Gonjang ganjing Blue energi sedikit terkuak , intinya Bagaimana mendapatkan
energi listrik untuk prosesnya bisa murah , ( ini yang kelihatannya mash
dirahasiakan ) , kalau dg energi listrik konvensional : BBM ,
Gas,Batubara,Geothermal,PLTN,Solar,Angin,Ombak, dll, masih mahal .
ISM
========================
Blue Energy Ilmiah Tapi Mahal
Pembuatan bahan bakar dari air memerlukan biaya tinggi, bila teknologi yang
dipakai adalah elektrolisa. Teknologi ini harus memecah hidrogen yang
memerlukan energi besar.
Sejak awal 2008, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto
Kadiman, mengaku banyak menerima SMS, e-mail, dan pertanyaan jalur pribadi,
tentang kontroversi penemuan sumber energi alternatif dari air atau yang
disebut-sebut sebagai 'blue energy'. Tak heran jika Menristek melalui Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan para ahli lainnya di
Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) melakukan rangkaian uji coba
terhadap bahan bakar berlabel 'blue energy' tersebut.
Hasil uji BPPT terhadap 'blue energy' ini dipaparkan Menristek didampingi
Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Unggul Priyanto,
dan peneliti Balai Termodinamika Motor dan Propulsi BPPT Prawoto. ''Setelah
dianalisis dapat disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukanlah hal
aneh. Tapi, merupakan varian dari minyak diesel dari bahan bakar fosil,''
ujarnya saat menggelar konferensi pers di Gedung BPPT, Senin (2/6).
Menristek menceritakan bahwa BPPT pernah mendapat kiriman satu jerigen bahan
bakar. Jerigen itu bertuliskan blue energy dari Masyarakat Indonesia Bersatu
(MIB) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Inilah uniknya, 'blue
energy' inilah yang pernah diperlihatkan kepada Presiden SBY oleh tim penemu
yang dipimpin Heru Lelono dan Joko Suprapto serta pernah dipamerkan di arena
Konferensi Climate Change di Bali akhir 2007 lalu. Anehnya, BPPT
mendapatkannya bukan dari PT Sarana Harapan Indo (SHI) Corp - perusahaan
yang mengembangkan blue energy -, tetapi dari Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat Dephub.
Menurut Menristek, setelah mendapatkan satu jerigen blue energy ini,
peneliti BPPT melakukan dua tahap pengujian. Tahap pertama, membandingkan
blue energy dengan bahan bakar solar reguler dan pertadex produksi Pertamina
yang biasa dijual di SPBU. Lalu, pengujian kedua dilakukan untuk mengetahui
bagaimana cara pembuatan blue energy tersebut. ''Pengujian yang kedua ini,
kita mau tahu dari mana kira-kira bisa menghasilkan bahan bakar satu jerigen
ini,'' jelasnya.
Pengujian terhadap blue energy ini dilakukan dengan mobil Isuzu Panther.
Dari hasil pengujian untuk kerja dan emisi buang menunjukkan hasil yang
tidak jauh berbeda antara bahan bakar blue energy dengan solar reguler dan
pertadex. Hasil analisis chromatography menunjukkan bahwa 80 persen blue
energy itu sama atau mirip dengan solar regular dan petradex. ''Jadi dapat
disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukan hal anah tapi merupakan
varian minyak diesel dari fossil fuel,'' tegasnya.
Hasil penelitian tim BPPT, kata Menristek, juga menyimpulkan bahwa bahan
bakar blue energy atau pembuatan bahan bakar dari air belum efisien. Meski
air masih terbilang murah, namun untuk memrosesnya menjadi bahan bakar
memerlukan biaya sangat mahal. Pembuatan bahan bakar dari air, lanjut dia,
memerlukan biaya tinggi, bila teknologi yang dipakai adalah elektrolisa.
Teknologi ini harus memecah hidrogen yang memerlukan energi besar.
Berdasarkan penelitian unggul, kata Menristek, terdapat perbandingan biaya
yang signifikan. Pembuatan bahan bakar air dengan teknologi elektrolisa
membutuhkan biaya 40 dolar AS/Giga Joule (GJ), sedangkan menggunakan BBM 25
dolar AS/ GJ, dan batu bara 18 dolar AS/GJ. ''Jadi ini bisa dijelaskan
secara ilmiah, tapi tak layak secara ekonomi,'' jelasnya.
Sementara itu, ahli Sumber Daya Energi Unggul Priyanto sendiri menjelaskan
bahwa pihaknya tidak tahu persis proses pembuatan blue energy. Dia hanya
menduga bahwa pembuatan blue energy itu menggunakan teknologi elektrolisa
berdasarkan proses yang selama ini ada dan dari sedikit penjelasan yang
sudah diberikan. ''Sesungguhnya kami tidak tahu persis proses yang digunakan
dalam blue energy, karena semuanya serba rahasia, orang luar tidak ada yang
tahu,'' ungkapnya.
Di sisi lain Menristek menyatakan, istilah bahan bakar blue energy dari Heru
Lelono dan rekan, dimunculkan oleh Presiden SBY dan itu hanyalah istilah
yang sering dipakai untuk menamakan sumber-sumber penghasil energi yang
ramah lingkungan. Biru sering dianggap sebagai manifestasi langit biru
ataupun laut biru yang jernih dan bebas polusi. Ada juga yang mengistilahkan
sebagai green energy, karena dianggap energi yang ramah lingkungan.
Sumber energi yang disebut-sebut sebagai blue energy, kata Menristek, sering
kali bersumber dari sumber energi terbarukan termasuk sumber-sumber energi
non-fosil, atau lebih tepatnya noncarbon based energy. Artinya bahan
dasarnya bukan berupa rantai karbon. Misalnya Energi Air Laut, Energi
Geothermal, Energi angin, Energi Surya, dan lain-lain.
Namun para ahli di seluruh dunia masih sepakat bahwa sepanjang perjalanan
sejarah, energi karbon masih merupakan energi termudah untuk diolah dan
didapatkan, ditransport, juga dimanfaatkan. Termasuk di dalamnya adalah
BioEnergi. Bioenergi sendiri masih merupakan carbon based, atau masih berupa
rangkaian karbon. Sumber bioenergi ini bisa bersumber dari biogas,
bioetanol, minyak jarak, minyak goreng (CPO-crune palm oil) yang diubah
menjadi biodiesel, dan lain sebagainya.
Kemungkinan Proses Bahan Bakar dari Air:
1. H20 (tanda panah) Elektrolisa (tanda panah) H2 (tanda panah) Hydrocracker
(tanda panah) C02, H20 (tanda panah) minyak sintesis
2. H20 (tanda panah) Elektrolisa (tanda panah) H2 (tanda panah) FT Reaktor
(tanda panah) minyak sintesis
--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod
--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------