Pak Muharram,
 
Keinginan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa wajib investasi migas di 
Indonesia (misalnya menggunakannya sebagai bahasa resmi dan tunggal kontrak 
migas) selalu bersinggungan secara tajam dengan keinginan lain menarik investor 
mancanegara yang berbahasa Inggris. Akhirnya, bahasa wajib investasi migas di 
Indonesia menggunakan dwibahasa : bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Bila 
terjadi multitafsir atas bahasa kontrak, maka prioritas diberikan kepada 
pengkalimatan dalam bahasa Indonesia. Namun, sayang sekali sampai saat ini 
bahasa Indonesia belum berdaulat dalam bahasa kontrak, masih dikalahkan bahasa 
Inggris.
 
Dalam surat-menyurat kepada BPMIGAS, para Kontraktor wajib menggunakan dua 
bahasa dalam surat-suratnya. BPMIGAS akan menjawab surat-surat tersebut dalam 
bahasa Indonesia saja. Kontraktor yang hanya menggunakan bahasa Inggris dalam 
suratnya kepada BPMIGAS akan diminta mengubahnya menggunakan dua bahasa.
 
Kemampuan berbahasa Indonesia para pejabat asing di bidang migas masih minimal, 
sebagian dapat memahami pembicaraan dalam bahasa Indonesia, terutama yang punya 
istri/suami orang Indonesia. Memang kepada mereka tidak diwajibkan mampu 
berbahasa Indonesia saat mereka datang ke Indonesia. Beberapa dari antara 
mereka mengambil kursus bahasa Indonesia. Semacam TOEFL tetapi untuk bahasa 
Indonesia mestinya dilakukan kepada para mahasiswa asing yang mengambil seolah 
pascasarjana di Indonesia. Tetapi untuk bekerja, setahu saya belum ada aturan 
tersebut.
 
"Cost recovery" dapat dipadankan dengan "penggantian biaya" atau "pengembalian 
biaya"
 
salam,
awang

--- On Thu, 11/13/08, Muharram J. Panguriseng <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Muharram J. Panguriseng <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia
To: "'Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia'" <[EMAIL PROTECTED]>, 
[email protected], "'Geo Unpad'" <[EMAIL PROTECTED]>, "'Eksplorasi BPMIGAS'" 
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, November 13, 2008, 4:01 PM








Saya sangat tertarik dengan ungkapan Pak Awang, “Bila semua orang Indonesia 
berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat dibayangkan betapa akan 
semakin majunya bahasa nasional kita”. Sayangnya sebagian besar komunitas 
geoscientist kurang “PD” berbahasa Indonesia atas nama “go international”, 
bahkan dalam kondisi mayoritas disuatu forum. Ketika ada orang “bule” datang 
presentasi ke kantor kita, walau pesertanya 100% Warga Negara Indonesia 
terpaksa forum diskusi itu terlaksana dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. 
Harusnya kita paksa mereka berbahasa Indonesia ketika mau cari makan di 
Indonesia (?).
 
Apa yang harus kita lakukan sebagai anak bangsa (meminjam istilah Pak Amin 
Rais) untuk menyiasati kondisi ini? 
Sekedar jadi provokator, ketika kita melamar kerja keluar negeri tentu kita 
harus mempunyai skor TOEFL tertentu. Barangkali BPMIGAS dapat menerapkan aturan 
yang sama bagi pekerja asing yang akan bekerja di PSC dalam wilayah kedaulatan 
Republik Indonesia, yang notabene gajinya dibayar dengan cost recovery. Untuk 
istilah cost recovery yang dikeluarkan BPMIGAS padanan katanya dalam bahasa 
Indonesia apa ya ? He he he …
 
 
Terima kasih & Salam,
 
--mjp--
 
 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Awang Satyana
Sent: Thursday, November 13, 2008 2:32 PM
To: [email protected]; Geo Unpad; Forum HAGI; Eksplorasi BPMIGAS
Subject: Re: [Forum-HAGI] [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia
 





Pak Taufik,

 

"Tip atau tips" dalam bahasa Inggris bisa berarti dua : (1) uang persenan, (2) 
petunjuk praktis (kamus bahasa Inggris Echols dan Shadily). Dua kata itu dalam 
bahasa Indonesia baku tentu tidak dianjurkan, kita lebih aman dan lebih sesuai 
menggunakan "petunjuk praktis" sebagai padananannya (lihat Kamus Besar Bahasa 
Indonesia).

 

Berbahasa Indonesia dengan baik (sesuai ragamnya) dan benar (sesuai aturan dan 
kaidah kebahasaan) adalah wajib bagi seluruh pengguna bahasa Indonesia 
berkewarganegaraan Indonesia. Untuk itu, kita harus terus belajar bahasa kita 
sendiri. Jangan putus belajar bahasa Indonesia seusai kita lulus dari sekolah 
menengah. Bila semua orang Indonesia berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, 
dapat dibayangkan betapa akan semakin majunya bahasa nasional kita. 
Dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia (Inggris, Arab, Cina, dll.), 
bahasa Indonesia masih sangat muda umurnya. Meskipun demikian, penuturnya 
banyak, sehingga di dunia pun bahasa kita cukup penting posisinya. Maka, 
pembinaan bahasa Indonesia jelas suatu kemutlakan.

 

Petunjuk praktis berbahasa Indonesia dengan baik dan benar hanya sesederhana 
membeli buku-bukunya, mempelajarinya dengan bersungguh-sungguh, dan 
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Buku-buku wajib untuk dapat mempelajari bahasa Indonesia dengan baik dan benar 
: 

 

- Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional - Balai Pustaka, 
2007 - edisi ketiga) - 1387 halaman. Kamus ini akan membimbing kita akan makna 
tepat suatu kata dan menunjukkan mana kata-kata baku mana kata-kata nonbaku.

 

- Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Alwi dkk., Balai Pustaka, 2003,edisi 
ketiga) - 486 halaman. Buku ini walaupun bersifat akademik, masih cukup praktis 
untuk digunakan mempelaari semua aturan bahasa Indonesia.

 

- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum 
Pembentukan Istilah (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen 
Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 1972, 1988, 1992, 2005). Kedua buku ini 
bersifat praktis untuk menuntun kita menulis kata-kata dalam bahasa Indonesia 
dan menerjemahkan istilah asing.

 

Itulah ketiga buku yang harus ada bila kita bersungguh-sungguh ingin 
mempelajari bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebagai tambahan atas 
buku-buku itu, banyak buku praktis yang dapat meningkatkan ketrampilan kita 
berbahasa Indonesia yang baik dan benar, misalnya seperti di bawah ini.

 

- Berbahasa Indonesialah dengan Benar : Petunjuk Praktis untuk Pelajar, 
Mahasiswa, dan Guru (Zaenal Arifin, 1986 - saya punya edisi pertamanya, buku 
ini mudah dipelajari sehingga banyak dicari orang, edisi terbarunya - 2005 
masih saya lihat ada di toko-toko buku).

 

- Buku-buku pembinaan bahasa Indonesia tulisan Yus Badudu (mungkin buku-buku 
ini sudah sulit dicari di toko-toko buku, kecuali karya-karya Pak Badudu yang 
terbaru). Beberapa seri bukunya yang banyak dicari orang : 

 

Membina Bahasa Indonesia Baku (Badudu, 1980, Pustaka Prima, Bandung)

Inilah Bahasa Indonesia yang Benar (Badudu, PT Gramedia -banyak edisi dan 
cetakannya)

Pelik-Pelik Bahasa Indonesia (Badudu, Pustaka Prima).

 

Masih banyak buku-buku pembinaan bahasa Indonesia yang lain dari berbagai 
penulis. Misalnya, "Masalah Bahasa yang Dapat Anda Atasi Sendiri" (Anton 
Moeliono, Sinar Harapan, 1990), dan "Problematika Bahasa Indonesia : Sebuah 
Analisis Praktis Bahasa Baku" (Kusno Santoso, PT Rineka Cipta, 1990).

 

Pak Taufik cukup mengunjungi toko buku yang lengkap dan memilih sendiri di sana 
buku-buku pembinaan bahasa Indonesia. Setelah itu, mempelajari dan 
menerapkannya secara disiplin, kita akan melihat bahwa meskipun kita pernah 
mempelajari bahasa Indonesia selama minimal 12 tahun, ternyata masih banyak 
kesalahan yang selama ini kita lakukan dalam berbahasa Indonesia.

 

Analisis Pak Badudu dalam Cakrawala Bahasa Indonesia (Badudu, 1988) mengatakan 
bahwa kita sering membuat kesalahan dalam berbahasa Indonesia karena kita 
selama ini suka menganggap bahasa Indonesia itu mudah dan kita kurang berlatih 
di sekolah melalui kegiatan menulis atau mengarang. 

 

Sebuah pengalaman pribadi, saya menentukan hari-hari tertentu dalam seminggu 
untuk mempelajari bahasa Indonesia, tetap menyempatkan untuk mempelajarinya di 
tengah berbagai kesibukan. Kita akan memperhatikan hukum-hukum dalam bahasa 
ketika kita harus menulis sebuah karangan dengan bahasa yang baik dan benar, 
maka semakin banyak kita menulis, akan semakin baik ketrampilan kita berbahasa.

 

Mari kita terus belajar bahasa Indonesia ! Beli buku-bukunya, pelajari, dan 
terapkan !

 

salam,

awang

--- On Thu, 11/13/08, taufik anwar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: taufik anwar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Mari Kita Terus Belajar Bahasa Indonesia
To: [email protected]
Date: Thursday, November 13, 2008, 8:59 AMTerima kasih banyak Pak Awang. Uraian 
yang menarik. Saya merasakan sekalikesulitan itu. Mau berbahasa Indonesia yang 
benar ternyata sulit, apalagiberbahasa Inggris yang baik, jauh lebih sulit. 
Jadinya serba naggung.Campur-campur.Mungkin Pak Awang punya tip (saya takut 
keliru dengan "tips") apayang haruskita lakukan dalam belajar bahasa Indonesia 
yang baik dan benar itu. Mungkinpunya buku-buku referensi yang bagus dan 
lengkap?  Terima kasih,   Taufik Anwar  On Thu, Nov 6, 2008 at 11:40 PM, Awang 
Satyana<[EMAIL PROTECTED]>wrote:  > Berikut sebuah tulisan pendek yang saya 
mulai menulisnya pada 28 Oktober> lalu, tepat 80 tahun setelah "Sumpah Pemuda" 
diikrarkan, yangsaya tulis di> ujung selatan Afrika - di Capetown di antara 
kesibukan menghadiripertemuan> AAPG 26-29 Oktober 2008. Tulisan terputus di 
tengah, terselingi olehtulisan> lain tentang kasus jajak pendapat Lusi di 
pertemuan AAPG tersebut yangharus>
 segera ditanggapi.  Tulisan ini tentang sikap kita pada umumnya kepada> bahasa 
persatuan kita : bahasa Indonesia.>  > Tanggal 28 Oktober yang lalu kita 
memperingati 80 tahun "SumpahPemuda" (28> Oktober 1928). Semoga kita tetap 
mengingatnya sebagai tonggak penting> sejarah bangsa Indonesia, saat para 
pemuda kita dari berbagai perkumpulan> daerah bersatu bersumpah "bertanah air 
satu : Tanah Air Indonesia,berbangsa> satu : Bangsa Indonesia, berbahasa satu : 
Bahasa Indonesia.>  > Apakah kita telah berbahasa Indonesia dengan baik dan 
benar setelahbelasan> tahun bahasa nasional ini kita pelajari dari TK sampai 
perguruan tinggidan> setelah puluhan tahun bahasa persatuan ini kita gunakan 
sehari-hari dalam> berbagai kesempatan resmi dan tak resmi ? Banyak orang 
menganggap bahasa> Indonesia itu mudah. Benarkah ?>  > "Jangan menganggap 
bahasa Indonesia itu mudah. Yang mudah ialahbahasa> Indonesia tutur (lisan), 
yang kita gunakan dalam pergaulan sehari-hari,>
 tetapi bahasa Indonesia ragam resmi yang baku tidak semudah yangdisangkakan> 
orang", demikian kutipan dari "Cakrawala Bahasa Indonesia"(Badudu, 1988, PT> 
Gramedia, hal. 11). Kalau seorang guru besar bahasa Indonesia seperti Yus> 
Badudu saja mengatakan bahwa bahasa Indonesia ragam resmi tak mudah, maka> 
sebaiknya kita menghapus sangkaan itu.>  > Kapan bahasa Indonesia terasa tidak 
semudah seperti yang kita sangka ?> Yaitu, ketika bahasa Indonesia digunakan 
dalam tulisan resmi. Seseorangyang> tidak biasa menggunakan bahasa Indonesia 
secara teratur dalam bertuturakan> merasakan kesukarannya bila ia tiba-tiba 
diminta berbicara di depan umum> dalam suatu acara bersifat resmi. Seseorang 
yang tidak biasa menulis akan> merasa sukar bila ia harus membuat karangan, 
misalnya surat resmi, kertas> kerja, laporan ilmiah. Memeriksa kemampuan 
sesungguhnya seseorang akansuatu> bahasa dapat segera terbaca melalui tulisan 
resminya. Dalam setiap bahasa> berlaku hal itu.>
  > Sikap kita terhadap bahasa Indonesia milik nasional sering negatif. Kita> 
yang sudah tidak wajib lagi mempelajari bahasa Indonesia karena telahlulus> 
sekolah umumnya betapa kurang dan tidak adanya perhatian kita terhadap> bahasa 
Indonesia yang setiap hari kita gunakan itu. Kita sering merasa tak> ada 
kekurangan pada diri kita atas kekurangsanggupan kita menggunakanbahasa> 
Indonesia itu dengan baik dan benar. Apakah kita telah yakin bahwa kita> tidak 
membuat kesalahan dalam bertatabahasa Indonesia : susunan kata dalam> kalimat, 
bentukan kata, maupun pemakaian kata dengan makna yang tepat ?>  > Jika bangsa 
Indonesia sebagai pemilik dan pemakai bahasa Indonesia terus> bersikap negatif 
terhadap bahasa nasionalnya, bahasa Indonesia akan> berkembang secara kacau dan 
tak pernah bahasa ini menjadi bahasa yang> mantap. Walaupun kita tidak lagi 
terikat secara pendidikan harusmempelajari> bahasa Indonesia, janganlah kita 
berhenti mempelajari bahasa
 Indonesiasebab> bahasa kita ini berkembang terus. Aturan bahasa atau bentukan 
kata yang> selama ini kita anggap benar, ternyata salah menurut aturan yang 
benar.Kita> tidak akan pernah tahu bahwa itu salah kalau kita tidak lagi 
belajarbahasa> Indonesia. Kesalahan berbahasa yang kita anggap benar itu 
disebut"salah> kaprah".>  > Salah kaprah adalah salah yang sudah umum sehingga 
tidak lagi terasa> kesalahannya. Bentuk salah kaprah hendaknya dikembalikan 
kepada bentuknya> yang benar dan tepat. Bila terlampau banyak bentuk salah 
kaprah, terlalu> banyak penyimpangan dari kaidah bahasa yang berlaku, bahasa 
itu bukanlah> bahasa yang baik, yang mantap. Kalau bentuk salah kaprah diterima 
sebagai> bentuk kecuali maka bahasa itu bukanlah bahasa yang mantap. Bahasa 
yangbaik> ialah bahasa yang mantap, yang bersistem, yang mudah dipelajari. 
Bahasayang> bersistem adalah bahasa yang mudah dipelajari. Dalam linguistik 
dijelaskan> bahwa kita belajar bahasa dengan
 membentuk analogi dari bentuk pertamayang> kita pelajari. Tanpa keteraturan 
yang ada pada sistem bahasa itu, akan> sangat sukar mempelajari bahasa karena 
semua harus dihafalkan saja.>  > Sikap kita yang kurang teliti (atau kurang 
peduli) dalam berbahasa> menyebabkan makin tersebarnya bentuk salah kaprah itu. 
Beberapa salahkaprah> yang sering ditemui : merubah, mengenyampingkan, dimana, 
ijin, bersama ini> kami kabarkan, pertanggungan jawab, tapi, kenapa, lain 
kesempatan, kantordi> mana saya bekerja, itu adalah benar, disebabkan karena, 
lebih besar dari,> berulang kali, para hadirin, pada zaman dahulu kala, 
kwalitas, analisa,> metoda, prosentase, praktek, hektar, sistim. Semoga kita 
tahu apa> bentuk-bentuk benar dari bentuk-bentuk salah ini.>  > Anton M. 
Moeliono, seorang tokoh bahasa Indonesia, menulis dalam"Politik> Bahasa 
Nasional" (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1976, hal.29),> "Bahasa 
baku perlu memiliki sifat kemantapan dinamis, yang
 berupakaidah dan> aturan yang tetap. Tetapi kemantapan itu cukup terbuka untuk 
perubahanyang> bersistem di bidang kosakata dan peristilahan dan untuk 
perkembangan> berjenis ragam dan gaya di bidang kalimat dan makna." "Ciri 
lainyang harus> dimiliki oleh bahasa baku yang modern ialah ciri kecendekiaan. 
Bahasa> Indonesia harus mampu mengungkapkan proses pemikiran yang rumit 
diberbagai> bidang ilmu, teknologi, dan antarhubungan manusia, tanpa 
menghilangkan> kodrat dan pribadinya.">  > Kita menginginkan dan berusaha 
menjadikan bahasa Indonesia bahasa yang> lebih tinggi tarafnya daripada sekadar 
bahasa pergaulan saja. Kita ingin> agar bahasa Indonesia menjadi bahasa ilmiah. 
Keinginan kita itu telah kita> buktikan. Kita telah berusaha menciptakan 
istilah yang cukup bagi berbagai> bidang ilmu. Kita mencoba meningkatkan 
swadaya bahasa kita dengan> menciptakan bentuk-bentuk baru dari unsur bahasa 
yang ada. Di perguruan> tinggi, kuliah diberikan dalam bahasa
 Indonesia. Laporan-laporan ilmiah> seperti kertas kerja, makalah, skripsi, dan 
disertasi ditulis dalamberbagai> bidang ilmu ditulis dalam bahasa Indonesia.>  
> Sikap kita terhadap bahasa Indonesia haruslah positif. Artinya, cinta akan> 
bahasa Indonesia haruslah diejawantahkan dengan perbuatan yang nyata.Setiap> 
putra dan putri Indonesia haruslah mau berusaha meningkatkan pengetahuandan> 
keterampilannya berbahasa Indonesia. Kita harus memberikan tempat dan> 
kedudukan yang layak bagi bahasa Indonesia karena ia bahasa nasional kita.> 
Penghargaan kita terhadap bahasa Indonesia harus lebih tinggi daripada> 
penghargaan kita terhadap bahasa asing yang mana pun.>  > Mari kita terus 
belajar bahasa Indonesia.>  > salam,> awang>  >  >  
 


NOTE: The information contained in this e-mail is intended only for the use of 
the individual or entity named above and may contain information that is 
privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. If 
you are not the intended party to receive the message and its attachment(s), 
you are hereby notified that any dissemination, distribution or copy of the 
message is strictly prohibited. Please immediately notify the sender and delete 
the message as soon as possible. Thank you for kind attention. 

CATATAN: Email yang terkirim melalui PT. PERTAMINA EP bersifat pribadi dan 
mungkin rahasia. Jika secara tidak sengaja Anda menerima surat elektronik ini, 
mohon maaf. Sekiranya berkenan, mohon untuk memberitahu kepada pihak pengirim 
akan kekhi lafannya serta menghapus suratnya. Terima kasih atas perhatian Anda. 
_______________________________________________
Pertemuan Ilmiah Tahunan HAGI ke-33

"Geohazard : A Challenge for Geophysics"

3 - 5 November 2008
Hyatt Regency Hotel, Bandung, Jawa Barat
_______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[EMAIL PROTECTED]
www.hagi.or.id


      

Kirim email ke