Ohhhh....kalo saya berpikir kayak sopir angkotnya mas Dwi berarti bagus juga yah.... (selalu memanfaatkan semua peluang yang ada buat kepentingan sendiri yang tentu sangat logis dan ekonomis).
Berarti kalo hari ini banyak pejabat kita, politikus kita, tengtara kita, ponglisi kita, jaksa kita, dlsb berpikiran hampir sama dengan contohnya mas Dwi, berartinya mereka nggk beda jauh dengan supir angkot.....(he...he...he..., hidup republik angkot) Logis dan ekonomis apa yang diutarakan sampean mas Dwi...., so biar nggk ada peluang yang itu bisa dimangfaatkan oleh manusia2 nggk bertanggung jawab, berarti berlakukan aja bbm tak bersubsidi buat semua rakhyat....(tokh dengan subsidi ini pun jadi nggk pas sasaran) Biar adil, tengtrem, and tepat sasaran.... Nah duit dari potongan subsidinya kita alokasikan buat pabrik sebanyak2nya, buat sekolah sebanyak2nya, buat rumah sakit sebanyak2nya biar nggk ada lagi rakhyat yang miskin atau susah sekolah, atau susah kerja Invest buat power plant sebanyak2nya (wong kita punya batubara berlimpah) bentang kabelnya, jual listriknya...(wuihhhhhh tambah kaya dech negara kita) Kalo udah diusut2 ternyata carut marut benang kusut-nya problem negara kita ujung2nya ada disubsidi yah....(sok atuh Pak SBY, cabut segera ini subsidi, insya Allah 2009 saya pilih lagi deh...) Salam Yoga -----Original Message----- From: Eko Prasetyo [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, 29 April 2008 2:31 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] BPH Migas : Cabut Subsidi BBM Kendaraan Pribadi emang gak ketahuan ama bossnya kalo dia gak narik? kan tengah jalan biasanya ada timernya..ketahuan ama timer kalo dia gak lewat...... ketahuan nih bukan angkot user... On 4/29/08, Dwiyatno Rumlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya seorang supir angkot, dan oleh pemerintah, diberi jatah subsidi > 40 liter sehari. Harga bensin subsidi Rp 4500, sementara bensin yang > non-subsidi adalah Rp 7500, selisih marginnya Rp 3000 rupiah per-liter. > Kalau saya ambil jatah saya yang 40 liter per hari kemudian saya jual > orang lain seharga Rp 7000 per liter (mustinya mudah, wong kalau beli > di POM Bensin harganya Rp 7500 per liter), untung saya adalah Rp > 100,000 per hari ....... Pembaca, beri alasan kepada saya kenapa saya > musti repot2 narik angkot, sementara dari margin perbedaan subsidi dan > non-subsidi saja, saya bisa memperoleh Rp 100,000 per hari ?!! Apakah > saya salah dengan melakukan itu semua ????? > > Salam > Sekedar masukan saja buat pembuat kebijakan > > > > ----- Original Message ----- > From: "Ismail Zaini" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Tuesday, April 29, 2008 10:33 AM > Subject: [iagi-net-l] BPH Migas : Cabut Subsidi BBM Kendaraan Pribadi > > > > Kalau memang untuk kebaikan bersama mengapa tidak , biar tidak kaget > mulai > > sekarang sudah membiasakan beli dg harga non subsidi ( beli Petramax ) . > > masak masih mau disubsidi trus terussan.. > > > > ISM > > ========================= > > BPH Migas: Cabut Subsidi BBM Mobil Pribadi Pembatasan konsumsi BBM > > akan dilakukan bertahap. > > > > > > JAKARTA--Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi > > (BPH > Migas) > > mengusulkan pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi > > kendaraan pribadi. Usulan itu merupakan salah satu dari empat > > skenario yang > disiapkan > > pemerintah terkait program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi. > > > > "Subsidi BBM hanya diberikan untuk kendaraan umum," kata anggota > > komite > BPH > > Migas, Adi Subagyo, kepada Republika, Ahad (27/4). Pertimbangannya, > ungkap > > Adi, pengguna kendaraan umum adalah masyarakat yang berpenghasilan > > pas-pasan. Dengan alasan itu, hanya kendaraan umum yang akan > > ditempel > smart > > card. > > > > Smart card akan menjadi tanda pengenal bahwa kendaraan tersebut > > berhak membeli BBM bersubsidi yang dijual di SPBU. Kendaraan > > pribadi, lanjut > Adi, > > masih bisa mengonsumsi premium atau solar yang dijual di SPBU dengan > harga > > nonsubsidi. > > > > Harga premium dan solar nonsubsidi ini akan ditetapkan tersendiri > > oleh pemerintah. "Harganya mungkin dipatok lebih tinggi sedikit dari > > harga subsidi, tapi masih di bawah harga bahan bakar jenis Pertamax > > atau > Pertamax > > Plus." > > > > Saat ini, premium bersubsidi dijual di SPBU pada harga Rp 4.500 per > liter, > > solar bersubsidi Rp 4.300 per liter, dan harga Pertamax serta > > Pertamax > Plus > > di atas Rp 8.500 per liter. > > > > Empat skenario pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang tengah > > digodok pemerintah adalah pembatasan konsumsi berdasarkan kapasitas > > mesin (CC), tahun keluaran kendaraan, berdasarkan peruntukannya > > (kendaraan umum atau pribadi), dan kelompok kendaraan yang samar-samar. > > > > BPH Migas mengusulkan prioritas utama pembatasan konsumsi BBM > berdasarkan > > peruntukan atau skenario ketiga. Prioritas berikutnya adalah > > skenario > kedua > > atau berdasarkan tahun keluaran kendaraan. > > > > Untuk skenario ini, BPH Migas mengusulkan kendaraan pribadi roda > > empat keluaran lima tahun terakhir tak mendapat subsidi BBM. "Tapi, > > untuk > sepeda > > motor keluaran lima tahun terakhir, tetap memperoleh subsidi." > > > > Di tempat terpisah, Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, > > pemerintah belum memutuskan opsi mana yang akan dipilih. Kendati > demikian, > > pembatasan konsumsi BBM bersubsidi akan dilakukan secara bertahap. > > Pembatasan BBM menggunakan smart card itu tak bisa dilaksanakan > sekaligus > di > > seluruh wilayah Indonesia. "Kita akan cari daerah yang bisa > > diterapkan > smart > > card," katanya, kemarin. > > > > Pengamat perminyakan, Kurtubi, menilai program penghematan BBM > > melalui > smart > > card kurang efektif. Dia lebih setuju jika pemerintah memilih > > menaikkan harga BBM bersubsidi. > > > > Sebabnya, harga minyak mentah dunia bakal terus naik. Dalam kondisi > > ini, jika harga BBM bersubisidi tak dinaikkan, pemerintah akan > > menanggung > biaya > > subsidi BBM yang luar biasa besar. "Tidak mustahil harga minyak > > mentah > dunia > > pada akhir tahun mencapai 150 dolar AS per barel," katanya, akhir > > pekan lalu. > > > > Ekonom Indef, Aviliani, mengingatkan pemerintah agar segera > > memutuskan > soal > > harga BBM bersubsidi paling lambat Juni 2008. "Harus ada kesimpulan > > dari pemerintah," katanya. Meskipun kebijakan tak populis, kenaikan > > harga BBM dinilai berdampak positif bagi kesinambungan perekonomian nasional. > "Kisaran > > kenaikan 20-30 persen itu sudah paling maksimal." dia/ant > > > > > > > > > > > > > > > ---------------------------------------------------------------------- > ---- > ------ > > PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) > > * acara utama: 27-28 Agustus 2008 > > * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 > > * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 > > * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 > > * abstrak / makalah dikirimkan ke: > > www.grdc.esdm.go.id/aplod > > username: iagi2008 > > password: masukdanaplod > > > > > ---------------------------------------------------------------------- > ---- > ------ > > PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: > > * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 > > * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN > > DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! > > > > > ---------------------------------------------------------------------- > ---- > --- > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit > > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan > > ke: > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas > > nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara > > Mulia No. Rekening: 255-1088580 > > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > -------------------------------------------------------------------- > > - > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no > event shall IAGI and its members be liable for any, including but not > limited to direct or indirect damages, or damages of any kind > whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out > of or in connection with the use of any information posted on IAGI > mailing list. > > -------------------------------------------------------------------- > > - > > > > > > ---------------------------------------------------------------------- > ---------- > PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) > * acara utama: 27-28 Agustus 2008 > * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 > * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 > * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 > * abstrak / makalah dikirimkan ke: > www.grdc.esdm.go.id/aplod > username: iagi2008 > password: masukdanaplod > > > ---------------------------------------------------------------------- > ---------- > PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: > * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 > * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN > DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! > > > ---------------------------------------------------------------------- > ------- To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit > IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara > Mulia No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no > event shall IAGI and its members be liable for any, including but not > limited to direct or indirect damages, or damages of any kind > whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out > of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -------------------------------------------------------------------------------- PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) * acara utama: 27-28 Agustus 2008 * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 * abstrak / makalah dikirimkan ke: www.grdc.esdm.go.id/aplod username: iagi2008 password: masukdanaplod -------------------------------------------------------------------------------- PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

