Pak Zaim, Iya saya ingat Pak. Tetapi buku Oppenheimer (2004) lebih membahas manusia yang secara anatomi moderen (Homo sapien)(<150.000-100.000 tahun), sedikit membahas migrasi Homo erectus. Kelihatannya, kalau mengikuti perkembangan-perkembangan terbaru, memang "Out of Africa" dominan pada migrasi manusia modern, terutama dibuktikan oleh analisis DNA mitokondria pada sel darah manusia modern. Tetapi untuk migrasi Homo erectus, masih bisa terbuka untuk multi-regional migration seperti yang dianut Pak Prof. Sartono (alm.), sekalipun para penganut "Out of Africa" mengatakan bahwa Homo erectus adalah spesies yang pertama kali keluar Afrika. Masalahnya adalah belum ada analisis DNA yang cukup pada fosil Homo erectus di berbagai dunia (Afrika, Cina, Indonesia). Bila ada, tentu akan sangat membantu analisis perdebatan antara "Out of Africa" dan "multi-regional migration". Fosil tengkorak temuan Pak Sartono (Sangiran 31/S 31) yang digali dari Formasi Pucangan Sangiran dan diidentifikasi sebagai Australopithecus tentu tak bisa dibiarkan, apalagi tengkorak yang sejenis (Australopithecus) ditemukan juga di Cina. Karena Australopithecus (definitif) di Afrika adalah leluhur Homo erectus, dan ternyata Australopithecus juga ada di Indonesia dan Cina; maka sokongan multi-regional menjadi kuat. Hanya, tengkorak Australopithecus di Sangiran dan Cina itu apa benar Australopithecus atau bentuk awal Homo erectus. Di lain pihak, masalah dating kronologi hominid Jawa juga suka menjadi problem sebab sering ditemukan hasil-hasil yang berbeda menggunakan berbagai metode. Maka, masih banyak tantangan pekerjaan keilmuan yang harus dijawab. Terima kasih Pak Zaim. Salam, awang -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, November 22, 2008 3:08 C++ To: [email protected] Cc: IAGI; Geo Unpad; Forum HAGI; Eksplorasi BPMIGAS Subject: Re: [iagi-net-l] “Out of Sundaland†(Oppenheimer= ?iso-8859-1?Q?=2C_1998?=) : Perdebatan Terbaru (2008) Pak Awang Yth., Seingat saya,di milis ini tahun 2004 kita pernah berdiskusi tentang evolusi dan penyebaran Homo erectus sampai ke Indonesia, dan dalam diskusi tersebut saya pernah merujuk bukunya Oppenheimer yang pada waktu itu (tahun 2004) baru terbit dan baru saya dapatkan bukunya sebagai "hadiah" dari Prof. Russell L. Ciochon dari Department of Paeloanthropology, University of Iowa-USA. Wassalam, Yahdi Zaim

