"Ilmiah tapi mahal ..... Halllah kok sekarang badan-badan riset trus baru nongol
:( "Pakdhe-nya Si Thole sudah sejak awal sudah bilang gitu ndak
digubris :) ... malah banyak mikir hydrogen fuel alias fuel cell.
PAdahal cetho welo-welo diujicobakan pada mobil bermesin diesel"

Btw, dampak yang ditimbulkan "howaks" (tanda kutip) ini telah memicu
dan memacu lembaga-lemabaga riset energi yang selama ini belum juga
menghasilkan energi setetes-pun.
Coba tengok, setara "berapa juta liter mitan" yang akan diperoleh
seandainya saja dibeli dengan biaya riset energi yang tertuang dalam
APBN yang triliunan itu. Seorang SBY sepertinya gedeg-gedeg juga
menghadapi seperti ini, apalagi JK yang bermental sodagar besar, pasti
ndak bisa habis pikir. Modal besar yang dikeluarkan negeri ini sejak
puluhan tahun lalu belum terlihat hasilnya. Ya jelas ada juga lah
produk dalam negeri, tetapi semua pasti manggut-manggut kalau saya
bilang kita masih sebagai "net importir teknologi". Dan baru saja
sejak tahun 2004 menjadi net importir minyak.

Blue Energy hanyalah sebagai dering jam wekker, sebuah "wake-up cal"l.
BE hanyalah salah satu wake-up call selain Tsunami Aceh untuk
kesadaran akan kebencanaan, juga Semburan Lumpur sebagai penggugah
kehati-hatian dan keselamatan dalam ekploitasi alam...
Apa iya kita ndak bangun-bangun sudah ada "tiga kali dering" suangat keras ini ?


RDP

2008/6/4 Ismail Zaini <[EMAIL PROTECTED]>:
> Gonjang ganjing Blue energi sedikit terkuak , intinya Bagaimana mendapatkan
> energi listrik untuk prosesnya bisa murah , ( ini yang kelihatannya mash
> dirahasiakan ) , kalau dg  energi listrik konvensional : BBM ,
> Gas,Batubara,Geothermal,PLTN,Solar,Angin,Ombak, dll, masih mahal .
>
> ISM
> ========================
> Blue Energy Ilmiah Tapi Mahal
>
> Pembuatan bahan bakar dari air memerlukan biaya tinggi, bila teknologi yang
> dipakai adalah elektrolisa. Teknologi ini harus memecah hidrogen yang
> memerlukan energi besar.
>
>
> Sejak awal 2008, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto
> Kadiman, mengaku banyak menerima SMS, e-mail, dan pertanyaan jalur pribadi,
> tentang kontroversi penemuan sumber energi alternatif dari air atau yang
> disebut-sebut sebagai 'blue energy'. Tak heran jika Menristek melalui Badan
> Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan para ahli lainnya di
> Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) melakukan rangkaian uji coba
> terhadap bahan bakar berlabel 'blue energy' tersebut.
>
> Hasil uji BPPT terhadap 'blue energy' ini dipaparkan Menristek didampingi
> Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Unggul Priyanto,
> dan peneliti Balai Termodinamika Motor dan Propulsi BPPT Prawoto. ''Setelah
> dianalisis dapat disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukanlah hal
> aneh. Tapi, merupakan varian dari minyak diesel dari bahan bakar fosil,''
> ujarnya saat menggelar konferensi pers di Gedung BPPT, Senin (2/6).
>
> Menristek menceritakan bahwa BPPT pernah mendapat kiriman satu jerigen bahan
> bakar. Jerigen itu bertuliskan blue energy dari Masyarakat Indonesia Bersatu
> (MIB) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Inilah uniknya, 'blue
> energy' inilah yang pernah diperlihatkan kepada Presiden SBY oleh tim penemu
> yang dipimpin Heru Lelono dan Joko Suprapto serta pernah dipamerkan di arena
> Konferensi Climate Change di Bali akhir 2007 lalu. Anehnya, BPPT
> mendapatkannya bukan dari PT Sarana Harapan Indo (SHI) Corp - perusahaan
> yang mengembangkan blue energy -, tetapi dari Direktorat Jenderal
> Perhubungan Darat Dephub.
>
> Menurut Menristek, setelah mendapatkan satu jerigen blue energy ini,
> peneliti BPPT melakukan dua tahap pengujian. Tahap pertama, membandingkan
> blue energy dengan bahan bakar solar reguler dan pertadex produksi Pertamina
> yang biasa dijual di SPBU. Lalu, pengujian kedua dilakukan untuk mengetahui
> bagaimana cara pembuatan blue energy tersebut. ''Pengujian yang kedua ini,
> kita mau tahu dari mana kira-kira bisa menghasilkan bahan bakar satu jerigen
> ini,'' jelasnya.
>
> Pengujian terhadap blue energy ini dilakukan dengan mobil Isuzu Panther.
> Dari hasil pengujian untuk kerja dan emisi buang menunjukkan hasil yang
> tidak jauh berbeda antara bahan bakar blue energy dengan solar reguler dan
> pertadex. Hasil analisis chromatography menunjukkan bahwa 80 persen blue
> energy itu sama atau mirip dengan solar regular dan petradex. ''Jadi dapat
> disimpulkan bahwa bahan bakar blue energy bukan hal anah tapi merupakan
> varian minyak diesel dari fossil fuel,'' tegasnya.
>
> Hasil penelitian tim BPPT, kata Menristek, juga menyimpulkan bahwa bahan
> bakar blue energy atau pembuatan bahan bakar dari air belum efisien. Meski
> air masih terbilang murah, namun untuk memrosesnya menjadi bahan bakar
> memerlukan biaya sangat mahal. Pembuatan bahan bakar dari air, lanjut dia,
> memerlukan biaya tinggi, bila teknologi yang dipakai adalah elektrolisa.
> Teknologi ini harus memecah hidrogen yang memerlukan energi besar.
>
> Berdasarkan penelitian unggul, kata Menristek, terdapat perbandingan biaya
> yang signifikan. Pembuatan bahan bakar air dengan teknologi elektrolisa
> membutuhkan biaya 40 dolar AS/Giga Joule (GJ), sedangkan menggunakan BBM 25
> dolar AS/ GJ, dan batu bara 18 dolar AS/GJ. ''Jadi ini bisa dijelaskan
> secara ilmiah, tapi tak layak secara ekonomi,'' jelasnya.
>
> Sementara itu, ahli Sumber Daya Energi Unggul Priyanto sendiri menjelaskan
> bahwa pihaknya tidak tahu persis proses pembuatan blue energy. Dia hanya
> menduga bahwa pembuatan blue energy itu menggunakan teknologi elektrolisa
> berdasarkan proses yang selama ini ada dan dari sedikit penjelasan yang
> sudah diberikan. ''Sesungguhnya kami tidak tahu persis proses yang digunakan
> dalam blue energy, karena semuanya serba rahasia, orang luar tidak ada yang
> tahu,'' ungkapnya.
>
> Di sisi lain Menristek menyatakan, istilah bahan bakar blue energy dari Heru
> Lelono dan rekan, dimunculkan oleh Presiden SBY dan itu hanyalah istilah
> yang sering dipakai untuk menamakan sumber-sumber penghasil energi yang
> ramah lingkungan. Biru sering dianggap sebagai manifestasi langit biru
> ataupun laut biru yang jernih dan bebas polusi. Ada juga yang mengistilahkan
> sebagai green energy, karena dianggap energi yang ramah lingkungan.
>
> Sumber energi yang disebut-sebut sebagai blue energy, kata Menristek, sering
> kali bersumber dari sumber energi terbarukan termasuk sumber-sumber energi
> non-fosil, atau lebih tepatnya noncarbon based energy. Artinya bahan
> dasarnya bukan berupa rantai karbon. Misalnya Energi Air Laut, Energi
> Geothermal, Energi angin, Energi Surya, dan lain-lain.
>
> Namun para ahli di seluruh dunia masih sepakat bahwa sepanjang perjalanan
> sejarah, energi karbon masih merupakan energi termudah untuk diolah dan
> didapatkan, ditransport, juga dimanfaatkan. Termasuk di dalamnya adalah
> BioEnergi. Bioenergi sendiri masih merupakan carbon based, atau masih berupa
> rangkaian karbon. Sumber bioenergi ini bisa bersumber dari biogas,
> bioetanol, minyak jarak, minyak goreng (CPO-crune palm oil) yang diubah
> menjadi biodiesel, dan lain sebagainya.
>
> Kemungkinan Proses Bahan Bakar dari Air:
> 1. H20 (tanda panah) Elektrolisa (tanda panah) H2 (tanda panah) Hydrocracker
> (tanda panah) C02, H20 (tanda panah) minyak sintesis
> 2. H20 (tanda panah) Elektrolisa (tanda panah) H2 (tanda panah) FT Reaktor
> (tanda panah) minyak sintesis
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
> * acara utama: 27-28 Agustus 2008
> * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
> * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
> * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
> * abstrak / makalah dikirimkan ke:
> www.grdc.esdm.go.id/aplod
> username: iagi2008
> password: masukdanaplod
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
> * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
> * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
> AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



-- 
http://tempe.wordpress.com/
Telling the truth is important
Telling the positive is better !!!

--------------------------------------------------------------------------------
PIT IAGI KE-37 (BANDUNG)
* acara utama: 27-28 Agustus 2008
* penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008
* pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008
* batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008
* abstrak / makalah dikirimkan ke:
www.grdc.esdm.go.id/aplod
username: iagi2008
password: masukdanaplod

--------------------------------------------------------------------------------
PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011:
* pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008
* penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung
AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!!

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke