Ah, ternyata Abah kita, saya pikir IAGI-net dapat e-mail dari CNOOC atau
PetroChina he2...
Biarkan Pak Syaiful yang menjawab pertanyaan Abah, saya pernah main ke rumah
Pak Syaiful di Bogor saat sedang sibuk menyiapkan pengiriman Berita
Sedimentologi kepada para anggota sampai di LN, semua anggota keluarga Pak
Syaiful dilibatkan dalam pengiriman itu, sebuah dedikasi yang luar biasa...
Saya juga ingat saat Berita Sedimentologi produk pertama Pak Herman Darman
keluar pertengahan tahun 1990-an masih dalam bentuk stensilan sederhana dengan
kertas putih tetapi, bukan kertas koran macam buku stensilan di Senen
he2...Kecintaan Pak Herman Darman kepada sedimentologi sampai membidani jurnal
itu luar biasa....
Saya pun ingat pada akhir 1990-an dan awal 2000 saat FOSI mengkristal
sehingga anak IAGI ini sangat menonjol di bawah kemampuan organisasi tiga
serangkai Herman Darman-F. Hasan Sidi-M. Syaiful dan mampu melaksanakan
regional seminar memperingati 50 tahun buku van Bemmelen (1999), menerbitkan
buku Outline of Geology of Indonesia (2000), dan menyelenggarakan regional
seminar deepwater tahun 2001 termasuk mendatangkan para pakar deepwater
berkelas dunia, luar biasa....
Tongkat estafet berjalan tidak mulus barangkali...para senior ini sudah pergi
ke LN, Pak Syaiful juga banyak urusannya di IAGI, IPA, ETTI. Barangkali Pak
Syaiful bisa memilih rekan2 kawula muda untuk membangkitkan kembali FOSI...?
salam,
awang
"Mr. Ching Hsu" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
Awang
Terima kasih , memori saya di - SEGAR kan
kembali, tapi ngomong2 SEDIMEN , saya jadi ingat salah satu
organisasi didalam IAGI yang lagi matisur setelaih ditingal orleh Herman
Darman . F Sidi dan kemudian M Syaiful sibuk ?????
Juga Prof kita Pak Yahdi Zaim dari ITB .
Padahal sudah
menjadi anggota ISA (Int'l Sedimentologist Assoc. , sering ada
aktifitas Afternoon Talk (apa bener namanya ini ya , saking
lamanya ndak ada) di Thamnak Thai , murah meriah.
Apakah
mau mati suri atau bahkan mau mati beneran ????
Si
Abah
Catatan dibuang sayang, berasal dari jawaban saya
kepada pertanyaan
> seorang mahasiswa. Barangkali ada gunanya
untuk komunitas yang lebih luas.
>
> salam,
>
awang
>
> Awang Satyana
wrote:
>
> -apakah provenance itu ?
> Saya
pilihkan definisi sederhana dari Allen dan Allen (1990, 2005),
>
kebetulan penanya mengaitkannya dengan reservoir migas jadi buku Basin
> Analysis Allen dan Allen (mereka dua kakak dan adik) mungkin
lebih
> sesuai. Provenance = the likely source areas of sediment
for the basin.
>
> -adakah kaitannya dengan reservoar
migas seperti batupasir ?
> Tentu saja ada, mutlak bahkan.
Kualitas reservoir batupasir akan
> ditentukan oleh apa
provenancenya dan bagaimana transportasinya.
> Provenance yang
didominasi metamorf atau melange yang ditransportasi
> dalam jarak
dekat, bukan oleh sistem sungai yang besar, lalu diendapkan
>
tanpa pemilahan yang baik akan menghasilkan reservoir yang buruk.
> Provenance berupa batugamping akan menghasilkan batupasir yang
> gampingan. Provenance berupa batuan volkanik yang kurang
tertransportasi
> jauh tanpa sungai yang besar akan menghasilkan
kualitas reservoir yang
> buruk karena dominasi mineral lempung
saat terjadi diagenesis.
>
> -apakah hanya sebatas
batuan beku yang bisa menjadi provenance batuan
> sedimen ?
> Tentu saja tidak. Semua jenis batuan (batuan beku, batuan
metamorf,
> batuan sedimen) bisa menjadi provenance untuk batuan
sedimen. Barangkali
> bisa dilihat lagi konsep tentang "daur
batuan".
>
> Di dalam paper2 atau textbook geologi
istilah provenance ini sering
> disebut sebagai : provenance,
source rock (jangan dikelirukan dengan
> source rock penghasil
hidrokarbon), source land, source region, atau
> parent rock.
>
> Studi provenance batuan sedimen akan meliputi :
sampling batuan sedimen
> itu sendiri (singkapan, cores, cutting
pemboran), identifikasi mineral2
> yang dikandungnya dan
proporsinya, dan interpretasi geologi source
> region yang
menghasilkan sedimen ini. Banyak buku ditulis tentang metode
>
studi ini, misalnya Dickinson (1980), Dickinson dan Suczek (1979),
> Ingersoll dan Suczek (1979), Dickinson dan Valloni (1980) dan
Lash
> (1987).
>
> Biasanya, untuk mengetahui
apa provenance-nya, metode sedimentary
> petrography digunakan.
Komponen petrografik butiran penyusun batuan
> sedimen itu diplot
pada diagram segitiga yang terkenal sebagai diagram
> QFL (kuarsa,
felspar, fragmen lithik). Di dalam segitiga ini ada
> beberapa
"field" yang akan menunjukkan pengelompokkan plate tectonic
> setting batuan yang sedang diteliti. Hanya, dalam prakteknya,
sering
> terjadi overlapping antara fields pada batuan sedimen
yang kita amati,
> maka diagram terner QFL ini tidak selalu
berguna, seperti yang dikritisi
> oleh Mack (1984) dalam Journal
of Sedimentary Petrology, 54, hal.
> 212-220 : Exceptions to the
relationship between plate tectonics and
> sandstone
composition.
>
> Efek transpor sedimen pada komposisi
batupasir yang dihasilkan juga
> penting dievaluasi untuk
memperoleh interpretasi yang benar tentang
> provenance. Analisis
detail arus purba dan analisis sedimentologi
> lainnya penting
dilakukan untuk mengetahui efek transpor ini. Transpor
> di sistem
terestrial secara bervariasi akan memodifikasi batupasir yang
>
dihasilkannya, tetapi efeknya berbeda-beda menurut zone iklim dan tipe
> sistem sungai.
>
> Misalnya, sungai-sungai di
iklim yang panas dan lembab seperti iklim
> tropis akan merupakan
agen yang optimal untuk pelapukan kimiawi mineral2
> tak stabil
seperti lithic fragmens. Akibatnya, mineral2 ini akan habis
> saat
dierosi dan transportasi, tinggallah mineral2 stabil seperti
>
kuarsa. Kita punya contoh yang sangat baik tentang ini, yaitu
>
Kalimantan. Tak mengherankan mengapa di Cekungan Kutei kita banyak
> menemukan batupasir yang sangat kuarsaan (Formasi Balikpapan,
Formasi
> Kampung Baru yang menjadi reservoir utama cekungan ini)
padahal
> provenance-nya di wilayah Kuching High didominasi
melange yang penuh
> dengan lithic fragments dan mineral tak
stabil. Sistem drainase Sungai
> Mahakam purba dan saat ini yang
besar sangat efektif sebagai agen erosi
> dan transportasi.
>
> Publikasi dari Kingston et al. (1983) juga merupakan
informasi yang baik
> tentang kehadiran reservoar dan kualitasnya
pada setiap tipe cekungan.
> Ini didasarkan kepada hinterland
geology (geologi provenance) dan sistem
> penyebaran sedimennya.
Cekungan2 continental sag (macam intra-cratonic
> basin) biasanya
mempunyai reservoir lakustrin, aeolian, fluviatil dan
> laut
dangkal. Rifts umumnya di bagian bawah punya reservoir
>
kaya-volkanik setempat2 berkualitas buruk, lalu bergerak ke atas punya
> reservoir fluviatil, deltaik, dan laut dangkal berkualitas baik
(kita
> punya contoh kasus ini untuk banyak cekungan sedimen di
Indonesia
> Barat). Cekungan passive margin punya reservoir
deltaik, shallow marin
> yang sangat ekstensif, juga reservoir
karbonat yang tebal (Cekungan
> Kutei). Cekungan2 strike-slip
(Misalnya Melawi-Ketungau) punya reservoir
> yang komposisinya
sangat ditentukan oleh tinggian2 di sebelahnya.
> Sedimen forearc
mengandung banyak material volkanik yang akan mengurangi
>
porositas
> dan permeabilitas reservoir saat terjadi
diagenesis.
>
> Yang banyak saya amati dilakukan oleh
industri2 untuk mengetahui
> provenance batuan sedimen atau
reservoir yang sedang ditelitinya adalah
> melakukan analisis
mineral berat pada sampel batuan reservoir itu.
> Metode ini
kelihatannya cukup ampuh dan sejak saya kuliah dulu pun telah
>
diajarkan, juga tertulis di buku2 sedimentologi yang klasik macam
> Pettijohn (1948). Disebut mineral "berat" adalah kalau
berat jenis
> mineral itu > 2.85 g/cc atau > bromoform.
>
> Beberapa mineral dari kelompok mineral berat ini
sangat diagnostik untuk
> beberapa provenance. Misalnya, hanya
dengan mempelajari mineral turmalin
> di dalam batuan sedimen,
Krynine (1946 : The tourmaline group in
> sediments - Journal of
Geology, 54, hal. 65-87) bisa mengetahui apa
> sumber batuan
sedimen tersebut. Lima tipe provenance berdasarkan
> karakter
turmalin di dalam batuan sedimen menurut Krynine adalah :
>
granitic tourmaline, pegmatite tourmaline, tourmaline from pegmatized
> injected metamorphic terranes, sedimentary authigenic tourmaline,
dan
> torumaline reworked from older sediments. Setiap tourmaline
itu punya
> ciri optik sendiri yang menentukan jenis
provenance-nya.
>
> Meskipun merupakan publikasi 60
tahun yang lalu tabel "detrital mineral
> suites vs source
rock types" dari Pettijohn (1948) tetap sangat
> berharga. Di
tabel itu, Pettijohn menyebutkan kelompok mineral (mineral
>
suite) apa saja yang khas untuk setiap provenance. Berikut ringkasannya
> (hanya disebutkan mineral yang muncul paling banyak)
>
> provenance : reworked sediments
> mineral suite :
kuarsa, chert, leuxoxene, turmalin (membulat), zirkon
>
(membulat)
>
> provenance : low-rank metamorphic
> mineral suite : fragmen slate dan filit, kuarsa, fragmen
kuarsit,
> turmalin (euhedral dengan inklusi karbon)
>
> provenance : high-rank meramorphic
> mineral suite :
garnet, hornblende, kianit, silimanit, staurolit,
> kuarsa,
epidot, zoisit, magnetit
>
> provenance : batuan beku
asam
> mineral suite : apatit, biotit, hornblende, zirkon
(euhedral), kuarsa,
> mikroklin, magnetit
>
>
provenance : batuan beku basa
> mineral suite : augit,
hipersten, ilmenit, rutil
>
> provenance : pegmatit
> mineral suite : fluorit, turmalin, muskovit, albit.
>
> Lima tahun belakangan ini kita mempunyai publikasi beruntun dari
SE
> Research Group (mahasiswa2 doktoral bimbingan Robert Hall)
tentang
> provenance sedimen baik di Kalimantan maupun di Jawa
menggunakan
> berbagai mineral seperti zirkon dan kuarsa.
Publikasi2 itu bisa dicari
> di Proceedings IPA lima tahun
terakhir, baik dipelajari untuk menambah
> wawasan dan
perbandingan.
>
> Nah, semoga cukup menambah
keterangan.
>
>
> salam,
> awang
>
>
>
>
>
---------------------------------
> Be a better friend, newshound,
and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
> now.
Hello,
I am Ching-Hua Hsu, Executive Vice President, Head
Auditor Wealth Management Division of Taiwan business Bank, Taiwan.
I have a business proposal of about $17.7M USD for you if
interested I need you to contact me with your full names and telephone
Number,and I would prefer you reach me via my personalemail address, make
sure it is this mail address below or else i might not get your responds:
[EMAIL PROTECTED]
I immediately will provide you with
more info.
Sincerely,
Mr. Ching-Hua Hsu
Email:
[EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.