Kalau memang untuk kebaikan bersama mengapa tidak , biar tidak kaget mulai
sekarang sudah membiasakan beli dg harga non subsidi ( beli Petramax ) .
masak masih mau disubsidi trus terussan..
ISM
=========================
BPH Migas: Cabut Subsidi BBM Mobil Pribadi
Pembatasan konsumsi BBM akan dilakukan bertahap.
JAKARTA--Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas)
mengusulkan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan
pribadi. Usulan itu merupakan salah satu dari empat skenario yang disiapkan
pemerintah terkait program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.
"Subsidi BBM hanya diberikan untuk kendaraan umum," kata anggota komite BPH
Migas, Adi Subagyo, kepada Republika, Ahad (27/4). Pertimbangannya, ungkap
Adi, pengguna kendaraan umum adalah masyarakat yang berpenghasilan
pas-pasan. Dengan alasan itu, hanya kendaraan umum yang akan ditempel smart
card.
Smart card akan menjadi tanda pengenal bahwa kendaraan tersebut berhak
membeli BBM bersubsidi yang dijual di SPBU. Kendaraan pribadi, lanjut Adi,
masih bisa mengonsumsi premium atau solar yang dijual di SPBU dengan harga
nonsubsidi.
Harga premium dan solar nonsubsidi ini akan ditetapkan tersendiri oleh
pemerintah. "Harganya mungkin dipatok lebih tinggi sedikit dari harga
subsidi, tapi masih di bawah harga bahan bakar jenis Pertamax atau Pertamax
Plus."
Saat ini, premium bersubsidi dijual di SPBU pada harga Rp 4.500 per liter,
solar bersubsidi Rp 4.300 per liter, dan harga Pertamax serta Pertamax Plus
di atas Rp 8.500 per liter.
Empat skenario pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang tengah digodok
pemerintah adalah pembatasan konsumsi berdasarkan kapasitas mesin (CC),
tahun keluaran kendaraan, berdasarkan peruntukannya (kendaraan umum atau
pribadi), dan kelompok kendaraan yang samar-samar.
BPH Migas mengusulkan prioritas utama pembatasan konsumsi BBM berdasarkan
peruntukan atau skenario ketiga. Prioritas berikutnya adalah skenario kedua
atau berdasarkan tahun keluaran kendaraan.
Untuk skenario ini, BPH Migas mengusulkan kendaraan pribadi roda empat
keluaran lima tahun terakhir tak mendapat subsidi BBM. "Tapi, untuk sepeda
motor keluaran lima tahun terakhir, tetap memperoleh subsidi."
Di tempat terpisah, Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan,
pemerintah belum memutuskan opsi mana yang akan dipilih. Kendati demikian,
pembatasan konsumsi BBM bersubsidi akan dilakukan secara bertahap.
Pembatasan BBM menggunakan smart card itu tak bisa dilaksanakan sekaligus di
seluruh wilayah Indonesia. "Kita akan cari daerah yang bisa diterapkan smart
card," katanya, kemarin.
Pengamat perminyakan, Kurtubi, menilai program penghematan BBM melalui smart
card kurang efektif. Dia lebih setuju jika pemerintah memilih menaikkan
harga BBM bersubsidi.
Sebabnya, harga minyak mentah dunia bakal terus naik. Dalam kondisi ini,
jika harga BBM bersubisidi tak dinaikkan, pemerintah akan menanggung biaya
subsidi BBM yang luar biasa besar. "Tidak mustahil harga minyak mentah dunia
pada akhir tahun mencapai 150 dolar AS per barel," katanya, akhir pekan
lalu.
Ekonom Indef, Aviliani, mengingatkan pemerintah agar segera memutuskan soal
harga BBM bersubsidi paling lambat Juni 2008. "Harus ada kesimpulan dari
pemerintah," katanya. Meskipun kebijakan tak populis, kenaikan harga BBM
dinilai berdampak positif bagi kesinambungan perekonomian nasional. "Kisaran
kenaikan 20-30 persen itu sudah paling maksimal." dia/ant
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------