Sekedar uneg-uneg..

Suhunya sangat rendah untuk kedalaman 3000m (sam seperti yang diungkapkan
Firdaus). Bukan tidak mungkin, tapi yah tetep saja agak unusual. Yang
menarik juga, itu kira2 data temperature 140F @9000feet datanya dapat
darimana? Apa dari Mud temperatur waktu drilling, atau dari temperatur
sensor yang lain.

Terus untuk kasus bit tidak jatuh, itu kan memang Stuck BHA. Mungkin saja,
bitnya juga stuck/terjepit. Pertanyaannya, apa mampu tekanan lumpur dari
bawah me-release stuck bit tersebut? Kira-kira lebih nyaman mana buat lumpur
untuk membobol formasi daripada me-realease stuck bit (BHA)?

Dan terakhir masalah tidak ditemukannya SOBM (Synthetic Oil Based Mud)
disekitar semburan. Apa mungkin volume SOBM yang jika dibandingkan volume
lumpur dari alam masih bisa terdeteksi? Karena perbandingan SOBM dgn lumpur
dari alam akan sangat kecil sekali. Dengan perbandingan yang sangat kecil
tersebut, apa masih bisa dideteksi 'trace' dari SOBM tersebut ya? Jangan2
SOBMnya sudah tercampur dengan mud dari alam?

No offense..just curious
Natan

2008/10/23 <[EMAIL PROTECTED]>

> Rekan Iagi,
>
> Kok agak aneh pernyataannya tersebut dibawah (see quote):
> suhu lumpur yang disebutkan sangat rendah di kedalaman +/-3000m hanya 140 F
> (60 C)?
>
> Berapa gradient geothermal di daerah sekitarnya?
> Kalau kita pakai rule of thumb 30 C/1000m saja harusnya sudah 90 C. Apalagi
> jika ditambah suhu permukaan +/- 30 C.
> Jadi estimasi temperatur harusnya sudah mencapai 120 C (+/- 250 F).
>
> Tentunya ada faktor penurunan suhu pada saat lumpur naik dari subsurface ke
> surface.
>  Ada yang bisa bantu untuk penjelasannya?
>
> Salam
>
> Firdaus
>
> Quote:
> Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari
> terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout".
> Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F,
> sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F.
>
>
>
>
>
>             "Rovicky Dwi
>             Putrohari"
>             <[EMAIL PROTECTED]                                          To
>             m>                        "[email protected]"
>                                       <[email protected]>, "Forum
>             23/10/2008 09:11          Himpunan Ahli Geofisika Indonesia"
>                                       <[EMAIL PROTECTED]>
>                                                                        cc
>             Please respond to
>             <[EMAIL PROTECTED]                                     Subject
>                   .id>                [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak
>                                       Dapat Ditutup, Kata Geolog
>                                       Internasional
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Mungkin dengan imbuhan "international" menjadi lebih diperhatikan.
>
> RDP
> -----------------------------------------
> 22/10/08 18:04
> Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional
>
>
> Jakarta (ANTARA News) - Para geolog internasional sepakat bahwa
> semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur adalah "mud volcano"
> yang merupakan produk remobilisasi sedimen dan aliran fluida di
> wilayah cekungan bumi yang lemah, karena itu semburan itu tidak bisa
> ditutup.
>
> Untuk itu, harus segera ada kerja sama dan saling berbagi data agar
> penyimpulan pemicu semburan lumpur itu menjadi benar, kata Dr.
> Christopher Jackson, geolog dari Imperial College London, seperti
> dikutip siaran pers Lapindo Brantas Inc di Jakarta, Rabu.
>
> Kesepakatan itu muncul dalam konferensi bertema "Subsurface Sediment
> Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary Basins" yang
> diselenggarakan The Geological Society di London, Inggris, Rabu.
>
> Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini, beberapa geolog
> internasional seperti Richard Davies dari University of Durham,
> Inggris, Mark Tingay dari University of Adelaide, Australia, dan
> Michael Manga dari University of California, Berkeley, AS,
> menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu oleh kegiatan pengeboran
> sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo Brantas Inc.
>
> Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah sebuah "mud volcano" yang
> merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut jutaan tahun lalu.
>
> Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi Mega Persada, Bambang
> Istadi, yang menjadi pembicara asal Indonesia, menegaskan bahwa
> semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh "underground blowout".
>
> "Ini berdasarkan empat fakta yang ada pada data autentik yang dimiliki
> Lapindo," kata Bambang.
>
> Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari
> terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout".
> Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F,
> sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F.
>
> "Ini membuktikan bahwa sumur tidak terkoneksi dengan lumpur yang
> menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak ada suara bising di dalam
> sumur," jelas Bambang.
>
> Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang adalah tidak ada luberan,
> gas, "steam" (uap air), ataupun lumpur yang keluar dari sumur BJP
> ketika dibuka. Kemudian, melalui proses "re-entry" diketahui bahwa
> mata bor tidak jatuh, walau semburan yang berjarak 200 meter dari
> sumut BJP I, itu sudah berlangsung satu setengah bulan.
>
> "Bila terjadi underground blowout, pasti mata bor itu jatuh karena
> material lumpur yang keluar sudah jutaan ton," ungkap Bambang seeprti
> dikutip siaran pers itu.
>
> Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak ditemukan "systhetic oil
> based drilling" dalam tes diberbagai titik survei semburan.
>
> "Semua fakta menunjukkan sumur BJP I masih sehat dan tidak terkoneksi
> dengan semburan," jelasnya.
>
> Sementara itu, Richard Davies, yang juga menjadi penyelenggara
> konferensi tersebut, mengaku terkejut atas temuan itu. Dia langsung
> merespons dengan menyediakan diri bekerja sama dengan pihak Lapindo
> Brantas.
>
> "Saya baru pertama kali ini bertemu dengan Bambang Istadi, ya di
> London ini," ucapnya.
>
> Perdebatan teknis antar geolog dunia mengenai semburan lumpur itu akan
> berlanjut pada konferensi internasional di Cape Town, Afrika Selatan,
> pada 26 - 29 Oktober 2008, yang diselenggarakan American Association
> of Petroleum Geologists (AAPG).(*)
>
> COPYRIGHT (c) 2008
>
>
> --
> Dongeng hari ini :
>
> http://rovicky.wordpress.com/2008/10/18/menjadi-pekerja-excellent-tanpa-kerja-lembur/
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
>
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 
> 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
> any information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net>Archive 
> 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

Kirim email ke