Rekan-rekan IAGI dan HAGI yang budiman,

Alhamdulilah, Pak Untung yang sangat kita cintai dan hormati ternyata telah 
keluar dari RS Hasan Sadikin Bandung pada hari Jum'at 28 September yang lalu 
setelah dirawat 8 hari di rumah sakit tersebut. Kemaren siang mang Okim dan 
neng Ai sempat menengok beliau di rumah kediaman di Komplek Geologi Jl. Situ 
Batu III / D2 Buah Batu Bandung ( tel. 022-7301339 ). Beliau bisa berkomunikasi 
dengan baik , lewat telpon ataupun berhadapan langsung , dan wajah beliau 
tampak sudah mulai segar dan bersinar.

Walaupun demikian, sejauh pengamatan mang Okim,  keadaan beliau masih sangat 
lemah. Kaki beliau masih belum bisa dibuat jalan ( kekurangan garam kalium  
atau natrium ?). Menurut keterangan Bu Rafi, beberapa hari sebelum masuk rumah 
sakit, Pak Untung yang ahli mesjid dan disiplin berpuasa, memang sudah sering 
jatuh. Hal ini diperparah oleh sangat sedikitnya makanan yang  dikonsumsi Pak 
Untung sehingga dokter berkesimpulan kurang gizi. Detik jantung beliau sewaktu 
di rumah sakit pernah mencapai hampir 140 / menit. Dan kalau tidak cepat 
terdeteksi, Pak Untung bisa ketambahan penyakit pneumonia.

Pada saat ini Pak Untung berada dalam pengawasan 3 dokter spesialis, 
masing-masing  di bidang penyakit  jantung,  paru-paru, dan ginjal.

Rekan-rekan IAGI yang budiman,

Sejak hampir 2 mingguan sampai kemaren, baik Pak Untung ataupun Bu Rafi belum 
sempat membuka e-mail IAGI. Mang Okim ceritakan betapa banyaknya rekan-rekan 
IAGI dan HAGI yang mengirim e-mail simpati atas sakitnya Pak Untung dan 
mendoakan untuk kesembuhan beliau. Mungkin Bu Rafi telah mem-print email 
rekan-rekan dan menunjukkannya ke Pak Untung untuk sekedar memberikan 
penghiburan kepada beliau .

Kepada rekan-rekan IAGI dan HAGI, marilah kita tak jemu-jemunya mengirimkan doa 
ke hadirat Allah SWT untuk kesembuhan Pak Untung . Dan kita kirimkan juga do'a 
untuk Bu Rafi Untung dan keluarga, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan 
dalam mendampingi dan merawat Pak Untung menuju kesembuhannya . Amiin ya Robbul 
Alamin.

Wassalam,

Mang Okim 















Kirim email ke