Saya sudah lama mengikuti cerita, kisah serta penelitian ilmiah tentang kehancuran maupun berkah yang selalu saja muncul dari "langit". Termasuk munculnya nabi-nabi yang memperoleh wahyu, juga adanya wangsit lintang kemukus, kejatuhan bintang dll selalu digambarkan dari "langit". Entah itu jatuhnya meteor, munculnya starry-starry night ... wah pokoke kalau dari langit itu akan terasa "melankolis dan indah" kali ya.
Kenapa ya jarang yang mencari penyebab dari dalam sendiri ? Misal adanya gunung meletus, seperti kisah Tambora yang dampaknya saja sudah mendunia hingga membuat setahun tanpa musim panas. Memang argumentasi Virus ini sulit dibuktikan, karena menggunakan jasad renik yang peninggalannya tidak mudah dirunut keberadaannya. Virus bakteri mungkin masih bisa, lah kalau fosil virus ? Selain penyebab kepunahan juga ada hipotesa awal kehidupan dari langit. Karena jasad renik bisa saja dibawa oleh meteor. Walaupun panas diluarnya tetapi didalam meteor ini dingin bahkan beku. Ketika masuk atmosfer hanya membakar kulit luar saja. Sehingga DNA atau virus atau bakteri dan jasad renik masih bisa hidup RDP On 10/10/07, Awang Harun Satyana < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Penyebab kepunahan mammoth, binatang besar lainnya dan manusia zaman > batu pada 13.000 tahun yang lalu (Ya -years ago) merupakan salah satu > perdebatan seru dalam sains. Tiga penyebab kepunahan mammoth yang selama > ini sering didiskusikan meliputi : perburuan yang berlebihan, perubahan > iklim, dan munculnya virus yang mematikan. > > > > Hasil penelitian tim riset internasional (Amerika, Belanda, Hongaria) > yang baru-baru ini dipublikasi dalam Proceedings of the National Academy > of Sciences (Agustus, 2007), Discover Magazine (Agustus, 2007), Jurnal > Inside NAU-Northern Arizona University vol. 4, no. 37, 26 September > 2007, dan liputan the National Geographic Channel (Minggu 7 Oktober > 2007) mengemukakan faktor lain sebagai penyebab kepunahan massa pada > ujung Zaman Es itu. Dalam tim tersebut terdapat dua geologist dari > Northern Arizona University, Ted Bunch - profesor geologi dan peneliti > NASA untuk impact craters, dan Jim Wittke - analis material geologi. > Bunch dan Wittke melaporkan bahwa penyebab kepunahan mammoth adalah > sebuah komet atau objek ruang angkasa lain berdensitas rendah yang > hendak menghantam Bumi tetapi meledak di lapisan atmosfer atas. Ledakan > ini telah membakar dan gelombang kejutnya telah menekan makhluk hidup > yang ada pada saat itu (binatang besar dan manusia), juga kemudian > ledakan ini telah menyebabkan musim dingin - nuclear winter. > > > > Extraterrestrial impact pada hampir 13.000 tahun yang lalu ini (tepatnya > 12.900 tahun yang lalu) telah menyebabkan mass extinction pada ujung > Zaman Es. Tak ada kawah benturan yang telah ditemukan akibat > extraterrestrial impact ini. Para peneliti mengatakan bahwa komet > tersebut berdiameter 4-5 km, meledak 60-100 km di atmosfer, menyebabkan > kebakaran, massive shockwave, dan drastic cooling effect di hampir > seluruh Amerika Utara dan Eropa Utara. Komet ini ketika mendekati Bumi > terpecah-pecah menjadi beberapa bagian, kemudian masing-masing > pecahannya meledak di berbagai tempat di atas kedua benua tersebut. > > > > Bukti rentetan ledakan ini muncul dari lapisan jelaga (black mat) > setebal 10 cm berumur 12.900 tahun yang kaya akan karbon yang muncul di > seluruh Kanada, Greenland, dan Eropa, juga sampai ke California dan > Carolina. Semua bukti tentang adanya mammoth, binatang besar lainnya, > dan sisa2 peninggalan manusia dari kebudayaan Clovis ditemukan di bawah > lapisan jelaga ini; tetapi fosil dan artefak ini menghilang begitu > memasuki lapisan jelaga dan di atasnya. Kondisi ini telah menggiring > para peneliti kepada kesimpulan bahwa Bumi pada 13.000 tahun yang lalu > telah dibentur oleh sebuah objek extraterrestrial yang meninggalkan > lapisan jelaga di mana-mana, dan benturan ini telah memunahkan sebagian > besar makhluk hidup yang hidup pada Kala Plistosen. Pada ujung Kala > Plistosen, wilayah benua2 sebelah utara dijelajahi oleh mammoth berbulu > tebal bersama binatang besar lainnya (giant sloth, harimau bergigi > pedang/saber-toothed cats), singa, tapir, unta, dan teratorn - elang > dengan bentangan sayap selebar 5 meter. Manusia zaman batu hidup > bersamaan dengan mereka. > > > > Lapisan jelaga atau black mat ini terbentuk dengan cara terbendungnya > air kemudian ditumbuhi ganggang yang kaya akan karbon, jelaga, dan > sisa-sisa karbon dari bahan terbakar. Para peneliti telah menemukan > banyak benda yang disebut fullerenes, yaitu benda bulat berkisi-kisi > karbon sperti bola kaki, yang terbentuk oleh gelombang kejut di luar > atmosfer Bumi. Terperangkap di dalam fullernes adalah konsentrasi isotop > Helium-3 yang ukuran atomnya berkali-kali lebih besar daripada yang > ditemukan di atmosfer Bumi. Lapisan black mat ini juga mengandung > nanodiamonds, yaitu benda yang terbentuk di medium antarbintang di luar > Tata Surya, atau oleh sebuah ledakan yang berdaya ledak tinggi. Bunch > mengatakan bahwa kekuatan ledakan ini sekitar 10 juta megaton (bom > hidrogen masa kini punya kekuatan 100-1000 megaton). > > > > Ledakan ini diyakini telah mendestabilasi lapisan es luas Laurentide Ice > Sheet yang sekarang merupakan sebagian besar wilayah Amerika Utara dan > Kanada. Panas dari ledakan ini dan kebakaran masif di permukaan Bumi > yang telah diakibatkannya telah meleburkan sebagian besar lapisan es > ini, sehingga begitu banyak uap air yang masuk ke dalam atmosfer. Akibat > langsungnya adalah terjadinya drastic cooling effect, yang menurunkan > suhu sampai 8 derajat Celsius untuk 100 tahun berikutnya. > > > > Catastrophic extraterrestrial impacts bukan barang baru. Kepunahan massa > pada K-T boundary pada 65 juta tahun yang lalu yang memunahkan > dinosaurus dan sekitar 85 % biomassa Bumi adalah akibat benturan > asteroid besar di Tanjung Yucatan Mexico. Di bawah teluk Meksiko > ditemukan kawah benturan asteroid ini, yang disebut kawah Chicxulub. > Kejadian paling baru extraterrestrial impact yang dialami Bumi terjadi > pada tahun 1908 ketika sebuah meteorit atau komet meledak dengan > kekuatan 10-15 megaton di atas padang es Tunguska di Siberia yang > menghancurkan jutaan pohon dalam kawasan seluas 800 mil2. Bagaimana > kalau ledakan itu sedikit bergeser ke sebelah barat dan meledak di atas > Moscow atau kota2 di Eropa Barat ? > > > > NEO (nearly earth objects) yang berpotensi melakukan extraterrestrial > impact mengancam Bumi setiap waktu. NEO terkini yang ditemukan > Spaceguard UK pada awal Oktober ini adalah "2007 RR-9" sebuah fragmen > pecahan asteroid yang akan berada paling dekat dengan Bumi pada 6 > November 2007 pada jarak 0.05 AU (satuan astronomik) atau sekitar > 7.480.000 km. > > > > Bukan makhluk ET (extra terrestrial) yang menakutkan itu yang > menginspirasi banyak film science fiction, tetapi yang lebih menakutkan > dan nyata adalah NEO yang melayang2 di sekitar Bumi dan bisa berpotensi > melakukan benturan. Semua benda langit pernah mengalami benturan. Bumi > pernah mengalaminya berkali-kali, pada masa yang akan datang pun tak ada > jaminan bahwa Bumi tak akan dibentur lagi (the past is the key to the > future). > > > > Salam, > > awang > > > > > > > > -- http://rovicky.wordpress.com/

