Pak Slamet,

NEO tentu berbeda dengan UFO. NEO (near-earth object) nyata, sedangkan
UFO (unindentified flying object - betebedi -benda terbang belum
dikenal) kebanyakan tidak nyata. 

Berita2 tentang UFO memang banyak muncul tahun 60-70an, juga awal 80-an.
Bahkan dulu di koran Pikiran Rakyat, Bandung ada berita pada awal tahun
80-an ada penampakan UFO di Dago atas. Berita itu lalu dipopulerkan Dedy
Setiady, seni rupa ITB yang menggemari astronomi, dalam serangkaian
artikel. Bisa disebutkan bahwa dari laporan penglihatan UFO, 90 % tidak
nyata (merupakan pesawat udara, satelit, balon udara, efek cahaya, dll);
10 %-nya belum dapat diidentifikasi. Tetapi, yang percaya UFO berkata
bahwa Pemerintah (Amerika) menutup-nutupi kebenaran UFO tersebut.

Mengapa UFO pasang-surut ? Sebab program NASA atau Amerika Serikat dalam
SETI (search for extra-terrestrial intelligence) pun pasang surut. Umur
program SETI ini telah puluhan tahun. Telah puluhan tahun para ahli SETI
menunggu sinyal2 radio yang mungkin dikirim dari ETI, tetapi tak kunjung
ada, yang ada sinyal radio dari quasar atau pulsar - bintang neutron
yang sedang sekarat. Maka, banyak yang sudah putus asa, mungkin ETI tak
pernah ada, atau hanya ada di film.

Tetapi NEO sebagai sisa puing2 kosmik nyata, ia kerap membentur semua
wahana ruang angkasa yang diluncurkan manusia, juga pernah menyerempet
Bumi, bahkan membenturnya dan menimbulkan malapetaka. Tetapi NEO pun
dicurigai sebagai pembawa kehidupan di Bumi sebab NEO sering mengandung
molekul karbon dan air dalam keadaan beku. Tinggal ditambahkan energi
untuk membuatnya sebagai zat hidup. Dalam pandangan ini, kalau begitu,
NEO yang membawa kehidupan, NEO pula yang memunahkan kehidupan.

UFO akan tetap pasang dan surut, tetapi NEO bisa semakin banyak diawasi.
Ada beberapa lembaga di seluruh dunia yang khusus mengawasi puing2
kosmik ini apakah mengancam Bumi atau tidak; misalnya Spaceguard di
Inggris.

Bulan Juli 1994 mungkin Pak Slamet menyaksikan melalui televisi
bagaimana sang raksasa Yupiter dibentur komet Shoemaker-Levy. Berkat
space telescope Hubble, satu-satunya teleskop yang melayang di ruang
angkasa, kita bagai punya mata di angkasa luar, bisa mengintip banyak
sekali kejadian di keluasan langit, termasuk detik2 benturan
Shoemaker-Levy versus Yupiter.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Slamet Riyadi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, October 10, 2007 2:10 C++
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Extra-Terrestrial Impact for Mass Extintion
13,000 Ya - New Evidence

Pak Awang,
Tahun 60 - 70 an, begitu populer dunia kita dengan UFO - tapi sekarang
jarang bahkan susah mencari buku terbitan 90 an tentang UFO.
Apakah dengan terkuaknya rekayasa digital maka berarti matinya UFO?
Seperti kita ketahui banyak sekali cerita-cerita (mungkin fiksi) bahkan
photographs dalam buku tentang UFO yang disangsikan kebebenarannya.

Apakah paradigma NEO akan senasib dengan UFO?
Atau karena faktor 'bahaya' dari NEO yang lebih menarik bumi dan umat
manusia ketimbang UFO yang hanya 'mengintip' bumi saja; sehingga NEO
akan
lebih berjaya dalam news hot scientists?!

"the past is the key to the future"

Salam,
Slamet Riyadi

-------------------------------

On 10/10/07, Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Penyebab kepunahan mammoth, binatang besar lainnya dan manusia zaman
> batu pada 13.000 tahun yang lalu (Ya -years ago) merupakan salah satu
> perdebatan seru dalam sains. Tiga penyebab kepunahan mammoth yang
selama
> ini sering didiskusikan meliputi : perburuan yang berlebihan,
perubahan
> iklim, dan munculnya virus yang mematikan.
>
>
>
> Hasil penelitian tim riset internasional (Amerika, Belanda, Hongaria)
> yang baru-baru ini dipublikasi dalam Proceedings of the National
Academy
> of Sciences (Agustus, 2007), Discover Magazine (Agustus, 2007), Jurnal
> Inside NAU-Northern Arizona University vol. 4, no. 37, 26 September
> 2007, dan liputan the National Geographic Channel (Minggu 7 Oktober
> 2007) mengemukakan faktor lain sebagai penyebab kepunahan massa pada
> ujung Zaman Es itu. Dalam tim tersebut terdapat dua geologist dari
> Northern Arizona University, Ted Bunch - profesor geologi dan peneliti
> NASA untuk impact craters, dan Jim Wittke - analis material geologi.
> Bunch dan Wittke melaporkan bahwa penyebab kepunahan mammoth adalah
> sebuah komet atau objek ruang angkasa lain berdensitas rendah yang
> hendak menghantam Bumi tetapi meledak di lapisan atmosfer atas.
Ledakan
> ini telah membakar dan gelombang kejutnya telah menekan makhluk hidup
> yang ada pada saat itu (binatang besar dan manusia), juga kemudian
> ledakan ini telah menyebabkan musim dingin - nuclear winter.
>
>
>
> Extraterrestrial impact pada hampir 13.000 tahun yang lalu ini
(tepatnya
> 12.900 tahun yang lalu) telah menyebabkan mass extinction pada ujung
> Zaman Es. Tak ada kawah benturan yang telah ditemukan akibat
> extraterrestrial impact ini. Para peneliti mengatakan bahwa komet
> tersebut berdiameter 4-5 km, meledak 60-100 km di atmosfer,
menyebabkan
> kebakaran, massive shockwave, dan drastic cooling effect di hampir
> seluruh Amerika Utara dan Eropa Utara. Komet ini ketika mendekati Bumi
> terpecah-pecah menjadi beberapa bagian, kemudian masing-masing
> pecahannya meledak di berbagai tempat di atas kedua benua tersebut.
>
>
>
> Bukti rentetan ledakan ini muncul dari lapisan jelaga (black mat)
> setebal 10 cm berumur 12.900 tahun yang kaya akan karbon yang muncul
di
> seluruh Kanada, Greenland, dan Eropa, juga sampai ke California dan
> Carolina. Semua bukti tentang adanya mammoth, binatang besar lainnya,
> dan sisa2 peninggalan manusia dari kebudayaan Clovis ditemukan di
bawah
> lapisan jelaga ini; tetapi fosil dan artefak ini menghilang begitu
> memasuki lapisan jelaga dan di atasnya. Kondisi ini telah menggiring
> para peneliti kepada kesimpulan bahwa Bumi pada 13.000 tahun yang lalu
> telah dibentur oleh sebuah objek extraterrestrial yang meninggalkan
> lapisan jelaga di mana-mana, dan benturan ini telah memunahkan
sebagian
> besar makhluk hidup yang hidup pada Kala Plistosen. Pada ujung Kala
> Plistosen, wilayah benua2 sebelah utara dijelajahi oleh mammoth
berbulu
> tebal bersama binatang besar lainnya (giant sloth, harimau bergigi
> pedang/saber-toothed cats), singa, tapir, unta, dan teratorn - elang
> dengan bentangan sayap selebar 5 meter. Manusia zaman batu hidup
> bersamaan dengan mereka.
>
>
>
> Lapisan jelaga atau black mat ini terbentuk dengan cara terbendungnya
> air kemudian ditumbuhi ganggang yang kaya akan karbon, jelaga, dan
> sisa-sisa karbon dari bahan terbakar. Para peneliti telah menemukan
> banyak benda yang disebut fullerenes, yaitu benda bulat berkisi-kisi
> karbon sperti bola kaki, yang terbentuk oleh gelombang kejut di luar
> atmosfer Bumi. Terperangkap di dalam fullernes adalah konsentrasi
isotop
> Helium-3 yang ukuran atomnya berkali-kali lebih besar daripada yang
> ditemukan di atmosfer Bumi. Lapisan black mat ini juga mengandung
> nanodiamonds, yaitu benda yang terbentuk di medium antarbintang di
luar
> Tata Surya, atau oleh sebuah ledakan yang berdaya ledak tinggi. Bunch
> mengatakan bahwa kekuatan ledakan ini sekitar 10 juta megaton (bom
> hidrogen masa kini punya kekuatan 100-1000 megaton).
>
>
>
> Ledakan ini diyakini telah mendestabilasi lapisan es luas Laurentide
Ice
> Sheet yang sekarang merupakan sebagian besar wilayah Amerika Utara dan
> Kanada. Panas dari ledakan ini dan kebakaran masif di permukaan Bumi
> yang telah diakibatkannya telah meleburkan sebagian besar lapisan es
> ini, sehingga begitu banyak uap air yang masuk ke dalam atmosfer.
Akibat
> langsungnya adalah terjadinya drastic cooling effect, yang menurunkan
> suhu sampai 8 derajat Celsius untuk 100 tahun berikutnya.
>
>
>
> Catastrophic extraterrestrial impacts bukan barang baru. Kepunahan
massa
> pada K-T boundary pada 65 juta tahun yang lalu yang memunahkan
> dinosaurus dan sekitar 85 % biomassa Bumi adalah akibat benturan
> asteroid besar di Tanjung Yucatan Mexico. Di bawah teluk Meksiko
> ditemukan kawah benturan asteroid ini, yang disebut kawah Chicxulub.
> Kejadian paling baru extraterrestrial impact yang dialami Bumi terjadi
> pada tahun 1908 ketika sebuah meteorit atau komet meledak dengan
> kekuatan 10-15 megaton di atas padang es Tunguska di Siberia yang
> menghancurkan jutaan pohon dalam kawasan seluas 800 mil2. Bagaimana
> kalau ledakan itu sedikit bergeser ke sebelah barat dan meledak di
atas
> Moscow atau kota2 di Eropa Barat ?
>
>
>
> NEO (nearly earth objects) yang berpotensi melakukan extraterrestrial
> impact mengancam Bumi setiap waktu. NEO terkini yang ditemukan
> Spaceguard UK pada awal Oktober ini adalah "2007 RR-9" sebuah fragmen
> pecahan asteroid yang akan berada paling dekat dengan Bumi pada 6
> November 2007 pada jarak 0.05 AU (satuan astronomik) atau sekitar
> 7.480.000 km.
>
>
>
> Bukan makhluk ET (extra terrestrial) yang menakutkan itu yang
> menginspirasi banyak film science fiction, tetapi yang lebih
menakutkan
> dan nyata adalah NEO yang melayang2 di sekitar Bumi dan bisa
berpotensi
> melakukan benturan. Semua benda langit pernah mengalami benturan. Bumi
> pernah mengalaminya berkali-kali, pada masa yang akan datang pun tak
ada
> jaminan bahwa Bumi tak akan dibentur lagi (the past is the key to the
> future).
>
>
>
> Salam,
>
> awang
>
>
>
>
>
>
>
>

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke