Sam, apakah usaha2 eksplorasi (seismik, g&g, dsb) di blok-blok yang sudah berproduksi tidak bisa dimasukkan dalam finding cost?
Apakah production cost yang ada di sistem sekarang mencakup finding and development cost (F&D) yang dalam hal ini lifting cost masuk dalam kategori development cost? Kalo memang system PSC susah dirubahnya, apakah bisa yang finding cost ini ngga masuk cost recovery? -doddy- -----Original Message----- From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, 24 January, 2008 9:40 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Cost Recovery Capai US$ 8,33 Miliar Selama 2007 "Production cost" tersebut juga bukan real secara teknis semata-mata terkait dengan proses produksi dari lapangan-lapangan yang ada, tapi juga mencakup cost dari eksplorasi di blok-blok yang sudah berproduksi. Hal ini dimungkinkan karena sistim PSC yang sekarang berjalan di Indonesia juga mengakomodasi cost-recovery dari usaha2 eksplorasi (seismik, drilling, g&g, dsb) di blok-blok yang sudah berproduksi. Dengan demikian kalau kita ingin membandingkan production cost tersebut dengan di negara-negara lain, harus kita periksa dulu apakah angka-angka di negara lain juga dihasilkan dari sistim pengusahaan yang menganut cost-recovery spt di Indonesia atau tidak. Bisa saja production cost di negara-negara lain lebih rendah dari US$14/Bbl karena perhitungannya tidak memakai aturan cost-recovery eksplorasi.

