak ada dalaman setempat yang bisa menggenerasikan hidrokarbon. Proper Pembuang Basin (dari Palangkaray-Sungai Pembuang) sedimennya dari timur ke barat makin menipis, dan betul bahwa di beberapa tempat granit Schwaner tersingkap, juga beberapa volcanic outcrop yang lebih muda. Belanda pun tak pernah mengerjakan wilayah ini selain pemetaan permukaan secara setempat2. Mengenai Pembuang Basin adalah mythos, saya menemukan publikasi2 yang tak sepakat menarik batas antara Pembuang dan Barito basins. Yang saya sebutkan di atas (Palangkaraya ke SBD) sebagai batas timur Pembuang itu berdasarkan publikasi resmi pembagian cekungan (IAGI, 1985) yang harus kita lihat lagi. Publikasi lama awal tahun 1970an menaruh batas bahwa batas timur Pembuang Basin adalah Sungai Pembuang (jauh lebih ke barat daripada Palangkaraya). Kalau kita menentukan berapa tebal miinimum sedimen suatu cekungan, dan telah kita tentukan di mana sebenarnya batas Pembuang Basin; lalu Cekungan Pembuang tak lolos passing grade ini, ya mungkin Pembuang Basin mesti kita "buang" dari inventory cekungan2 sedimen di Indonesia. Sumur yang Pak Koesoema sebutkan di offshore selatan Barito itu masih benar2 di terusan Barito Basin ke selatan (Tabanio-1, Ashland 1971, dry). Salam, awang -----Original Message----- From: R.P. Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, September 19, 2007 5:20 C++ To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Pembuang Basin Sdr. Awang: Apakah anda mengetahui mengenai Pembuang Basin di Kalimantan Tengah? Cekungan ini selalu muncul pada peta2 cekungan Indonesia, termasuk peta Hamilton, IAGI, Pertamina dsb. Setahu saya pada daerah aliran Pembuang sudah tersingkap batuan granit (saya pernah menyuruh orang survey geologi di sana pada tahun 90-han). Apakah sebenarnya ada "real data" yang menyatakan adanya cekungan sediment disana seperti seismic, gravity, aeromagnetic? Ada seorang geologist yang menasehati suatu perusahaan mengambil block disana dengan joint study yang bersikukuh bahwa di cekungan ini "Belanda" pernah membor dan mendapatkan minyak bahkan hulu casingnya masih ada. Yang saya tahu memang offshore ada pemboran di tahun 70-an, tetapi jauh ke selatan (di ujung utara Muriah trough) Barangkali Pembuang Basin ini adalah mythos belaka? Wassalam RPK ---------------------------------------------------------------------------- JOINT CONVENTION BALI 2007 The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, Bali Convention Center, 13-16 November 2007 ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

