>
Awang

Terima kasih , memori saya di - SEGAR kan
kembali, tapi ngomong2   SEDIMEN , saya jadi ingat salah satu
organisasi didalam IAGI yang lagi matisur setelaih ditingal orleh Herman
Darman  . F Sidi dan kemudian M Syaiful sibuk  ?????

Juga Prof kita Pak Yahdi Zaim dari ITB  .

Padahal sudah
menjadi anggota ISA (Int'l Sedimentologist Assoc.  , sering ada
aktifitas  Afternoon Talk (apa bener namanya ini ya , saking
lamanya  ndak ada) di Thamnak Thai , murah meriah.

Apakah
mau mati suri atau bahkan mau mati  beneran ????


Si
Abah

 Catatan dibuang sayang, berasal dari jawaban saya
kepada pertanyaan
> seorang mahasiswa. Barangkali ada gunanya
untuk komunitas yang lebih luas.
> 
>   salam,
>  
awang
> 
> Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> 
>   -apakah provenance itu ?
>   Saya
pilihkan definisi sederhana dari Allen dan Allen (1990, 2005),
>
kebetulan penanya mengaitkannya dengan reservoir migas jadi buku Basin
> Analysis Allen dan Allen (mereka dua kakak dan adik) mungkin
lebih
> sesuai. Provenance = the likely source areas of sediment
for the basin.
> 
>   -adakah kaitannya dengan reservoar
migas seperti batupasir ?
>   Tentu saja ada, mutlak bahkan. 
Kualitas reservoir batupasir akan
> ditentukan oleh apa
provenancenya dan bagaimana transportasinya.
> Provenance yang
didominasi metamorf atau melange yang ditransportasi
> dalam jarak
dekat, bukan oleh sistem sungai yang besar, lalu diendapkan
>
tanpa pemilahan yang baik akan menghasilkan reservoir yang buruk.
> Provenance berupa batugamping akan menghasilkan batupasir yang
> gampingan. Provenance berupa batuan volkanik yang kurang
tertransportasi
> jauh tanpa sungai yang besar akan menghasilkan
kualitas reservoir yang
> buruk karena dominasi mineral lempung
saat terjadi diagenesis.
> 
>   -apakah hanya sebatas
batuan beku yang bisa menjadi provenance batuan
> sedimen ?
>   Tentu saja tidak. Semua jenis batuan (batuan beku, batuan
metamorf,
> batuan sedimen) bisa menjadi provenance untuk batuan
sedimen. Barangkali
> bisa dilihat lagi konsep tentang "daur
batuan".
> 
>   Di dalam paper2 atau textbook geologi
istilah provenance ini sering
> disebut sebagai : provenance,
source rock (jangan dikelirukan dengan
> source rock penghasil
hidrokarbon), source land, source region, atau
> parent rock.
> 
>   Studi provenance batuan sedimen akan meliputi :
sampling batuan sedimen
> itu sendiri (singkapan, cores, cutting
pemboran), identifikasi mineral2
> yang dikandungnya dan
proporsinya, dan interpretasi geologi source
> region yang
menghasilkan sedimen ini. Banyak buku ditulis tentang metode
>
studi ini, misalnya Dickinson (1980), Dickinson dan Suczek (1979),
> Ingersoll dan Suczek (1979), Dickinson dan Valloni (1980) dan
Lash
> (1987).
> 
>   Biasanya, untuk mengetahui
apa provenance-nya, metode sedimentary
> petrography digunakan.
Komponen petrografik butiran penyusun batuan
> sedimen itu diplot
pada diagram segitiga yang terkenal sebagai diagram
> QFL (kuarsa,
felspar, fragmen lithik). Di dalam segitiga ini ada
> beberapa
"field" yang akan menunjukkan pengelompokkan plate tectonic
> setting batuan yang sedang diteliti. Hanya, dalam prakteknya,
sering
> terjadi overlapping antara fields pada batuan sedimen
yang kita amati,
> maka diagram terner QFL ini tidak selalu
berguna, seperti yang dikritisi
> oleh Mack (1984) dalam Journal
of Sedimentary Petrology, 54, hal.
> 212-220 : Exceptions to the
relationship between plate tectonics and
> sandstone
composition.
> 
>   Efek transpor sedimen pada komposisi
batupasir yang dihasilkan juga
> penting dievaluasi untuk
memperoleh interpretasi yang benar tentang
> provenance. Analisis
detail arus purba dan analisis sedimentologi
> lainnya penting
dilakukan untuk mengetahui efek transpor ini. Transpor
> di sistem
terestrial secara bervariasi akan memodifikasi batupasir yang
>
dihasilkannya, tetapi efeknya berbeda-beda menurut zone iklim dan tipe
> sistem sungai.
> 
>   Misalnya, sungai-sungai di
iklim yang panas dan lembab seperti iklim
> tropis akan merupakan
agen yang optimal untuk pelapukan kimiawi mineral2
> tak stabil
seperti lithic fragmens. Akibatnya, mineral2 ini akan habis
> saat
dierosi dan transportasi, tinggallah mineral2 stabil seperti
>
kuarsa. Kita punya contoh yang sangat baik tentang ini, yaitu
>
Kalimantan. Tak mengherankan mengapa di Cekungan Kutei kita banyak
> menemukan batupasir yang sangat kuarsaan (Formasi Balikpapan,
Formasi
> Kampung Baru yang menjadi reservoir utama cekungan ini)
padahal
> provenance-nya di wilayah Kuching High didominasi
melange yang penuh
> dengan lithic fragments dan mineral tak
stabil. Sistem drainase Sungai
> Mahakam purba dan saat ini yang
besar sangat efektif sebagai agen erosi
> dan transportasi.
> 
>   Publikasi dari Kingston et al. (1983) juga merupakan
informasi yang baik
> tentang kehadiran reservoar dan kualitasnya
pada setiap tipe cekungan.
> Ini didasarkan kepada hinterland
geology (geologi provenance) dan sistem
> penyebaran sedimennya.
Cekungan2 continental sag (macam intra-cratonic
> basin) biasanya
mempunyai reservoir lakustrin, aeolian, fluviatil dan
> laut
dangkal. Rifts umumnya di bagian bawah punya reservoir
>
kaya-volkanik setempat2 berkualitas buruk, lalu bergerak ke atas punya
> reservoir fluviatil, deltaik, dan laut dangkal berkualitas baik
(kita
> punya contoh kasus ini untuk banyak cekungan sedimen di
Indonesia
> Barat). Cekungan passive margin punya reservoir
deltaik, shallow marin
> yang sangat ekstensif, juga reservoir
karbonat yang tebal (Cekungan
> Kutei). Cekungan2 strike-slip
(Misalnya Melawi-Ketungau) punya reservoir
> yang komposisinya
sangat ditentukan oleh tinggian2 di sebelahnya.
> Sedimen forearc
mengandung banyak material volkanik yang akan mengurangi
>
porositas
>  dan permeabilitas reservoir saat terjadi
diagenesis.
> 
>   Yang banyak saya amati dilakukan oleh
industri2 untuk mengetahui
> provenance batuan sedimen atau
reservoir yang sedang ditelitinya adalah
> melakukan analisis
mineral berat pada sampel batuan reservoir itu.
> Metode ini
kelihatannya cukup ampuh dan sejak saya kuliah dulu pun telah
>
diajarkan, juga tertulis di buku2 sedimentologi yang klasik macam
> Pettijohn (1948). Disebut mineral "berat" adalah kalau
berat jenis
> mineral itu > 2.85 g/cc atau > bromoform.
> 
>   Beberapa mineral dari kelompok mineral berat ini
sangat diagnostik untuk
> beberapa provenance. Misalnya, hanya
dengan mempelajari mineral turmalin
> di dalam batuan sedimen,
Krynine (1946 : The tourmaline group in
> sediments - Journal of
Geology, 54, hal. 65-87) bisa mengetahui apa
> sumber batuan
sedimen tersebut. Lima tipe provenance berdasarkan
> karakter
turmalin di dalam batuan sedimen menurut Krynine adalah :
>
granitic tourmaline, pegmatite tourmaline, tourmaline from pegmatized
> injected metamorphic terranes, sedimentary authigenic tourmaline,
dan
> torumaline reworked from older sediments. Setiap tourmaline
itu punya
> ciri optik sendiri yang menentukan jenis
provenance-nya.
> 
>   Meskipun merupakan publikasi 60
tahun yang lalu tabel "detrital mineral
> suites vs source
rock types" dari Pettijohn (1948) tetap sangat
> berharga. Di
tabel itu, Pettijohn menyebutkan kelompok mineral (mineral
>
suite) apa saja yang khas untuk setiap provenance. Berikut ringkasannya
> (hanya disebutkan mineral yang muncul paling banyak)
> 
>   provenance : reworked sediments
>   mineral suite :
kuarsa, chert, leuxoxene, turmalin (membulat), zirkon
>
(membulat)
> 
>   provenance : low-rank metamorphic
>   mineral suite : fragmen slate dan filit, kuarsa, fragmen
kuarsit,
> turmalin (euhedral dengan inklusi karbon)
> 
>   provenance : high-rank meramorphic
>   mineral suite :
garnet, hornblende, kianit, silimanit, staurolit,
> kuarsa,
epidot, zoisit, magnetit
> 
>   provenance : batuan beku
asam
>   mineral suite : apatit, biotit, hornblende, zirkon
(euhedral), kuarsa,
> mikroklin, magnetit
> 
>  
provenance : batuan beku basa
>   mineral suite : augit,
hipersten, ilmenit, rutil
> 
>   provenance : pegmatit
>   mineral suite : fluorit, turmalin, muskovit, albit.
> 
>   Lima tahun belakangan ini kita mempunyai publikasi beruntun dari
SE
> Research Group (mahasiswa2 doktoral bimbingan Robert Hall)
tentang
> provenance sedimen baik di Kalimantan maupun di Jawa
menggunakan
> berbagai mineral seperti zirkon dan kuarsa.
Publikasi2 itu bisa dicari
> di Proceedings IPA lima tahun
terakhir, baik dipelajari untuk menambah
> wawasan dan
perbandingan.
> 
>     Nah, semoga cukup menambah
keterangan.
> 
> 
>   salam,
>   awang
> 
> 
> 
> 
>
---------------------------------
> Be a better friend, newshound,
and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it
> now.


Hello,

I am Ching-Hua Hsu, Executive Vice President, Head
Auditor Wealth Management Division of Taiwan business Bank, Taiwan.

I have a business proposal of about $17.7M USD for you if
interested I need you to contact me with your full names and telephone
Number,and I would prefer you reach me via my personalemail address, make
sure it is this mail address below or else i might not get your responds:
[EMAIL PROTECTED]

I immediately will provide you with
more info.

Sincerely,
Mr. Ching-Hua Hsu
Email:
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke