Terimakasih Pak Awang untuk klarifikasinya. Maafkan saya hanya sekedar membaca tulisan tersebut, dan ternyata tulisan tersebut tidak benar adanya. Wah, wartawan detik sepertinya harus diberikan 'pelajaran' karena terlalu berani 'berilusi'.
Sekali lagi mohon maaf Pak Awang, dan selamat menunaikan Ibadah Puasa pak.. Salam, Natan On 9/1/08, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Natan, > > Saya klarifikasi bahwa saya tak pernah mengeluarkan pernyataan "Bagi ahli > geologi, kejadian tersebut merupakan salah satu contoh tidak tepatnya > perlakuan manusia terhadap alam karena kurangnya pengetahuan terhadap > kegeologian". > > Saya juga tak pernah diwawancarai atau diminta klarifikasi oleh wartawan > penulis berita itu. Saya perkirakan wartawan tersebut duduk di ruang di mana > saya mempresentasikan paper Sangiran Dome and Home erectus di PIT IAGI > kemarin lalu melaporkan apa yang ingin ditulisnya tanpa meminta klarifikasi > kepada saya. > > IAGI dalam hal ini juga tak pernah mengeluarkan official statement dalam > pertemuan itu. > > Soal LUSI, pendapat saya tetap konsisten bahwa jangan terburu-buru dan > ngotot menyalahkan drilling Banjar Panji-1 sebagai penyebabnya sebab belum > tentu benar, lihatlah pencetus-pencetus lainnya, bukankah kita sebagai > geologist dididik untuk menghormati ruang dan waktu ? Kalau ada kejadian > yang secara temporal dan spatial bisa berhubungan mengapa kita > mengabaikannya ? Memang penjelasan ini sulit sehingga dianggap orang > mengada-ada. Tetapi harus diketahui bahwa penjelasan yang mudah belum tentu > benar. > > Waktu Akuwu Tunggul Ametung terbunuh dengan sebuah keris tertancap di > tubuhnya, semua orang menyalahkan Kebo Ijo sebab sehari sebelumnya orang2 > melihat bahwa Kebo Ijo memamerkan dengan bangga keris itu dan mengakui > sebagai miliknya. Ini penjelasan yang mudah, tetapi salah bukan ? > > Dan perlu diketahui semua orang bahwa dari dulu pun pendapat2 saya soal LUSI > tak berhubungan dengan membela siapa pun, saya tak membela institusi saya > (BPMIGAS), saya tak sedang membela Lapindo atau EMP, saya hanya sedang > membela apa yang saya pikirkan, analisis, dan kemukakan. Kalau saya berbeda > pendapat dengan opini umum, jangan ditafsirkan macam2. > > Salam, > awang > > -----Original Message----- > From: Nataniel Mangiwa [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Monday, September 01, 2008 12:45 C++ > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Fwd: [Oil&Gas] (NEWS) Potensi Gunung Lumpur > Membentang di Jaw > Saya hanya mengutip 2 point saja dari artikel yang diforward Pak OK, yang > artikel tsb sumbernya dari detik.com. > Both no 1&2, semua kata kuncinya adalah MANUSIA&MASYARAKAT -"tidak tepatnya > perlakuan manusia", dan "masyarakat melaksanakannya tanpa berbekal > pengetahunan geologi,". > Tapi bagaimana mungkin, official statement IAGI justru berbeda dengan > 2 kutipan di atas (bukan Human Error)? > 1. Bagi ahli geologi, kata dia (Staf Ahli geologi BP Migas Awang Harun > Satyana), kejadian tersebut merupakan salah satu contoh tidak tepatnya > perlakuan manusia terhadap alam karena kurangnya pengetahuan terhadap > kegeologian. > 2. > "Pemerintah memberikan izin > eksplorasi, dan masyarakat melaksanakannya tanpa berbekal pengetahunan > geologi," ujarnya (Prof. Sukendar Asikin). > Salam, > Natan > > > -------------------------------------------------------------------------------- PIT IAGI KE-37 (BANDUNG) * acara utama: 27-28 Agustus 2008 * penerimaan abstrak: kemarin2 s/d 30 April 2008 * pengumuman penerimaan abstrak: 15 Mei 2008 * batas akhir penerimaan makalah lengkap: 15 Juli 2008 * abstrak / makalah dikirimkan ke: www.grdc.esdm.go.id/aplod username: iagi2008 password: masukdanaplod -------------------------------------------------------------------------------- PEMILU KETUA UMUM IAGI 2008-2011: * pendaftaran calon ketua: 13 Pebruari - 6 Juni 2008 * penghitungan suara: waktu PIT IAGI Ke-37 di Bandung AYO, CALONKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA!!! ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

