Berikut petikan koran lokal di aceh tentang berita dari BPPT ini.
Ada baiknya IAGI, BPPT, maupun BP Migas bisa duduk bersama sebelum mengeluarkan 
berita gembira spt ini, setidaknya berita tsb tidak sampai dipolitisir oleh 
sekelompok massa, apalagi daerah ini yang baru saja mengakhiri konflik.

Migas Raksasa Ditemukan di Aceh
JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama lembaga riset 
geologi dan
kelautan Jerman (BGR) menemukan sumber daya minyak dan gas (migas) berskala 
raksasa di timur
laut Pulau Simeulue, Aceh. Potensi hidrokarbon itu ditaksir mencapai 50 miliar 
barel. Lebih besar
dari yang terdapat di Banyu Urip, Jawa Timur, yang hanya 450 juta barel. 
Direktur Pusat Teknologi
Inventarisasi BPPT Yusuf Surahman menjelaskan, potensi itu berdasarkan 
perhitungan dengan
porositas 15 persen. Porositas merupakan kemungkinan batuan menyimpan cairan 
(termasuk
minyak) di dalam gugusannya.
Karena rata rata saat ini porositas yang digunakan sekitar 20 persen. Jadi, 15 
persen itu realistis,
katanya dalam jumpa pers di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (11/2).
Sementara, jika menggunakan porositas 30 persen, maka diperkirakan volume 
minimum cekungan
mencapai 107,5 miliar barel dan volume maksimumnya 320,79 miliar.
Jika dibandingkan dengan negara negara lain, penemuan ini termasuk kategori 
kakap. Arab Saudi,
misalnya, cadangan terbuktinya 264,21 miliar barel, sehingga bisa dieksplorasi 
selama 250 tahun.
Sedangkan potensi migas di Banyu Urip, Jawa Timur, sebesar 450 juta barel. 
Adapun lapangan
migas yang dapat dikategorikan sebagai giant field adalah apabila volume 
cadangan terhitung
mencapai 500 juta barel.
Pascagempa
Penemuan potensi migas di perairan Simeulue itu bermula dari penelitian yang 
dilakukan BPPT
terkait gempa dan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004. Saat itu BPPT bersama 
lembaga riset
geologi dan kelautan Jerman (BGR) meneliti struktur geologi di sekitar 
Aceh-Nias dan akhirnya
menemukan potensi hidrokarbon di sekitar Pulau Simeulue.
Yusuf Surahman menambahkan, terdeteksinya potensi migas itu karena dipicu oleh 
gempa yang
terjadi di Aceh akhir Desember 2004 yang membuat geseran lokasi source rock. 
Source rock
merupakan batu yang mengeluarkan panas untuk mematangkan kandungan minyak. 
Potensi
hidrokarbon ini ditemukan di kedalaman sekitar 1.900 meter di bawah air laut.
Ia tak lupa mengingatkan bahwa volume tersebut hanya merepresentasikan ruang 
dalam bentuk
tangki yang belum tentu seluruhnya diisi oleh hidrokarbon, berhubung ruang 
dalam batuan
dipengaruhi faktor lain, seperti indeks saturasi air, kemampuan daya tampung 
minyak, dan gas.
Menurut Yusuf, hidrokarbon tersebut belum bisa dipastikan sebagai kandungan 
minyak dan gas
(migas). Namun, pihaknya menemukan carbonat build up yang mencirikan minyak dan 
bright spot
yang mencirikan gas.
Begitupun, masih dibutuhkan kajian yang lebih teliti untuk mengetahui kandungan 
yang
sebenarnya.
Kepala BPPT Prof Dr Said D Jenie menyatakan sudah melaporkan penemuan ini ke 
Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tapi lama tak dapat respons. Sampai 
akhirnya Pertamina
menyatakan ketertarikan untuk bekerja sama dengan BPPT melakukan kajian lebih 
dalam.
http://serambinews.com/old/cetak.php?aksi=cetak&beritaid=42390
2 of 2 12/02/2008 14:29
Pertamina sudah kirim letter of intent, katanya.
Pakar perminyakan dari Exploration Think Tank Indonesia (ETTI), Dr Andang 
Bachtiar, berpendapat
potensi minyak dan gas (hidrokarbon) yang baru ditemukan di perairan timur laut 
Pulau Simeulue
itu perlu segera ditindaklanjuti.
Kalau potensinya mencapai 107,5 miliar sampai 320,79 miliar barel itu suatu 
jumlah yang sangat
besar. Jika dari potensi itu hanya terbukti 25 persen saja, masih juga 
merupakan angka yang
sangat menarik, ujarnya di Jakarta kemarin.
Ia perkirakan butuh tiga tahun untuk membuktikan cadangan dengan melakukan 
pengeboran 14
sumur dan studi seismik senilai US$ 3 juta.
Sementara itu, Kepala BPPT Prof Said Jenie berharap, Pemerintah Indonesia 
segera mengamankan
potensi tersebut agar dapat dikuasai oleh negara.
BPPT menyarankan untuk segera dilakukan penelitian lanjutan semaksimal mungkin 
yang
dilaksanakan para peneliti dalam negeri yang sudah memiliki kemampuan dan 
fasilitas. BPPT dan
LIPI memiliki sejumlah armada kapal riset Baruna Jaya untuk membuktikan 
kebenaran
ada-tidaknya cadangan itu, katanya. Titik koordinat
Guna memastikan titik kordinat tempat ditemukannya ladang migas baru itu, 
Serambi coba
menghubungi Kepala Divisi Komunikasi Pertamina Pusat Jakarta, Wisnuntoro petang 
kemarin.
Namun, Wisnuntoro mengaku hingga kemarin belum mengetahui persis lokasi 
tersebut.
Saya belum tahu lokasi temuan migas itu. Besok akan saya tanyakan ke BP Migas. 
Soalnya, kalau
menyangkut eksplorasi minyak dan gas itu kewenangan BP Migas (Badan Pelaksana 
Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi -red), kata Wisnuntoro yang mantan kepala Pertamina 
Unit Pemasaran I
Medan. (dtf/usb/ant)
Copyright © 2008 Serambi Indonesia. All rights reserved.

----- Mesej Asal ----
Daripada: Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Dihantar: Selasa, 12 Februari, 2008 10:51:38
Subjek: Re: [iagi-net-l] JakPost - Agencies discover hydrocarbon in Aceh

2008/2/12 
Ferry 
Bastaman 
Hakim 
<[EMAIL PROTECTED]>:
> 
Tapi 
terus 
terang 
saya 
ragu 
biogenic 
gas 
generation 
mampu 
efektif 
untuk
> 
mengisi 
tank 
sebesar 
itu.

Paling 
tidak 
ada 
dua 
hal 
yang 
menjadi 
unsur 
penting 
dalam 
menghasilkan
kuantitas 
minyak 
sebesar 
itu 
:
1. 
Source 
(charging) 
- 
Apakah 
ada 
source 
rock 
yang 
mampu 
menggenerate
HC 
sebanyak 
itu 
?
2. 
Container 
capacity 
- 
Apakah 
ada 
tanki 
atau 
kontener 
yang 
mampu
menampungnya 
? 
Porosity, 
Seal 
capacity 
.... 
dalam 
hal 
ini 
termasuk
rentesion 
(seberapa 
kuat 
menahan 
dalam 
waktu 
tertentu. 
(btw, 
setahuku
jarang 
(tidak 
ada) 
reef 
build-up 
yang 
terisi 
"full 
to 
spill",
jangan-jangan 
yang 
dihitung 
hanya 
ukuran 
dari 
kontainernya 
saja)
3 
...

Salah 
satu 
cara 
utk 
"reality 
check" 
adalah 
mencari 
analogi, 
adakah
analoginya 
di 
lokal 
Indonesia 
(region 
Asia) 
kalau 
masih 
mau 
mencoba
lagi, 
mencari 
analogi 
secara 
global, 
adakah 
analoginya 
"somewhere 
on
earth"?.

Mari 
bermimpi 
bareng-bareng 
! 
Lupakan 
sejenak 
"reality 
check" 
kita
coba 
"out 
of 
the 
box".

Kalau 
masih 
akan 
mencoba 
improvisasi 
"out 
of 
the 
box", 
boleh 
saja 
dilakukan.
Walaupun 
harus 
disadari 
kita 
akan 
tetep 
harus 
dalam 
koridor 
"BOX".
Boxnya 
bisa 
saja 
"local 
analogue", 
bisa 
saja 
dalam 
box 
"global 
analogue".
Kalau 
masih 
kurang 
dalam 
"fundamental 
physics". 
artinya 
apakah
spekulasi 
kita 
masih 
akan 
diakui 
dalam 
ilmu 
fisika 
? 
Misalnya, 
apakah
source 
rock 
yang 
diperkirakan 
ada 
itu 
akan 
mampu 
50% 
efficient
menghasilkan 
HC 
?

Yang 
ingin 
saya 
sampaikan 
adalah 
... 
penyampaian 
"angka" 
(walaupun
spekulatif) 
itu 
mestinya 
selalu 
dalam 
sebuah 
koridor 
ilmiah, 
apalagi
BPPT. 
Dan 
saya 
yakin 
mereka 
sudah 
melakukannya 
dengan 
baik. 
Tentusaja,
menyampaikan 
angka 
sebesar 
itu 
walaupun 
ingin 
out 
of 
the 
box, 
tetap
harus 
dalam 
koridor 
hukum-hukum 
ilmu 
dasar 
fisika 
dan 
kimia.

Salam 
mimpi

RDP


----------------------------------------------------------------------------
To 
unsubscribe, 
send 
email 
to: 
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To 
subscribe, 
send 
email 
to: 
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit 
IAGI 
Website: 
http://iagi.or.id
Pembayaran 
iuran 
anggota 
ditujukan 
ke:
Bank 
Mandiri 
Cab. 
Wisma 
Alia 
Jakarta
No. 
Rek: 
123 
0085005314
Atas 
nama: 
Ikatan 
Ahli 
Geologi 
Indonesia 
(IAGI)
Bank 
BCA 
KCP. 
Manara 
Mulia
No. 
Rekening: 
255-1088580
A/n: 
Shinta 
Damayanti
IAGI-net 
Archive 
1: 
http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net 
Archive 
2: 
http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

DISCLAIMER: 
IAGI 
disclaims 
all 
warranties 
with 
regard 
to 
information 
posted 
on 
its 
mailing 
lists, 
whether 
posted 
by 
IAGI 
or 
others. 
In 
no 
event 
shall 
IAGI 
and 
its 
members 
be 
liable 
for 
any, 
including 
but 
not 
limited 
to 
direct 
or 
indirect 
damages, 
or 
damages 
of 
any 
kind 
whatsoever, 
resulting 
from 
loss 
of 
use, 
data 
or 
profits, 
arising 
out 
of 
or 
in 
connection 
with 
the 
use 
of 
any 
information 
posted 
on 
IAGI 
mailing 
list.

---------------------------------------------------------------------







      Search, browse and book your hotels and flights through Yahoo! Travel 
http://sg.travel.yahoo.com

Kirim email ke