GG di sumur BJP-1 sekitar 42 C/km menurut email dari Pak Awang yang masih saya simpan.
Berikut terlampir juga sedikit pertanyaan dari saya dulu tentang GG dan OP karena perubahan mineral lempung yang kemungkinan besar menjadi penyebab OP. ------------------------------------------------------------------------ ------------------------------------------------------------------------ -------- Pak Doddy, GG BJP-1 42 C/km. Temperatur 100 C tercapai kira2 di 5700 ft. Bedasarkan kurva smectite dehydration dari Burst (1969) dan Pery & Hower (1972), dehidrasi bisa terjadi melalui tiga interlayer water dehydration stage. Yang terjadi di BJP, kebanyakan dehidrasi berasal dari tahap kedua pada temperratur 80-110 C. Di situ, rasio smectite-ilit kira2 masing2 setengahnya. salam, awang Doddy Suryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Awang, Sependek yang saya tahu, proses illitisasi ini umumnya terjadi secara bertahap. Pada daerah yang mempunyai tekanan sangat tinggi umumnya pada kedalaman 1000 m pertama, smektit bisa berubah menjadi illite dan umumnya terjadi di temperatur sekitar 60 derajat C dimana lapisan air pertama dikeluarkan dari struktur smektit. Selanjutnya proses illitisasi semakin meningkat pada suhu sekitar 80 derajat C. Pada suhu diatas 150 derajat Celcius umumnya smektit bisa sepenuhnya menjadi illite. Secara rata-rata proses dehidrasi terjadi pada suhu sekitar 105 derajat C. Yang saya ingin tanyakan, kira-kira berapa gradient geothermal di sumur BJP-1 ? Mungkin kehadiran illite yang berlimpah di kedalaman 3600-5300 ft bisa lebih dijelaskan dgn data tambahan gradient geothermal yang ada. -doddy- -----Original Message----- From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 16, 2007 1:20 PM To: [email protected]; Geo Unpad Subject: Re: [iagi-net-l] BPLS: Semburan Berhenti Empat Kali Air yang selama ini keluar di LUSI kita pikirkan dikontribusi oleh (1) lapisan batupasir tebal yang di BJP-1 ditembus dari kedalaman 6100 ft sampai mendekati TD sumur di sekitar 9200 ft, (2) lapisan lempung di kedalaman yang lebih dangkal dari 6000 ft melalui proses dehidrasi pada saat terjadi perubahan diagenesis dari smektit ke ilit (ilitisasi). Alternatif ke-2 kalau LUSI merupakan sistem elisional (seperti semua sistem rapid sedimentation, diapir, mud volcano, yang terkompresi, dan punya gradien geotermal yang lumayan) bisa lebih tepat. Sebab air dehidrasi dari clayey series merupakan penggerak utama sistem elisional. Di lapisan shale yang smektitnya berubah menjadi illite akan ada interlayer water hasil dehidrasi perubahan diagenetik ini. Lalu air ini akan ke luar menuju ke tekanan yang rendah (misalnya permukaan) kalau top seal yang ada di dalam lapisan shale ini dihilangkan oleh proses transformasi ini, atau retak oleh proses tektonik. Berdasarkan anlisis XRD pada mineral lempung di BJP-1 mineralogi lempung/shale di wilayah ini pada kedalaman 2000-6000 ft didominasi oleh kaolinit-smektit-ilit. Di kedalaman 3600-5300 feet illit secara sistematik bertambah banyak, bisa ditafsirkan telah terjadi ilitisasi yang menghasilkan dehydrated water. Dalam proses ini 1m3 lempung bisa menghasilkan 0.35 m3 air. Nah, dengan data seismik bisa dihitung berapa banyak volume air yang dihasilkan oleh proses transformasi lempung ini di bawah LUSI. salam, awang -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, 23 October, 2008 3:10 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional Rekan Iagi, Kok agak aneh pernyataannya tersebut dibawah (see quote): suhu lumpur yang disebutkan sangat rendah di kedalaman +/-3000m hanya 140 F (60 C)? Berapa gradient geothermal di daerah sekitarnya? Kalau kita pakai rule of thumb 30 C/1000m saja harusnya sudah 90 C. Apalagi jika ditambah suhu permukaan +/- 30 C. Jadi estimasi temperatur harusnya sudah mencapai 120 C (+/- 250 F). Tentunya ada faktor penurunan suhu pada saat lumpur naik dari subsurface ke surface. Ada yang bisa bantu untuk penjelasannya? Salam Firdaus Quote: Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout". Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F, sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F. "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED] To m> "[email protected]" <[email protected]>, "Forum 23/10/2008 09:11 Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[EMAIL PROTECTED]> cc Please respond to <[EMAIL PROTECTED] Subject .id> [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional Mungkin dengan imbuhan "international" menjadi lebih diperhatikan. RDP ----------------------------------------- 22/10/08 18:04 Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata Geolog Internasional Jakarta (ANTARA News) - Para geolog internasional sepakat bahwa semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur adalah "mud volcano" yang merupakan produk remobilisasi sedimen dan aliran fluida di wilayah cekungan bumi yang lemah, karena itu semburan itu tidak bisa ditutup. Untuk itu, harus segera ada kerja sama dan saling berbagi data agar penyimpulan pemicu semburan lumpur itu menjadi benar, kata Dr. Christopher Jackson, geolog dari Imperial College London, seperti dikutip siaran pers Lapindo Brantas Inc di Jakarta, Rabu. Kesepakatan itu muncul dalam konferensi bertema "Subsurface Sediment Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary Basins" yang diselenggarakan The Geological Society di London, Inggris, Rabu. Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini, beberapa geolog internasional seperti Richard Davies dari University of Durham, Inggris, Mark Tingay dari University of Adelaide, Australia, dan Michael Manga dari University of California, Berkeley, AS, menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu oleh kegiatan pengeboran sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo Brantas Inc. Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah sebuah "mud volcano" yang merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut jutaan tahun lalu. Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi Mega Persada, Bambang Istadi, yang menjadi pembicara asal Indonesia, menegaskan bahwa semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh "underground blowout". "Ini berdasarkan empat fakta yang ada pada data autentik yang dimiliki Lapindo," kata Bambang. Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur dan sonan selama 50 hari terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak fenomena "blowout". Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur adalah 140 derajat F, sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru 200 derajat F. "Ini membuktikan bahwa sumur tidak terkoneksi dengan lumpur yang menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak ada suara bising di dalam sumur," jelas Bambang. Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang adalah tidak ada luberan, gas, "steam" (uap air), ataupun lumpur yang keluar dari sumur BJP ketika dibuka. Kemudian, melalui proses "re-entry" diketahui bahwa mata bor tidak jatuh, walau semburan yang berjarak 200 meter dari sumut BJP I, itu sudah berlangsung satu setengah bulan. "Bila terjadi underground blowout, pasti mata bor itu jatuh karena material lumpur yang keluar sudah jutaan ton," ungkap Bambang seeprti dikutip siaran pers itu. Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak ditemukan "systhetic oil based drilling" dalam tes diberbagai titik survei semburan. "Semua fakta menunjukkan sumur BJP I masih sehat dan tidak terkoneksi dengan semburan," jelasnya. Sementara itu, Richard Davies, yang juga menjadi penyelenggara konferensi tersebut, mengaku terkejut atas temuan itu. Dia langsung merespons dengan menyediakan diri bekerja sama dengan pihak Lapindo Brantas. "Saya baru pertama kali ini bertemu dengan Bambang Istadi, ya di London ini," ucapnya. Perdebatan teknis antar geolog dunia mengenai semburan lumpur itu akan berlanjut pada konferensi internasional di Cape Town, Afrika Selatan, pada 26 - 29 Oktober 2008, yang diselenggarakan American Association of Petroleum Geologists (AAPG).(*) COPYRIGHT (c) 2008 -- Dongeng hari ini : http://rovicky.wordpress.com/2008/10/18/menjadi-pekerja-excellent-tanpa- kerja-lembur/ ------------------------------------------------------------------------ -------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... ------------------------------------------------------------------------ -------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ------------------------------------------------------------------------ ----- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------ -------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... ------------------------------------------------------------------------ -------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ------------------------------------------------------------------------ ----- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

