Penyebab kepunahan mammoth, binatang besar lainnya dan manusia zaman
batu pada 13.000 tahun yang lalu (Ya -years ago) merupakan salah satu
perdebatan seru dalam sains. Tiga penyebab kepunahan mammoth yang selama
ini sering didiskusikan meliputi : perburuan yang berlebihan, perubahan
iklim, dan munculnya virus yang mematikan. 

 

Hasil penelitian tim riset internasional (Amerika, Belanda, Hongaria)
yang baru-baru ini dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy
of Sciences (Agustus, 2007), Discover Magazine (Agustus, 2007), Jurnal
Inside NAU-Northern Arizona University vol. 4, no. 37, 26 September
2007, dan liputan the National Geographic Channel (Minggu 7 Oktober
2007) mengemukakan faktor lain sebagai penyebab kepunahan massa pada
ujung Zaman Es itu. Dalam tim tersebut terdapat dua geologist dari
Northern Arizona University, Ted Bunch - profesor geologi dan peneliti
NASA untuk impact craters, dan Jim Wittke - analis material geologi.
Bunch dan Wittke melaporkan bahwa penyebab kepunahan mammoth adalah
sebuah komet atau objek ruang angkasa lain berdensitas rendah yang
hendak menghantam Bumi tetapi meledak di lapisan atmosfer atas. Ledakan
ini telah membakar dan gelombang kejutnya telah menekan makhluk hidup
yang ada pada saat itu (binatang besar dan manusia), juga kemudian
ledakan ini telah menyebabkan musim dingin - nuclear winter.

 

Extraterrestrial impact pada hampir 13.000 tahun yang lalu ini (tepatnya
12.900 tahun yang lalu) telah menyebabkan mass extinction pada ujung
Zaman Es. Tak ada kawah benturan yang telah ditemukan akibat
extraterrestrial impact ini. Para peneliti mengatakan bahwa komet
tersebut berdiameter 4-5 km, meledak 60-100 km di atmosfer, menyebabkan
kebakaran, massive shockwave, dan drastic cooling effect di hampir
seluruh Amerika Utara dan Eropa Utara. Komet ini ketika mendekati Bumi
terpecah-pecah menjadi beberapa bagian, kemudian masing-masing
pecahannya meledak di berbagai tempat di atas kedua benua tersebut.

 

Bukti rentetan ledakan ini muncul dari lapisan jelaga (black mat)
setebal 10 cm berumur 12.900 tahun yang kaya akan karbon yang muncul di
seluruh Kanada, Greenland, dan Eropa, juga sampai ke California dan
Carolina. Semua bukti tentang adanya mammoth, binatang besar lainnya,
dan sisa2 peninggalan manusia dari kebudayaan Clovis ditemukan di bawah
lapisan jelaga ini; tetapi fosil dan artefak ini menghilang begitu
memasuki lapisan jelaga dan di atasnya. Kondisi ini telah menggiring
para peneliti kepada kesimpulan bahwa Bumi pada 13.000 tahun yang lalu
telah dibentur oleh sebuah objek extraterrestrial yang meninggalkan
lapisan jelaga di mana-mana, dan benturan ini telah memunahkan sebagian
besar makhluk hidup yang hidup pada Kala Plistosen. Pada ujung Kala
Plistosen, wilayah benua2 sebelah utara dijelajahi oleh mammoth berbulu
tebal bersama binatang besar lainnya (giant sloth, harimau bergigi
pedang/saber-toothed cats), singa, tapir, unta, dan teratorn - elang
dengan bentangan sayap selebar 5 meter. Manusia zaman batu hidup
bersamaan dengan mereka.

 

Lapisan jelaga atau black mat ini terbentuk dengan cara terbendungnya
air kemudian ditumbuhi ganggang yang kaya akan karbon, jelaga, dan
sisa-sisa karbon dari bahan terbakar. Para peneliti telah menemukan
banyak benda yang disebut fullerenes, yaitu benda bulat berkisi-kisi
karbon sperti bola kaki, yang terbentuk oleh gelombang kejut di luar
atmosfer Bumi. Terperangkap di dalam fullernes adalah konsentrasi isotop
Helium-3 yang ukuran atomnya berkali-kali lebih besar daripada yang
ditemukan di atmosfer Bumi. Lapisan black mat ini juga mengandung
nanodiamonds, yaitu benda yang terbentuk di medium antarbintang di luar
Tata Surya, atau oleh sebuah ledakan yang berdaya ledak tinggi. Bunch
mengatakan bahwa kekuatan ledakan ini sekitar 10 juta megaton (bom
hidrogen masa kini punya kekuatan 100-1000 megaton).

 

Ledakan ini diyakini telah mendestabilasi lapisan es luas Laurentide Ice
Sheet yang sekarang merupakan sebagian besar wilayah Amerika Utara dan
Kanada. Panas dari ledakan ini dan kebakaran masif di permukaan Bumi
yang telah diakibatkannya telah meleburkan sebagian besar lapisan es
ini, sehingga begitu banyak uap air yang masuk ke dalam atmosfer. Akibat
langsungnya adalah terjadinya drastic cooling effect, yang menurunkan
suhu sampai 8 derajat Celsius untuk 100 tahun berikutnya.

 

Catastrophic extraterrestrial impacts bukan barang baru. Kepunahan massa
pada K-T boundary pada 65 juta tahun yang lalu yang memunahkan
dinosaurus dan sekitar 85 % biomassa Bumi adalah akibat benturan
asteroid besar di Tanjung Yucatan Mexico. Di bawah teluk Meksiko
ditemukan kawah benturan asteroid ini, yang disebut kawah Chicxulub.
Kejadian paling baru extraterrestrial impact yang dialami Bumi terjadi
pada tahun 1908 ketika sebuah meteorit atau komet meledak dengan
kekuatan 10-15 megaton di atas padang es Tunguska di Siberia yang
menghancurkan jutaan pohon dalam kawasan seluas 800 mil2. Bagaimana
kalau ledakan itu sedikit bergeser ke sebelah barat dan meledak di atas
Moscow atau kota2 di Eropa Barat ?

 

NEO (nearly earth objects) yang berpotensi melakukan extraterrestrial
impact mengancam Bumi setiap waktu. NEO terkini yang ditemukan
Spaceguard UK pada awal Oktober ini adalah "2007 RR-9" sebuah fragmen
pecahan asteroid yang akan berada paling dekat dengan Bumi pada 6
November 2007 pada jarak 0.05 AU (satuan astronomik) atau sekitar
7.480.000 km. 

 

Bukan makhluk ET (extra terrestrial) yang menakutkan itu yang
menginspirasi banyak film science fiction, tetapi yang lebih menakutkan
dan nyata adalah NEO yang melayang2 di sekitar Bumi dan bisa berpotensi
melakukan benturan. Semua benda langit pernah mengalami benturan. Bumi
pernah mengalaminya berkali-kali, pada masa yang akan datang pun tak ada
jaminan bahwa Bumi tak akan dibentur lagi (the past is the key to the
future).

 

Salam,

awang

 

 

 

Kirim email ke