Hmmm,.. agak tricky juga dirimu memaknai angka-angka itu, Vick. Terutama ketika dirimu tidak membahas fakta feed-back questionaire yang 14%nya (prosentase paling besar) menganggap gaji&benefit merupakan driving factornya. Apalagi ketika dalam pengkelasannya "gaji-benefit-pajak" kamu pisahkan dari komponen "profesionalisme & karir"; ini juga sangat subjective. "Gaji-benefit-pajak" inheren dalam pengertian profesionalisme. Jadi, mustinya sampeyan gabungkan "Gaji-benefit-pajak" itu dalam overall klasifikasi "profesionalisme dan karir". Kalau misalnya dari questionaire tsb hanya minoritas (say, less than 5%) yang menganggap "Gaji-benefit-pajak" sebagai driving force, barulah faktor korelasi profesionalisme dan gaji tsb menjadi negatif, dan kesimpulan sampeyan jadi valid. Tapi, lha ini wong kebanyakan (14%) bilang gaji-benefit-pajak itu pendorong utamanya, jee..... Coba kalau ditanyakan dalam questionaire: Kalau anda digaji sama dengan di Indonesia, tapi diberikan peluang berprestasi dan berkarir secara profesional dengan berbagai embel2: international exposure, batu loncatan, expatriate image, dsb, dsb,.... apakah anda tetep mau kerja di Malaysia? Hehehehe.. kemungkinan statistik jawabannya akan lebih aneh lagi analisisnya.

Anyway,.. salut untuk usahanya terus menerus menggedor nasionalisme dan profesionalisme migas Indonesia. Keep on moving broer....

ADB


----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]>; "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>; "migas indonesia" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "mediacare yahoogroups" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "serba-kl" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, April 08, 2008 3:34 PM
Subject: [iagi-net-l] Apakah nasionalisme sudah menjadi barang jadul ?


Apakah nasionalisme sudah menjadi barang jadul ?

"Mengapa tertarik ke Malaysia, mengapa tidak ke Uni Eropa atau ke AS? Apa
keuntungan/ kemudahan bekerja di Malaysia?? Apa keinginan atau harapan
terhadap Indonesia sebagai tanah air, terutama dari pemerintah dimana
ternyata banyak sekali ahli-ahli Indonesia yang memilih bekerja di luar
negeri dan membangun negara orang lain karena mendapat imbalan ekonomi yang
sangat menyejahterakan dibandingkan dengan membangun negeri sendiri ?

Diatas itu merupakan pertanyaan seorang "wartawan" yang suka menggelitik
rasa nasionalisme para pekerja migas di Luar negeri (khususnya Malaysia).

Nah apa jawaban mereka yg saat ini bekerja di LN ini ? benarkah mereka
menginginkan materi saja ?

Silahkan simak disini :
http://rovicky.wordpress.com/2008/04/08/nasionalisme-barang-jadul/

Rovicky DP
--
http://tempe.wordpress.com/
No one can monopolize the truth !


--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke