Bung Andang, Jujur saja, saya tidak paham perhitungan PSC yang njelimet. Ketika tulisan saya tentang PSC dimuat di media, seorang kawan, panggil saja mas Budi yang 'menekuni' PSC mengomentari bahwa sistem PSC ini cukup bagus (buktinya kan diadopsi bbrp negara), hanya saja, kuncinya ada di pengawasan. Mas Budi sempat kirim fax ke Rig tempat saya bekerja sbb: Mas sh, terlampir adalah analisa sensitifitas dari biaya operasi dan biaya investasi, pengaruhnya terhadap perolehan uang pemanen mangga ([EMAIL PROTECTED]). Idealnya, grafik tersebut adalah securam mungkin, sehingga semakin besar biaya, maka pendapatan pemanen mangga akan semakin jauh berkurang. Tampak untuk sawah kita, grafiknya (khususnya untuk biaya operasi/pocost) tidak securam negara-2 tetangga, jadi mandor-2 yang jaga kebun mangga kita harus kerja ekstra keras biar hasil kebun mangga kita lumayan. Tentang mengapa di Thailand, Cambodia dan Brunei kok pemanen mangga dapat uang lebih banyak untukpengeluaran yang sama, mungkin ini karena faktor resiko di negara tersebut lebih besar (resiko geologis, sosial, politik, keamanan). Apa betul secara geologis? Selamat mandoran kebun mangga kita. (mas Budi melengkapi komentarnya dengan dua grafik, salah satu grafik Operating Cost Sensitivity: Thailand, Brunei, Cambodia, Indonesia, dan Malaysia. Dari grafik terlihat bahwa untuk Indonesia memang lebih landai). Dalam suatu obrolan, mas Budi katakan bahwa di negara tetangga yang mengadopsi PSC ada klausal: Revenue/Cost. Kalau hasilnya bagus (revenue besar, cost kecil) maka SPLIT yang diperoleh investor akan lebih bagus, tidak sekedar 85% dan 15% tetapi mungkin 80% -20% misalnya. Jadi di sini para investor akan melakukan self-effeciency.
Ada juga komentar dari pakar, ...Model PSC dengan segala kelebihan dan kekurangannya perlu dievaluasi terus menerus agar tercipta situasi "win-win". Kunci keberhasilan model bisnis PSC sebetulnya ada pada pengawasan. Semoga sistem PSC akan ada perubahan/perbaikan untuk kita. Salam hangat, Sugeng ----- Original Message ----- From: "Andang Bachtiar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, January 24, 2008 10:26 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Cost Recovery Capai US$ 8,33 Miliar Selama 2007 > Dod,... di dalam perhitungan internal perusahaan dan untuk kepentingan > evaluasi prospek (ranking, risk, economics, dsb).... biaya untuk usaha-usaha > eksplorasi di blok yang berproduksi di Indonesia bisa juga disebut sebagai > dan/atau dimasukkan kedalam kategori finding-cost, no problem at all. > Tetapi, menurut pemahamanku ttg aturan kontrak PSC dan prakteknya yang > terjadi selama ini, begitu suatu blok berproduksi dari suatu discovered > field, maka finding-cost dari lapangan-lapangan lain akan dikonsolidasikan > dalam overall block-cost. Jadi terminologi finding cost dalam PSC term kita > nampaknya hanya berguna / diapresiasi pada waktu penemuan lapangan komersial > yang pertama. Setelah itu, cost2 sejenis akan dimasukkan sebagai "production > cost" dari block tersebut. > > Usulan sampeyan untuk "tidak mengutak-atik (existing) PSC" tapi meredefinisi > cost-recovery dg tanpa memasukkan finding cost lapangan ke 2, 3 dst (apalagi > kalau juga mencakup lapangan pertama), maka itu sama saja dengan > "membangkitkan macan IPA tidur" (?) > > Mungkin untuk next PSC dalam tender2 mendatang bisa kita usulkan term-term > sampeyan tersebut. Masih sangat terbuka kemungkinan berkontribusi pemikiran > ke kawan2 di Migas (Ditjen, BPMigas) dalam rangka perubahan PSC (mendatang). > Malah dalam bulan2 terakhir ini makin santer Pak Dirjen dan Pak Ka BPMigas > dan Pak Menteri me-wacana-kan perubahan PSC tersebut. > > Ayo, rek ..... podho ngomongo > > Salam > > Andang Bachtiar > Exploration Think Tank Indonesia > > > ----- Original Message ----- > From: "Doddy Suryanto" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Thursday, January 24, 2008 9:58 AM > Subject: RE: [iagi-net-l] Cost Recovery Capai US$ 8,33 Miliar Selama 2007 > > > Sam, apakah usaha2 eksplorasi (seismik, g&g, dsb) di blok-blok yang > sudah berproduksi tidak bisa dimasukkan dalam finding cost? > > Apakah production cost yang ada di sistem sekarang mencakup finding and > development cost (F&D) yang dalam hal ini lifting cost masuk dalam > kategori development cost? > > Kalo memang system PSC susah dirubahnya, apakah bisa yang finding cost > ini ngga masuk cost recovery? > > > > -doddy- > > > > -----Original Message----- > From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, 24 January, 2008 9:40 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Cost Recovery Capai US$ 8,33 Miliar Selama > 2007 > > > > > > "Production cost" tersebut juga bukan real secara teknis semata-mata > terkait > > dengan proses produksi dari lapangan-lapangan yang ada, tapi juga > mencakup > > cost dari eksplorasi di blok-blok yang sudah berproduksi. Hal ini > > dimungkinkan karena sistim PSC yang sekarang berjalan di Indonesia juga > > mengakomodasi cost-recovery dari usaha2 eksplorasi (seismik, drilling, > g&g, > > dsb) di blok-blok yang sudah berproduksi. Dengan demikian kalau kita > ingin > > membandingkan production cost tersebut dengan di negara-negara lain, > harus > > kita periksa dulu apakah angka-angka di negara lain juga dihasilkan dari > > > sistim pengusahaan yang menganut cost-recovery spt di Indonesia atau > tidak. > > Bisa saja production cost di negara-negara lain lebih rendah dari > US$14/Bbl > > karena perhitungannya tidak memakai aturan cost-recovery eksplorasi. > > > > > > -------------------------------------------------------------------------- -- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. > > --------------------------------------------------------------------- > ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

