Abah,

juragan smokel n nelayan solar itu salah satu contoh ekses dari salah
subsidi......

On 4/29/08, yanto R.Sumantri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
>
> > Juragan Angkot
>
> Tah eta pikiran smokel smokelan
> gaya ingin cepet kaya tea.
> Tapi ya itulah manusia nya . Memang adanya
> perbedaan harga suatu komoditas , apalagi sangat strategis seperti bbm ,
> pasti memberikan ruang bagi smokel smokel seperti juragan angkot ini.
> Contoh sudah ada , nelayan di Laut Jawa , daripada susah susah nangkap
> ikan yang sudah pinter ngindarin pancing dan jaring , mendingan jual
> solar-nya sama kapal asing.
> Kan , tetap bawa duit buat anak bini.
>
>
> Si Abah
>
> _____________________________________________________________________
>
>
>     Saya seorang supir angkot, dan oleh pemerintah,
> diberi jatah subsidi 40
> > liter sehari. Harga bensin subsidi Rp
> 4500, sementara bensin yang
> > non-subsidi adalah Rp 7500, selisih
> marginnya Rp 3000 rupiah per-liter.
> > Kalau saya ambil jatah saya
> yang 40 liter per hari kemudian saya jual
> > orang
> > lain
> seharga Rp 7000 per liter (mustinya mudah, wong kalau beli di POM
> > Bensin harganya Rp 7500 per liter), untung saya adalah Rp 100,000
> per hari
> > ....... Pembaca, beri alasan kepada saya kenapa saya
> musti repot2 narik
> > angkot, sementara dari margin perbedaan
> subsidi dan non-subsidi saja, saya
> > bisa memperoleh Rp 100,000
> per hari ?!! Apakah saya salah dengan melakukan
> > itu semua
> ?????
> >
> > Salam
> > Sekedar masukan saja buat
> pembuat kebijakan
> >
> >
> > ----- Original Message
> -----
> >
> From: "Ismail Zaini"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Tuesday, April 29, 2008 10:33 AM
> > Subject:
> [iagi-net-l] BPH Migas : Cabut Subsidi BBM Kendaraan Pribadi
> >
> >
> >> Kalau memang untuk kebaikan bersama mengapa tidak ,
> biar tidak kaget
> >> mulai
> >> sekarang sudah
> membiasakan beli dg harga non subsidi ( beli Petramax ) .
> >>
> masak masih mau disubsidi trus terussan..
> >>
> >>
> ISM
> >> =========================
> >> BPH Migas: Cabut
> Subsidi BBM Mobil Pribadi
> >> Pembatasan konsumsi BBM akan
> dilakukan bertahap.
> >>
> >>
> >>
> JAKARTA--Badan Pengatur Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH
> > Migas)
> >> mengusulkan pencabutan subsidi bahan bakar
> minyak (BBM) bagi kendaraan
> >> pribadi. Usulan itu merupakan
> salah satu dari empat skenario yang
> > disiapkan
> >>
> pemerintah terkait program pembatasan konsumsi BBM bersubsidi.
> >>
> >> "Subsidi BBM hanya diberikan untuk kendaraan
> umum," kata anggota komite
> > BPH
> >> Migas, Adi
> Subagyo, kepada Republika, Ahad (27/4). Pertimbangannya,
> >>
> ungkap
> >> Adi, pengguna kendaraan umum adalah masyarakat yang
> berpenghasilan
> >> pas-pasan. Dengan alasan itu, hanya kendaraan
> umum yang akan ditempel
> > smart
> >> card.
> >>
> >> Smart card akan menjadi tanda pengenal bahwa
> kendaraan tersebut berhak
> >> membeli BBM bersubsidi yang dijual
> di SPBU. Kendaraan pribadi, lanjut
> >> Adi,
> >> masih
> bisa mengonsumsi premium atau solar yang dijual di SPBU dengan
> >> harga
> >> nonsubsidi.
> >>
> >>
> Harga premium dan solar nonsubsidi ini akan ditetapkan tersendiri oleh
> >> pemerintah. "Harganya mungkin dipatok lebih tinggi sedikit
> dari harga
> >> subsidi, tapi masih di bawah harga bahan bakar
> jenis Pertamax atau
> > Pertamax
> >> Plus."
> >>
> >> Saat ini, premium bersubsidi dijual di SPBU pada
> harga Rp 4.500 per
> >> liter,
> >> solar bersubsidi Rp
> 4.300 per liter, dan harga Pertamax serta Pertamax
> > Plus
> >> di atas Rp 8.500 per liter.
> >>
> >> Empat
> skenario pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang tengah digodok
> >> pemerintah adalah pembatasan konsumsi berdasarkan kapasitas
> mesin (CC),
> >> tahun keluaran kendaraan, berdasarkan
> peruntukannya (kendaraan umum atau
> >> pribadi), dan kelompok
> kendaraan yang samar-samar.
> >>
> >> BPH Migas
> mengusulkan prioritas utama pembatasan konsumsi BBM
> >>
> berdasarkan
> >> peruntukan atau skenario ketiga. Prioritas
> berikutnya adalah skenario
> > kedua
> >> atau berdasarkan
> tahun keluaran kendaraan.
> >>
> >> Untuk skenario ini,
> BPH Migas mengusulkan kendaraan pribadi roda empat
> >> keluaran
> lima tahun terakhir tak mendapat subsidi BBM. "Tapi, untuk
> >> sepeda
> >> motor keluaran lima tahun terakhir, tetap
> memperoleh subsidi."
> >>
> >> Di tempat terpisah,
> Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan,
> >> pemerintah
> belum memutuskan opsi mana yang akan dipilih. Kendati
> >>
> demikian,
> >> pembatasan konsumsi BBM bersubsidi akan dilakukan
> secara bertahap.
> >> Pembatasan BBM menggunakan smart card itu
> tak bisa dilaksanakan
> >> sekaligus
> > di
> >>
> seluruh wilayah Indonesia. "Kita akan cari daerah yang bisa
> diterapkan
> > smart
> >> card," katanya, kemarin.
> >>
> >> Pengamat perminyakan, Kurtubi, menilai program
> penghematan BBM melalui
> > smart
> >> card kurang efektif.
> Dia lebih setuju jika pemerintah memilih menaikkan
> >> harga BBM
> bersubsidi.
> >>
> >> Sebabnya, harga minyak mentah
> dunia bakal terus naik. Dalam kondisi ini,
> >> jika harga BBM
> bersubisidi tak dinaikkan, pemerintah akan menanggung
> >>
> biaya
> >> subsidi BBM yang luar biasa besar. "Tidak
> mustahil harga minyak mentah
> > dunia
> >> pada akhir
> tahun mencapai 150 dolar AS per barel," katanya, akhir pekan
> >> lalu.
> >>
> >> Ekonom Indef, Aviliani,
> mengingatkan pemerintah agar segera memutuskan
> > soal
> >> harga BBM bersubsidi paling lambat Juni 2008. "Harus ada
> kesimpulan dari
> >> pemerintah," katanya. Meskipun
> kebijakan tak populis, kenaikan harga BBM
> >> dinilai berdampak
> positif bagi kesinambungan perekonomian nasional.
> >
> "Kisaran
> >> kenaikan 20-30 persen itu sudah paling
> maksimal."  dia/ant
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> --------------------------------------------------------------------------
> > ------
> >> PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
> >> * acara
> utama: 27-28 Agustus 2008
> >> * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d
> 30 April 2008
> >> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei
> 2008
> >> * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli
> 2008
> >> * abstrak / makalah dikirimkan ke:
> >>
> www.grdc.esdm.go.id/aplod
> >> username: iagi2008
> >>
> password: masukdanaplod
> >>
> >>
> --------------------------------------------------------------------------
> > ------
> >> PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
> >> * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
> >> * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
> >> AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
> >>
> >>
> --------------------------------------------------------------------------
> > ---
> >> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> >> To subscribe, send email
> to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> >> Visit IAGI Website:
> http://iagi.or.id
> >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> >> No. Rek: 123
> 0085005314
> >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
> (IAGI)
> >> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> >> No.
> Rekening: 255-1088580
> >> A/n: Shinta Damayanti
> >>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >>
> ---------------------------------------------------------------------
> >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information
> > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
> or others. In no event
> > shall IAGI and its members be liable for
> any, including but not limited to
> > direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting
> > from loss of use, data
> or profits, arising out of or in connection with
> > the
> >
> use of any information posted on IAGI mailing list.
> >>
> ---------------------------------------------------------------------
> >>
> >
> >
> >
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> > PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
> > * acara utama: 27-28 Agustus
> 2008
> > * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
> >
> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
> > * batas akhir
> penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
> > * abstrak / makalah
> dikirimkan ke:
> > www.grdc.esdm.go.id/aplod
> > username:
> iagi2008
> > password: masukdanaplod
> >
> >
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> > PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
> > * pendaftaran calon
> ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
> > * penghitungan suara: waktu PIT
> IAGI Ke-37 di Bandung
> > AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG
> JUGA!!!
> >
> >
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website:
> http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123
> 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net
> Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> >
> ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information
> > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI
> or others. In no event
> > shall IAGI and its members be liable for
> any, including but not limited to
> > direct or indirect damages, or
> damages of any kind whatsoever, resulting
> > from loss of use, data
> or profits, arising out of or in connection with
> > the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> >
> ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
>
> --
> _______________________________________________
> Nganyerikeun hate
> batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada
> ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan.
>

Kirim email ke