Pak Awang,

Kalo buku cergam : SANDHORA karangan Teguh ...masih
nyimpen gak pak..?.....saya juga pernah koleksi buku2
karangan Hans Djaladara dgn Panji Tengkoraknya, Djair
dgn Djaka Sembungnya, Wid NS dgn Godamnya dll....krn
dulu juga pernah membuka taman bacaan.....ttp saat
kuliah di Yogya tidak terpelihara lagi , habis di
pinjam teman2 adik gak di pulangin, usaha taman bacaan
gak dilanjutkan lagi.....lama2..habis deh...gak
ketahuan lagi dimana rimbanya........

Terhibur juga menemukan digitalnya cersil karangan
ASMARAMAN KHO PING HOO yg baru saya baca2 lagi mulai
dari Bukeksiansu, Suling Emas, Cinta Bernoda Darah,
Mutiara Hitam, Istana Pulau Es, Kisah Pendekar
Bongkok, Pendekar Super Sakti dst.....dst....donlod dr
detik.com ....padahal dulu pernah punya.......mungkin
Pak Awang yg rajin mbaca, konsisten sbg kolektor bisa
menuliskan pencerahan ttg Kho Ping Hoo di mailing list
ini ...?

Pernah saya tanya2 di toko2 buku ttg buku cergam
karangan Djair, Ganes Th, Wid NS, Hasmi, dll.....koq
pada nggak ada ya.?...apa nggak dicetak ulang atau
dibuatkan VCD/DVD nya.........komik anak2 juga spt
Semar-Gareng-Petruk-Bagong, Unyil dgn pak Raden dll
sudah gak ada lagi........yg ada VCD ttg IPA spt MRICO
dll....kartun karangan Johny Hidayat...juga gak ada
lagi....?...kalah dgn komik2 Jepang....!?...terus buku
karangan Hasmi ttg "Bentrok Jago2 dunia".....itu
gimana kelanjutannya....? diteruskan gak ya sama pak
Hasmi.....?...dimana saya bisa mendapatkannya...?
mungkin pak Awang bisa memberikan
pencerahan......terimakasih sebelumnya. Oh iya Pak
Hans skrng umurnya berapa ya pak..?

Salam,
 Agus Irianto
(Penggemar tulisannya pak Awang)

--- Awang Harun Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pak Andri,
> 
> Para komikus atau cergamis itu sebagian masih hidup
> (misalnya Hasmi, pencipta Gundala, Pangeran Mlar dan
> Maza, atau Kus Bramiana pencipta Labah2 Merah),
> sebagian lagi sudah tiada (misalnya Wid N.S.
> pencipta Godam). Komikus silat pun begitu, sebagian
> masih hidup seperti Hans Jaladara (si Panji
> Tengkorak)- Pak Hans bahkan sekarang satu warga
> gereja dengan saya, sebagian lagi sudah tiada
> misalnya Yan Mintaraga (si Bangau Samparan - sinar
> perak dari selatan).
> 
> Hasmi dua atau tiga tahun lalu mengangkat cerita
> Gundala Petera Petir lagi dalam format komik baru
> dengan lukisan baru. Lumayan laku, terutama oleh
> orang2 seangkatan saya yang pada tahun 1970-an masih
> SD atau SMP tetapi sekarang sudah menjadi bapak2 di
> atas 40 tahun. Hasmi termasuk yang paling produktif
> dalam membuat komik pada tahun 1970-an itu. Bahkan
> Hasmi pernah membuat komik berjudul "Bentrok
> Jago-Jago Dunia" di situ para superhero dari
> mancanegara (Thor, Silver Surfer, Superman, Kapten
> Amerika, Flash Gordon, Fantastic Four, dsb) bertemu
> dan saling beradu kekuatan dengan tokoh2 superhero
> Nusantara (Gundala, Godam, Pangeran Mlar, Kapten
> Mar, Labah2 Merah, dsb.).
> 
> Komik Indonesia berkali2 mencoba bangkit kembali,
> apa daya kurang dukungan dan selalu kalah bersaing
> dengan komik2 Jepang yang datang bak air bah...Anak2
> sekarang jelas lebih hafal Doraemon, Pokemon,
> Naruto, Sinchan, dibandingkan Maza si Penakluk atau
> Gundala Putera Petir.
> 
> Salam,
> awang (alias godam...he2)
> 
> NB : penggemar komik tokoh2 fantastik ini pasti tahu
> bahwa yang jadi gundala adalah sancaka, yang jadi
> maza adalah kanigara, yang jadi labah2 merah adalah
> bramiana, sedangkan yang jadi godam adalah ...awang
> (maka saya dulu waktu SD pernah bangga sekali
> bernama awang sebab awang ternyata godam, superhero
> yang bisa terbang, kebal, dan kuat sekali !)
> 
> -----Original Message-----
> From: Andri Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Wednesday, January 02, 2008 2:43 C++
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] OOT : Karl May, Winnetou,
> Old Shatterhand, dan Nietsche
> 
> Superhero Indonesia seperti Maza, Labah-labah merah,
> Godam, Gundala Putra
> Petir, Pangeran Melar  pada komik tahun 70an pernah
> bersatu dengan Superman,
> Batman dan Spiderman untuk menghadapi raksasa
> berbadan batu yang tidak
> terkalahkan oleh superhero walaupun sudah "dirempug"
> atau dikeroyok
> superhero dan bala tentara pendukung! Sang raksasa
> berbadan batu ini
> akhirnya dijuluki " Trouble Maker" (sesuai dengan
> judul seri komiknya) yang
> turun dari antah berantah dan mengamuk di Kota Solo
> (Surakarta). Sang
> Trouble Maker ini akhirnya dikalahkan dan tertidur
> lemas setelah
> diperdengarkan lagu "WALANGKEKEK" yang dilantunkan
> oleh "WALJINAH". Uniknya
> dalam komik ini semua superhero tunduk pada "Kuncen"
> dari Solo untuk
> melakukan ide sang "Kuncen" ini ....weleh..weleh ini
> baru namanya Mbah
> Super...
> 
> Komik-komik seperti ini sudah lama tidak beredar
> atau dicetak ulang...Apakah
> pengarang atau penciptanya masih pada hidup ?
> 
> Salam
> 
> Andri
> ----- Original Message -----
> From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Wednesday, January 02, 2008 1:35 PM
> Subject: Re: [iagi-net-l] OOT : Karl May, Winnetou,
> Old Shatterhand, dan
> Nietsche
> 
> 
> > Ada yg masih koleksi komik nasional ?
> > Misalnya Gundala putera petir, Godam, pangeran
> mlaar, dll
> > Koleksiku udah hilang smua ketika kuliah. Komik2
> indonesia sakjane
> > ndak kalah bagusnya looh. Kalau ada cetak ulangnya
> mungkin bisa
> > menyaingi Manga, transformer dll. Bahkan dulu
> gambar2 di mainan
> > kwartet juga sudah ada gambar pesawat2 antar
> planet dlll
> > Tapi mboh knapa tahun 80an kok perkomikan
> Indonesia surut dengan
> > serangan komik jepang :(
> >
> > Rdp
> >
> > On 1/2/08, Bambang Satya Murti <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >> Rasanya dulu di Kompas pernah di ulas ada
> "paguyuban" penggemar Karl May
> >> ini, ada mailing -listnya dan bahkan pernah juga
> melakukan acara
> >> "menghisap
> >> pipa perdamaian" bersama alias copy
> darat....sayangnya, aku ndak ingat di
> >> edisi kapan, mungkin 2006 - 2007.
> >> Heran, pak Awang mendadak mau jadi pioneer neh?
> Wigwam-nya sudah ada yang
> >> nungguin kah?
> >> Just kidding.
> >> Salam,
> >> Bambang
> >>
> >> ----- Original Message ----
> >> From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
> >> To: [email protected]
> >> Sent: Wednesday, January 2, 2008 12:23:03 PM
> >> Subject: Re: [iagi-net-l] OOT : Karl May,
> Winnetou, Old Shatterhand, dan
> >> Nietsche
> >>
> >>
> >> Pak Koesoema
> >>
> >>   "Dr. Karl May" muncul pada hampir semua buku2
> Karl May yang terbit di
> >>  Indonesia dan banyak juga yang terbit di luar.
> Karl May sendiri bukan
> >>  seorang doktor (pendidikannya hanya sampai
> sekolah guru rendah), juga
> >>  Karl May tak pernah dapat gelar doktor honoris
> causa alias doktor
> >>  kehormatan. Lalu dari mana gelar Dr-nya muncul ?
> >>
> >>   Itu adalah gelar ledekan atau malah gelar
> kesayangan sekeluar dia
> >>  dari penjara dan menjadi seorang editor muda,
> pemilik penerbitan tempat
> >>  May bekerja, H.G. Muenchmeyer, mengolok-oloknya
> dengan sebutan "Herr
> >>  Doktor" (tuan doktor). Entah mengapa, kebiasaan
> ini malah kebablasan
> >> bahkan
> >>  sekalian diresmikan oleh penerbit2 bukunya.
> >>
> >>   Karl May yang pernah menderita kepribadian dan
> identitas ganda pun
> >>  secara sadar dan tidak sadar menyamakan dirinya
> sebagai Old Shatterhand,
> >>  di museumnya di kawasan Jerman, dijual foto2nya
> yang sedang berpose
> >>  sebagai Old Shatterhand, lengkap di bawahnya
> dengan tulisan "Dr. Karl
> >>  May".
> >>
> >>   Bukan hanya itu, supaya otentik, Karl May juga
> memesan
> >>  senapan-senapan yang sebelumnya hanya ada di
> dalam bukunya. Sampai
> >> akhirnya, dia pun
> >>  terjebak dalam mitos yang dia ciptakan sendiri.
> Di museumnya, bisa kita
> >>  temukan tiga jenis senapan yang selalu ada di
> cerita2 Winnetou dan Old
> >>  Shatterhand : senapan perak, senapan pembunuh
> beruang, dan senapan
> >>  Henry, membuat pencinta Karl May terharu
> sekaligus bingung sebab
> >> senapan2
> >>  itu telah dikuburkan bersama Winnetou, tetapi
> kok sekarang ada di
> >>  museum.
> >>
> >>   Semua kisah petualangan Old Shatterhand dan
> Winnetou di Amerika atau
> >>  Kara Ben Nemsi dan Hadschi Halef Omar di Sahara
> dan Asia ditulis oleh
> >>  Karl May sendiri dan tidak pernah ditulis orang
> lain. Ada yang sejenis,
> >>  tetapi menggunakan tokoh2 lain, dan itu hanya
> mengikuti kesuksesan Karl
> >>  May.
> >>
> >>   Di Indonesia sendiri, karya-karya Dr. Karl May
> telah populer pada
> >>  1919. Setelah itu hingga masuknya Jepang pada
> 1942, perjalanan karya
> 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke