Sebenarnya kita tidak perlu takut dengan fakta, walau ada kontroversi. kepulauan Indonesia yang sekarang toh dibangun dari berbagai fragmen kontinen sejak 50 jutan tahun yang lalu. Jadi sebelumnya bisa saja fragmen-fragmen Arhean telah bertebaran bagai "mosaik" yang kemudian menjadi "puzzle" kepuluan Indonesia. Yang paling mudah dikenal Sulawesi yang ternyata merupakan "puzzle" dari benua selatan dan utara. dating dari zirkon yang berasal dari Sulawesi ternyata ada juga yang berumur Arhean. Misalnya Formasi Kluet yang masuk Tapanuli Grup, ternayata dari sempalan sedimen glasial yang berumur Permo-Karbon. Faktanya BIF ada di Indonesia, juga BIF terdekat adalah di Austrlalia Barat dan India Timur berumur Archean! Mengapa mesti takut dengan Arhean, toh kepulauan Indonesia juga berasal dari sempalan Gondwana yang banyak bagiannya berumur Arhean-Proterozoikum !!

Salam
Andri SSM



----- Original Message ----- From: "Lucas Setijadji" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 08, 2008 9:04 AM
Subject: Re: [economicgeology] Ore in sediment vs BIF in Indonesia


Dengan demikian saya sarankan Pak Andri untuk
menghindari istilah BIF sebelum deposit-deposit besi
yang disebutkan ditemukan di Kalimantan, Sumatra, dan
Sulawesi dapat dikonfirmasikan sebagai BIF. Alasannya
adalah bahwa istilah BIF membawa konsekuensi genetis
yang sangat specific, terutama umurnya yang sangat
tua, sehingga penyebutan BIF bisa (dan kenyataannya
sudah) membuat kontroversi tentang sejarah geologi
daerah yang bersangkutan.

Kalau kita menyebut deposit-deposit tersebut dengan
nama yang tidak langsung mengarah ke genetik tertentu,
misalnya banded hematite, maka kita bisa mengurangi
potensi munculnya kontroversi sebelum ada data yang
lebih akurat.

Demikian menurut pandangan saya,
salam
lucas


--- Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pak Bowo, bisa saja. Karena VMS dan BIF sebenarnya
kerabat dekat juga. Sumber besi dibawah laut juga
berasal dari hydrothermal chimney, hanya saja
lingkungannya lebih spesifik, yaitu reduksi.
Spekularit memang umumnya berkaitan dengan zona
sesar, ini ditandai dengan sifatnya yang
katakalstik. Sepekularit sebenarnya secara kimia
sama saja dengan hematit, hanya karena metamorfosa
berubah bentuk pipih seperti mika dan berfoliasi.

Salam
AnssM
----- Original Message ----- From: Bowo Kusnanto
  To: [EMAIL PROTECTED]
  Sent: Tuesday, February 05, 2008 1:08 PM
  Subject: Re: [economicgeology] Ore in sediment vs
BIF in Indonesia


  Pak Andri,

  Mungkin nggak hematite yg dikalimantan ini bukan
BIF.
  Saya ada case ditempat disini, dimana Primary
Hematite dan specularite masuk melalui patahan dan
kemudian merambat masuk ke batuan sedimen di
sekitarnya, disseminated sampai cukup jauh dari
channel way nya ngikutin bedding. Ini juga ada di
batuan berumur proterozoik.

  Salam,
  Bowo


  On Feb 5, 2008 4:00 PM, Andri Subandrio
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:


    Pak Wawan dan rekan-rekan mineral eksplorer,

    Mengapa hematit yang mendominasi BIF inilah yang
justru membuka spekulasi yang mungkin juga belum
tuntas. Hematit memang membutuhkan oksigen, tapi
mungkin dalam kondisi yang tidak berlimpah. Hal ini
didukung oleh beberapa hipotesis, hematit BIF
kebanyakan berasosiasi dengan sedimenter berumur
arhean-proterozoik yang memang kadar oksigen masih
lebih rendah dibandingkan sekarang. atau bisa juga
hematit diendapkan dengan kondisi khusus dan
terhindar dari oksidasi. Dimana ada tambang BIF
hematit, maka atmosfir dipenuhi debu limonit coklat
kemerahan hingga menutupi lingkungannya dengan warna
coklat karat. Inilihah indikasi kuat, hematit cepat
teroksidasi.

    Salam

    Anssm
----- Original Message ----- From: Wawan Hermawan
      To: [EMAIL PROTECTED]
      Sent: Sunday, February 03, 2008 6:12 AM
      Subject: Re: [economicgeology] Ore in sediment
vs BIF in Indonesia


      Pak Andri, Pak Daru,

      terima kasih atas pencerahannya mengenai BIF.
Terus terang, saya baru mendengar sistem BIF ini,
apalagi proses pembentukannya. satu hal yang ingin
saya tanyakan, kalau hematit cenderung terbentuk
pada kondisi reduksi, dan lebih cenderung terbentuk
sulfur dan sulfat, kenapa lebih cenderung membentuk
hematite yang notabene 'kaya' akan oksigen (Fe2O3)
dibandingkan dengan pyrite (FeS2) yang mungkin lebih
likely terbentuk dalam sulfur-rich environment?
apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi?

      Satu hal lagi, dulu saya pernah tanya mengenai
adanya specular hematite di hydrothermal system ke
Alm. Terry Leach, pada saat itu dia menjawab
specular hematite ada di hydrothermal system
dikarenakan adanya incursion dari oxygenated
meteoric water...jadi ada semacam oxigen addition
dalam system....magnetite setahu saya bisa juga jadi
hematite bila teroksidasi..lagi-lagi ada oxygen
addition....juga hematitic blanket di dalam proses
supergene enrichment juga karena adanya oksidasi
juga....

      Pak Andri...mohon pencerahannya...mengapa
hematite yang terbentuk di BIF ini kelihatannya
special dalam pembentukanya, dia lebih suka
terbentuk di kondisi reduksi dibandingan
oksidasi...kemudian unsur oksigen yang membentuk
hematitenya berasal dari mana.....

      Salam,
      Wawan


      On 1/31/08, Sukmandaru Prihatmoko
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        Mas Lucas dkk,



        Ini saya forward info tambahan dr iagi.net
(sudah dapat ijin dari Pak Andri). Spt pada umumnya
thread milist - bacanya mulai dari bawah sana.



        Salam - Daru





------------------------------------------------------------------------

        From: Andri Subandrio
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
        Sent: Tuesday, July 31, 2007 10:41 AM
        To: [email protected]
        Subject: [iagi-net-l] Genesis Hematite &
Chert (Ore in Sediment)



        Hematit bisa berasosiasi dengan batuan beku,
sedimen dan metamorf. Hematit pada batuan beku
biasanya berasosiasi dengan proses hidrotermal yang
kaya akan sulfur dan sulfat tapi sedikit oksigen,
mendekati reduksilah atau anoxyc. Demikian juga
untuk sedimen, sumbernya berupa larutan dalam
kondisi reduksi. Larutan bisa disemburkan via
cerobong-cerobong hidrotermal didasar laut. Nah
ketuka larutan hidrotermal menjenuhi air, maka
silika yang dilepaskan akan mengendap menjadi chert
atau rijang. Dan karena kadar Fe cukup tinggi, maka
chert akan berwarna merah. Jadi tidak selalu chert
itu berasosiasi dengan laut dalam. Hematit (Fe2O3)
pada batuan metamorf bisa terjadi dari perubahan
magnetit (Fe3O4) karena panas yang meningkat!
pelahan-lahan tapi pasti magnetit akan kehilahangan
sifat-sifat magnetnya! Ingat kurva histeresis waktu
fisika dasar di TPB!? Hematit yang under pressure
lama-lama bisa berubah juga menjadi Specularite,
tekstur yang tadinya masif pada Hematit menjadi
memika dan berfoliasi sekis! Specularite ini juga
terdapat di Ketapang!



        Kalau rekan-rekan mau gambar-gambar tentang
Ore in Sediment dan BIF silahkan sediakan Japri.



        Haturnuhun



        AnssM

----- Original Message -----
        From: Rovicky Dwi Putrohari

        To: [email protected]

        Sent: Monday, July 30, 2007 9:16 PM

        Subject: Re: [iagi-net-l] Ore in sediment vs
BIF in Indonesia



        Mas Andri
        Bisa dicritakan bagaimana proses pembentukan
hematit ini ? bagaimana proses pengayaan ini.
        Dulu wektu sekolah selalu ingat kalau ketemu
chert langsung pikiran ke laut dalam :)
        Apakah ini juga berhubungan dengan
pembentukan nodul2 di laut ?

        Trims

        RDP
        "gambarnya nanti kupinjem buat ngedongeng ya
? :)"



------------------------------------------------------------------------

        From: Andri Subandrio
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
        Sent: Monday, July 30, 2007 4:25 PM

=== message truncated ===


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com



Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
   http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/

<*> Your email settings:
   Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
   http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/join
   (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
   mailto:[EMAIL PROTECTED]
   mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
   [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
   http://docs.yahoo.com/info/terms/




----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke