----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "Forum HAGI" <[EMAIL PROTECTED]>; "Geo Unpad" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 08, 2008 11:41 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: [economicgeology] Ore in sediment vs BIF in Indonesia

Pak Awang,
Yang dengan BIF adalah selang-seling lapisan chert dan hematite (banded, sedimenter) , berstruktur stratiform, dan penyebaranya sangat luas, singkapannya bisa diikuti puluhan kilometer seperti terdapat di Mauritania Afrika Barat, Hamersley Austrlia, atau Minas Gerais, Brazil. Yang menjadi pertanyaan dalam BIF ini bagaimana hematit bisa tersebar sangat luas tanpa teroksidasi ? Padahal mineral ini mudah teroksidasi. Salah hipotesis yang sudah terbukti adalah hematit tidak mengalami oksidasi karena oksigen pada saat pengendapan hematit lebih rendah dari masa kini. Miskin oksigen ini berlangsung dari 4 hingga 2.5Ga yang berarti disekitar Arhean. Dating pada BIF pada umumnya berkisar antara Arhean-Proterozoik. Bisa jadi bahwa ada kemungkian BIF yang lebih muda dari Arhean-Proterozoik, misalnya di Indonesia! ini juga bisa surprise, karena telah ditemukan BIF yang berasosisi dengan zona zubduksi Sumatra dan berumur jauh lebih muda! kalaupun ada Arhean di Indonesia, sebenarnya juga bukan masalah besar. Bisa saja formasi Arhean merupakan fragmen dalam fragmen, blok dalam blok seperti melange misalnya, dan tidak terlalu luas penyebarannya. Mungkin saja sempalan kecil arhean dari India atau Australia, mengapung lalu "nemplok" kecil-kecil di beberapa kepulauan Indonesia ? Kemungkinan kehadiran batuan Arhean di Indonesia, mungkin memberikan peluang bagi eksplorasi mineral-mineral REE, U-Th yang sebagian besar memang berasosiasi dengan batuan yang sangat tua. Bila ada Arhean di Indonesia, mungkin tidak akan banyak pengaruhnya pada sejarah geologi Indonesia, karena hanya merupakan fragmen-fragmen kecil saja yang nemplok pada salah satu pulau di Indonesia.

Salam
Andri SSM


Pak Andri,

 Ada beberapa pernyataan yang membutuhkan klarifikasi :

>dating dari zirkon yang berasal dari Sulawesi ternyata ada juga yang berumur Arhean. >Misalnya Formasi Kluet yang masuk Tapanuli Grup, ternayata dari sempalan sedimen
glasial yang berumur Permo-Karbon.

Kalau saya tidak salah menafsirkan, mengapa Formasi Kluet dari Sumatera Utara yang berumur Permo-Karbon dipakai sebagai contoh Archaean rocks ? Juga, apa hubungannya dengan Sulawesi ? Permo-Karbon hanya 300-275 Ma, sedangkan Archaean menurut geologic time scale terbaru (Gradstein et al., 2004 atau ECL (2003) berumur 4000-2500 Ma.

Pak Andri bisa infokan dating absolut kerak Archaean di Sulawesi itu ? Dalam catatan saya, umur absolut tertua yang pernah terekam di Indonesia adalah sebuah sampel batuan dari Kepala Burung Papua yaitu 1250 juta tahun, itu pun bukan Archaean, tetapi Stenian dari Meso-Proterozoic.

Masalahnya adalah, seperti yang pernah saya tulis sewaktu kita diskusi soal BIF untuk pertama kali di milis IAGI, mengapa BIF (banded iron formations) hanya muncul di periode Archaean, sedangkan proses2 geologi bisa terulang sepanjang sejarah Bumi. Sehingga, kalau memang kita temukan fakta BIF di lapangan, kita tak mesti memaksakan agar itu BIF Archaean.

Memang kita punya banyak fragmen Gondwana menyusun Indonesia, tetapi itu umumnya berasal dari tepi2 Gondwana sebelah utara yang umurnya tidak setua Archean, tetapi Proterozoic (2500-542 Ma) dan yang dipisahkan oleh beberapa kali pembukaan Tethys (paleo-meso-ceno-Tethys) sepanjang Paleozoic dan Mesozoic (silakan dilihat rekontruksi paleo-tektonik dari Metcalfe, 1996).

Kerak2 Archaean-nya masih di pusat Gondwana yaitu di Australia sekarang, atau di inti benua utara yang merupakan Cathaysian affinity. Misalnya, kerak Archaean Dabie Uplift di Yangzi Platform basement di South China. Dabie Group di sini disusun oleh basic volcanics dan batuan sedimen (termasuk kandungan BIF-nya) yang termetamorfosa dalam fasies amfibolit. Dating radiometrik tertua di sini 3120 Ma (Archean), ditutupi batuan Proterozoic dengan dating absolut 2500-2080 Ma.

Bukannya masalah takut dengan fakta keberadaan BIF atau kerak Archaean di Indonesia, tetapi data radiometrik sampai saat ini dan rekonstruksi paleo-tektonik yang ada memang belum menunjukkan puzzle mikro-kontinen Archaean itu ada di Indonesia. Pengukuran absolute dating dengan metode SHRIMP belakangan ini memang menemukan fragmen2 zirkon Archaean di bawah volcanic arc Jawa selatan (Smyth et al., 2005), tetapi itu sama sekali belum bisa menunjukkan adanya fragmen mikro-kontinen Archaean di bawah Jawa sebab zirkon itu ditemukan menyebar terdisipasi di batuan volkanik yang Tersier, jadi ini hanya masalah provenance volcanism, jelas berbeda dengan fragmen kerak Archaean seperti di Dabie Uplift Cina yang mengandung BIF itu.

Kontroversi ini sebaiknya diakomodasi dahulu dengan dating absolut batuan di mana Pak Andri menemukan BIF itu.

 salam,
 awang

Andri Subandrio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Sebenarnya kita tidak perlu takut dengan fakta, walau ada kontroversi.
kepulauan Indonesia yang sekarang toh dibangun dari berbagai fragmen
kontinen sejak 50 jutan tahun yang lalu. Jadi sebelumnya bisa saja
fragmen-fragmen Arhean telah bertebaran bagai "mosaik" yang kemudian menjadi
"puzzle" kepuluan Indonesia. Yang paling mudah dikenal Sulawesi yang
ternyata merupakan "puzzle" dari benua selatan dan utara. dating dari zirkon
yang berasal dari Sulawesi ternyata ada juga yang berumur Arhean. Misalnya
Formasi Kluet yang masuk Tapanuli Grup, ternayata dari sempalan sedimen
glasial yang berumur Permo-Karbon. Faktanya BIF ada di Indonesia, juga BIF
terdekat adalah di Austrlalia Barat dan India Timur berumur Archean! Mengapa
mesti takut dengan Arhean, toh kepulauan Indonesia juga berasal dari
sempalan Gondwana yang banyak bagiannya berumur Arhean-Proterozoikum !!


Salam
Andri SSM



----- Original Message ----- From: "Lucas Setijadji"
To:
Sent: Friday, February 08, 2008 9:04 AM
Subject: Re: [economicgeology] Ore in sediment vs BIF in Indonesia


Dengan demikian saya sarankan Pak Andri untuk
menghindari istilah BIF sebelum deposit-deposit besi
yang disebutkan ditemukan di Kalimantan, Sumatra, dan
Sulawesi dapat dikonfirmasikan sebagai BIF. Alasannya
adalah bahwa istilah BIF membawa konsekuensi genetis
yang sangat specific, terutama umurnya yang sangat
tua, sehingga penyebutan BIF bisa (dan kenyataannya
sudah) membuat kontroversi tentang sejarah geologi
daerah yang bersangkutan.

Kalau kita menyebut deposit-deposit tersebut dengan
nama yang tidak langsung mengarah ke genetik tertentu,
misalnya banded hematite, maka kita bisa mengurangi
potensi munculnya kontroversi sebelum ada data yang
lebih akurat.

Demikian menurut pandangan saya,
salam
lucas


--- Andri Subandrio wrote:

Pak Bowo, bisa saja. Karena VMS dan BIF sebenarnya
kerabat dekat juga. Sumber besi dibawah laut juga
berasal dari hydrothermal chimney, hanya saja
lingkungannya lebih spesifik, yaitu reduksi.
Spekularit memang umumnya berkaitan dengan zona
sesar, ini ditandai dengan sifatnya yang
katakalstik. Sepekularit sebenarnya secara kimia
sama saja dengan hematit, hanya karena metamorfosa
berubah bentuk pipih seperti mika dan berfoliasi.

Salam
AnssM
----- Original Message ----- From: Bowo Kusnanto
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, February 05, 2008 1:08 PM
Subject: Re: [economicgeology] Ore in sediment vs
BIF in Indonesia


Pak Andri,

Mungkin nggak hematite yg dikalimantan ini bukan
BIF.
Saya ada case ditempat disini, dimana Primary
Hematite dan specularite masuk melalui patahan dan
kemudian merambat masuk ke batuan sedimen di
sekitarnya, disseminated sampai cukup jauh dari
channel way nya ngikutin bedding. Ini juga ada di
batuan berumur proterozoik.

Salam,
Bowo


On Feb 5, 2008 4:00 PM, Andri Subandrio
wrote:


Pak Wawan dan rekan-rekan mineral eksplorer,

Mengapa hematit yang mendominasi BIF inilah yang
justru membuka spekulasi yang mungkin juga belum
tuntas. Hematit memang membutuhkan oksigen, tapi
mungkin dalam kondisi yang tidak berlimpah. Hal ini
didukung oleh beberapa hipotesis, hematit BIF
kebanyakan berasosiasi dengan sedimenter berumur
arhean-proterozoik yang memang kadar oksigen masih
lebih rendah dibandingkan sekarang. atau bisa juga
hematit diendapkan dengan kondisi khusus dan
terhindar dari oksidasi. Dimana ada tambang BIF
hematit, maka atmosfir dipenuhi debu limonit coklat
kemerahan hingga menutupi lingkungannya dengan warna
coklat karat. Inilihah indikasi kuat, hematit cepat
teroksidasi.

Salam

Anssm
----- Original Message ----- From: Wawan Hermawan
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, February 03, 2008 6:12 AM
Subject: Re: [economicgeology] Ore in sediment
vs BIF in Indonesia


Pak Andri, Pak Daru,

terima kasih atas pencerahannya mengenai BIF.
Terus terang, saya baru mendengar sistem BIF ini,
apalagi proses pembentukannya. satu hal yang ingin
saya tanyakan, kalau hematit cenderung terbentuk
pada kondisi reduksi, dan lebih cenderung terbentuk
sulfur dan sulfat, kenapa lebih cenderung membentuk
hematite yang notabene 'kaya' akan oksigen (Fe2O3)
dibandingkan dengan pyrite (FeS2) yang mungkin lebih
likely terbentuk dalam sulfur-rich environment?
apakah ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi?

Satu hal lagi, dulu saya pernah tanya mengenai
adanya specular hematite di hydrothermal system ke
Alm. Terry Leach, pada saat itu dia menjawab
specular hematite ada di hydrothermal system
dikarenakan adanya incursion dari oxygenated
meteoric water...jadi ada semacam oxigen addition
dalam system....magnetite setahu saya bisa juga jadi
hematite bila teroksidasi..lagi-lagi ada oxygen
addition....juga hematitic blanket di dalam proses
supergene enrichment juga karena adanya oksidasi
juga....

Pak Andri...mohon pencerahannya...mengapa
hematite yang terbentuk di BIF ini kelihatannya
special dalam pembentukanya, dia lebih suka
terbentuk di kondisi reduksi dibandingan
oksidasi...kemudian unsur oksigen yang membentuk
hematitenya berasal dari mana.....

Salam,
Wawan


On 1/31/08, Sukmandaru Prihatmoko
wrote:

Mas Lucas dkk,



Ini saya forward info tambahan dr iagi.net
(sudah dapat ijin dari Pak Andri). Spt pada umumnya
thread milist - bacanya mulai dari bawah sana.



Salam - Daru





------------------------------------------------------------------------

From: Andri Subandrio
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, July 31, 2007 10:41 AM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Genesis Hematite &
Chert (Ore in Sediment)



Hematit bisa berasosiasi dengan batuan beku,
sedimen dan metamorf. Hematit pada batuan beku
biasanya berasosiasi dengan proses hidrotermal yang
kaya akan sulfur dan sulfat tapi sedikit oksigen,
mendekati reduksilah atau anoxyc. Demikian juga
untuk sedimen, sumbernya berupa larutan dalam
kondisi reduksi. Larutan bisa disemburkan via
cerobong-cerobong hidrotermal didasar laut. Nah
ketuka larutan hidrotermal menjenuhi air, maka
silika yang dilepaskan akan mengendap menjadi chert
atau rijang. Dan karena kadar Fe cukup tinggi, maka
chert akan berwarna merah. Jadi tidak selalu chert
itu berasosiasi dengan laut dalam. Hematit (Fe2O3)
pada batuan metamorf bisa terjadi dari perubahan
magnetit (Fe3O4) karena panas yang meningkat!
pelahan-lahan tapi pasti magnetit akan kehilahangan
sifat-sifat magnetnya! Ingat kurva histeresis waktu
fisika dasar di TPB!? Hematit yang under pressure
lama-lama bisa berubah juga menjadi Specularite,
tekstur yang tadinya masif pada Hematit menjadi
memika dan berfoliasi sekis! Specularite ini juga
terdapat di Ketapang!



Kalau rekan-rekan mau gambar-gambar tentang
Ore in Sediment dan BIF silahkan sediakan Japri.



Haturnuhun



AnssM

----- Original Message -----
From: Rovicky Dwi Putrohari

To: [email protected]

Sent: Monday, July 30, 2007 9:16 PM

Subject: Re: [iagi-net-l] Ore in sediment vs
BIF in Indonesia



Mas Andri
Bisa dicritakan bagaimana proses pembentukan
hematit ini ? bagaimana proses pengayaan ini.
Dulu wektu sekolah selalu ingat kalau ketemu
chert langsung pikiran ke laut dalam :)
Apakah ini juga berhubungan dengan
pembentukan nodul2 di laut ?

Trims

RDP
"gambarnya nanti kupinjem buat ngedongeng ya
? :)"



------------------------------------------------------------------------

From: Andri Subandrio
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 30, 2007 4:25 PM

=== message truncated ===


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com



Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/economicgeology/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/




----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.

---------------------------------------------------------------------




---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.



----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.

---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke