Sebagaimana diceritakan rekan2 IAGI, mulai dari Pak Awang yang mengawali
tulisan ini, sampai dengan ke Pak Yanto dan Pak Untung, yang mungkin generasi
paling sepuh yang memberikan tanggapannya di milist ini, saya merasa bacaan
tersebut, yang rata2 dibaca oleh anak2 kecil/orang2 muda pada zamannya, telah
memberikan "warna" pada pribadi2 pembacanya (anak2 kecil tsb). Hal ini terkuak
ketika saya berbicara dengan salah seorang teman disini, ternyata dengan terus
terang rekan tsb mengatakan juga bahwa sedikit banyak keputusannya ketika
memilih untuk sekolah di jurusan G&G, adalah karena pada masa kecilnya
tepengaruh oleh bacaan tersebut. Dari kecil dia sudah menyukai alam, dan
kehidupan di alam terbuka. Saya rasa, he's not the only one.
Selain tulisan DR. Karl May yang saya baca sewaktu kecil, saya juga membaca
tulisannya Bapak SH Mintarja yang berjudul, Naga Sasra dan Sabuk Inten. Saya
rasa tulisan beliau sesuai dengan apa yang diharapkan Pak Untung, pengolahan
kembali kejadian sejarah masa lalu dengan tokoh2 pahlawannya. settingnya
mengambil zaman akhir kerajaan Demak. Saya kira buku inipun menarik untuk
dibaca, hanya saya tidak tahu apakah ada cetak ulangnya pada saat ini?
Wassalam,
Harry Kusna
untungm <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ......... deleted ..... Bagaimana di
sekolah-sekolah kita? Apakah ada ceritera kephlawanan dengan bahasa yang
sederhana yang dapat dicerna oleh anak-anak?Kejadian-kejadian zaman Majapait,
Mataram dan pangeran Diponegoro perlu diolah kembali menjadi bacaan yang
menarik terutama bagi anak-anak.
Wallahu Alam.
M. Untung
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.