Dengan anggapan bahwa semua data sudah di scrutinize, maka kira-kira apa hubungannya antara 'timing' terjadinya kick (sewaktu cabut BHA) dengan saat terjadinya semburan awal di sekitar daerah pemboran (bukan di BJP-1)? Mana yang lebih dulu terjadi: - Ada kasus kick dulu, lalu ada semburan di tempat lain? - Ada semburan di tempat lain, lalu setelah itu ada kick? Atau malah mungkin terjadinya bersamaan? Atau malah berbeda hari?
Dan juga..kira-kira apakah ada hubungan antara kick dengan semburan tersebut (seandainya 2 hal tersebut terjadi dalam selang waktu yang relatif berdekatan)? Atau memang sama sekali tidak ada..atau malah mungkin hanya sekedar coincidence..kebetulan ada kasus kick di BJP-1, dan kebetulan juga ada semburan di sekitar sumur BJP-1? Quote: "Semua fakta menunjukkan sumur BJP I masih sehat dan tidak terkoneksi dengan semburan," jelasnya. 2008/10/23 Bambang P. Istadi <[EMAIL PROTECTED]> > He he, pak Nyoto, undangan untuk scrutinize data2 dan fakta2 sumur > Banjarpanji saya dulu msh terbuka lho. Silahkan,.. Tentukan sendiri apakah > telah terjadi kick yang tidak terkendali, apakah casing shoe pecah, terjadi > underground blowout dan ada hydraulic fracturing karena ada sustained high > propagation pressure yg memecah titik terlemah disumur dan menerus sampai > permukaan. Silahkan datang pak,.. > > Undangan yg sama juga saya sampaikan ke Davies, Swarbrick, Manga danTingay, > serta para peneliti lainnya. Kami sempat diskusi panjang lebar 4 orang yang > saya sebut diatas, saling terbuka dan konstruktif dengan mereka, dan masih > akan berlanjut. Kita semua cari kebenaran, bukan saling menyalahkan, semua > data direview dan di cross check dengan fakta dilapangan. Ini pertama kali > kita duduk bersama. > > Temperatur yang dimaksud adalah temp diatas fish satu setengah bulan > setelah terjadi semburan pada saat melakukan re-entry operation, 140 degF > sedangkan lumpur lebih dari 200 degF > > Masalah fish yang jatuh adalah prediksi seseorang yg mengatakan semburan > berasal dari lubang, dengan rate lebih dari 300 ribu bbl/hari diawal bahkan > mencapai sejuta barel/hari, maka lubang akan membesar dan fish seberat > puluhan ton akan jatuh kedasar sumur. Ternyata tidak jatuh. > > Soal SOBM, meski telah terjadi semburan, tidak ada losses didalam lubang > dan komposisi kimia semburan beda dengan SOBM. > > Salam. > Bambang > > > -------------------------- > Sent from my BlackBerry Wireless Handheld, > Hosted by Petrodata System > > -----Original Message----- > From: nyoto - ke-el <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] <[email protected]> > Sent: Thu Oct 23 20:44:22 2008 > Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog > Internasional > > Semua concern-nya pak Natan itu memang masuk akal sekali, justru semua data > yg disampaikan pak Bambang Istadi dari EMP itu yg patut diragukan, soalnya > nggak masuk akal, sepertinya memang ada kecenderungan mau "ngakali" orang > saja dengan dalih data2nya yg paling akurat, padahal tidak masuk akal ... > kevaldian data2nya MERAGUKAN ... > > wass, > nyoto > > > > > 2008/10/23 Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> > > > Sekedar uneg-uneg.. > > > > Suhunya sangat rendah untuk kedalaman 3000m (sam seperti yang diungkapkan > > Firdaus). Bukan tidak mungkin, tapi yah tetep saja agak unusual. Yang > > menarik juga, itu kira2 data temperature 140F @9000feet datanya dapat > > darimana? Apa dari Mud temperatur waktu drilling, atau dari temperatur > > sensor yang lain. > > > > Terus untuk kasus bit tidak jatuh, itu kan memang Stuck BHA. Mungkin > saja, > > bitnya juga stuck/terjepit. Pertanyaannya, apa mampu tekanan lumpur dari > > bawah me-release stuck bit tersebut? Kira-kira lebih nyaman mana buat > > lumpur > > untuk membobol formasi daripada me-realease stuck bit (BHA)? > > > > Dan terakhir masalah tidak ditemukannya SOBM (Synthetic Oil Based Mud) > > disekitar semburan. Apa mungkin volume SOBM yang jika dibandingkan volume > > lumpur dari alam masih bisa terdeteksi? Karena perbandingan SOBM dgn > lumpur > > dari alam akan sangat kecil sekali. Dengan perbandingan yang sangat kecil > > tersebut, apa masih bisa dideteksi 'trace' dari SOBM tersebut ya? Jangan2 > > SOBMnya sudah tercampur dengan mud dari alam? > > > > No offense..just curious > > Natan > > > > 2008/10/23 <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > Rekan Iagi, > > > > > > Kok agak aneh pernyataannya tersebut dibawah (see quote): > > > suhu lumpur yang disebutkan sangat rendah di kedalaman +/-3000m hanya > 140 > > F > > > (60 C)? > > > > > > Berapa gradient geothermal di daerah sekitarnya? > > > Kalau kita pakai rule of thumb 30 C/1000m saja harusnya sudah 90 C. > > Apalagi > > > jika ditambah suhu permukaan +/- 30 C. > > > Jadi estimasi temperatur harusnya sudah mencapai 120 C (+/- 250 F). > > > > > > Tentunya ada faktor penurunan suhu pada saat lumpur naik dari > subsurface > > ke > > > surface. > > > Ada yang bisa bantu untuk penjelasannya? > > > > > > Salam > > > > > > Firdaus > > > > > > Quote: > > > Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari > > > terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout". > > > Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F, > > > sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F. > > > > > > > > > > > > > > > > > > "Rovicky Dwi > > > Putrohari" > > > <[EMAIL PROTECTED] > > To > > > m> "[email protected]" > > > <[email protected]>, "Forum > > > 23/10/2008 09:11 Himpunan Ahli Geofisika > Indonesia" > > > <[EMAIL PROTECTED]> > > > > cc > > > Please respond to > > > <[EMAIL PROTECTED] > > Subject > > > .id> [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak > > > Dapat Ditutup, Kata Geolog > > > Internasional > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Mungkin dengan imbuhan "international" menjadi lebih diperhatikan. > > > > > > RDP > > > ----------------------------------------- > > > 22/10/08 18:04 > > > Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional > > > > > > > > > Jakarta (ANTARA News) - Para geolog internasional sepakat bahwa > > > semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur adalah "mud volcano" > > > yang merupakan produk remobilisasi sedimen dan aliran fluida di > > > wilayah cekungan bumi yang lemah, karena itu semburan itu tidak bisa > > > ditutup. > > > > > > Untuk itu, harus segera ada kerja sama dan saling berbagi data agar > > > penyimpulan pemicu semburan lumpur itu menjadi benar, kata Dr. > > > Christopher Jackson, geolog dari Imperial College London, seperti > > > dikutip siaran pers Lapindo Brantas Inc di Jakarta, Rabu. > > > > > > Kesepakatan itu muncul dalam konferensi bertema "Subsurface Sediment > > > Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary Basins" yang > > > diselenggarakan The Geological Society di London, Inggris, Rabu. > > > > > > Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini, beberapa geolog > > > internasional seperti Richard Davies dari University of Durham, > > > Inggris, Mark Tingay dari University of Adelaide, Australia, dan > > > Michael Manga dari University of California, Berkeley, AS, > > > menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu oleh kegiatan pengeboran > > > sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo Brantas Inc. > > > > > > Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah sebuah "mud volcano" yang > > > merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut jutaan tahun lalu. > > > > > > Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi Mega Persada, Bambang > > > Istadi, yang menjadi pembicara asal Indonesia, menegaskan bahwa > > > semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh "underground blowout". > > > > > > "Ini berdasarkan empat fakta yang ada pada data autentik yang dimiliki > > > Lapindo," kata Bambang. > > > > > > Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari > > > terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout". > > > Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F, > > > sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F. > > > > > > "Ini membuktikan bahwa sumur tidak terkoneksi dengan lumpur yang > > > menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak ada suara bising di dalam > > > sumur," jelas Bambang. > > > > > > Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang adalah tidak ada luberan, > > > gas, "steam" (uap air), ataupun lumpur yang keluar dari sumur BJP > > > ketika dibuka. Kemudian, melalui proses "re-entry" diketahui bahwa > > > mata bor tidak jatuh, walau semburan yang berjarak 200 meter dari > > > sumut BJP I, itu sudah berlangsung satu setengah bulan. > > > > > > "Bila terjadi underground blowout, pasti mata bor itu jatuh karena > > > material lumpur yang keluar sudah jutaan ton," ungkap Bambang seeprti > > > dikutip siaran pers itu. > > > > > > Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak ditemukan "systhetic oil > > > based drilling" dalam tes diberbagai titik survei semburan. > > > > > > "Semua fakta menunjukkan sumur BJP I masih sehat dan tidak terkoneksi > > > dengan semburan," jelasnya. > > > > > > Sementara itu, Richard Davies, yang juga menjadi penyelenggara > > > konferensi tersebut, mengaku terkejut atas temuan itu. Dia langsung > > > merespons dengan menyediakan diri bekerja sama dengan pihak Lapindo > > > Brantas. > > > > > > "Saya baru pertama kali ini bertemu dengan Bambang Istadi, ya di > > > London ini," ucapnya. > > > > > > Perdebatan teknis antar geolog dunia mengenai semburan lumpur itu akan > > > berlanjut pada konferensi internasional di Cape Town, Afrika Selatan, > > > pada 26 - 29 Oktober 2008, yang diselenggarakan American Association > > > of Petroleum Geologists (AAPG).(*) > > > > > > COPYRIGHT (c) 2008 > > > > > > > > > -- > > > Dongeng hari ini : > > > > > > > > > http://rovicky.wordpress.com/2008/10/18/menjadi-pekerja-excellent-tanpa-kerja-lembur/ > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > > > > > serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 > > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > > > pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > > > > > ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > > > dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > > > * mungkin di semarang > > > * mungkin pula di solo > > > * mungkin juga join dg HAGI dll. > > > > > > > > > ----------------------------------------------------------------------------- > > > > > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > > No. Rek: 123 0085005314 > > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > > No. Rekening: 255-1088580 > > > A/n: Shinta Damayanti > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net > >Archive > > 2: > > > http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > --------------------------------------------------------------------- > > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > > posted > > > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall > > > IAGI and its members be liable for any, including but not limited to > > direct > > > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from > > loss > > > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use > of > > > any information posted on IAGI mailing list. > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > > serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 > > > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > > > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > > > pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > > > > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > > > ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > > > dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > > > * mungkin di semarang > > > * mungkin pula di solo > > > * mungkin juga join dg HAGI dll. > > > > > > > > > ----------------------------------------------------------------------------- > > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > > No. Rek: 123 0085005314 > > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > > No. Rekening: 255-1088580 > > > A/n: Shinta Damayanti > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > IAGI-net <http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/IAGI-net > >Archive > > 2: > > > http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > --------------------------------------------------------------------- > > > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information > > posted > > > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event > shall > > > IAGI and its members be liable for any, including but not limited to > > direct > > > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from > > loss > > > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use > of > > any > > > information posted on IAGI mailing list. > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > >

