Pak Franc, 
 
Betul yang ditulis Pak Doddy. Ciri antipodal position dari suatu impact crater 
adalah terutama massive flood basalt atau secara umum disebut LIPs (large 
igneous province). Di milis ini (lihat LAMPIRAN) saya pernah membahas antipodal 
untuk Chicxulub di KT boundary yaitu Deccan Traps di India, dan antipodal untuk 
impact crater besar Permian yang baru-baru ini ditemukan tertutup es di 
Antarktika, impact Permian ini punya antipodal Siberian Traps, sama-sama flood 
basalt.
 
Apakah impact Vredefort telah mempengaruhi pemisahan superkontinen saat itu 
(pra-Rodinia) ? Bisa diselidiki, kalau benturan terjadi di infra-rift kontinen, 
sedikit banyak akan berpengaruh, seperti pengaruh Antarctic impact pada Permian 
terhadap pemisahan Gondwana, lihat kutipan di bawah.
 
Salam,
awang
 
KUTIPAN POSTING SAYA TENTANG ANTIPODAL DECCAN TRAPS (Awang Satyana, posted on 
10 October 2004, IAGI-net)
 
Komet/meteorit jatuh di proto-Teluk Meksiko dan menggoncangkan Bumi dengan 
gelombang kejut ke seluruh globe (shock-wave). Gelombang kejut ini telah 
mengganggu kesetimbangan fluida di mantel bahkan outer core Bumi. Maka mantle 
plume bergerak berupa pasangan head dan tail plume menjurus ke posisi antipodal 
impact crater Chicxulub saat itu yaitu ke wilayah Lautan Hindia di antara 
Afrika dan Indonesia. Head plume menyebabkan volkanisme flood basalt dengan 
akar panjang ke dalam mantel di ujung tailnya. Erupsi basalt besar-besaran 
membanjiri kawasan seluas 500.000 km2 yang sekarang berupa Deccan Plateau di 
India, saat itu India microplate tengah terapung di atas kerak samudra Lautan 
Hindia bergerak ke utara. Massa flood basalt sebanyak itu 
dalam waktu sesingkat itu hanya bisa diterangkan dengan plume tectonics, bukan 
oleh normal volcanology. Meteorit impact dan volkanisme skala global pada 65 Ma 
itu telah cukup mengubah lingkungan yang hostile untuk semua makhluk hidup. 
Sebuah implikasi akan muncul dari interpretasi ini. Kalau benar antipodal 
Chicxulub ada di sekitar Cocos Island, artinya India saat 65 Ma ada di sekitar 
Cocos island sekarang, maka India sebelum retak harus bersatu dengan bagian 
barat Australia, bukan dengan bagian timur Afrika seperti kebanyakan 
rekonstruksi sekarang. Saya jadi ingat rekonstruksi 
Carey (1956), salah satu dari sedikit publikasi yang menaruh posisi 
paleotektonik India ke Australia dan bukan ke Afrika.
 
Lepas dari implikasi itu, Deccan Traps memang antipodal Chicxulub Crater. 
Problem yang ada timbul karena plotting antipodal position tak dilakukan pada 
globe 65 Ma. K-T Boundary Mass Extinction adalah kerja sama berdua antara 
extra-terrestrial astroblem di Chicxulub dan terrestrial volcanism di Deccan 
Traps.
 
KUTIPAN POSTING SAYA TENTANG ANTIPODAL SIBERIAN TRAPS (Awang Satyana, posted on 
3 June 2006, IAGI-net)
 
Berikut ada berita sains menarik, dikutip dari AFP dan Yahoo news. Sekelompok 
ilmuwan baru saja mengumumkan penemuan mereka (2 Juni 2006). 
Sebuah kawah meteorit selebar hampir 500 km ditemukan di Antarktika sebelah 
timur. Mereka memperkirakan ukuran meteorit ini 4-5 kali lebih besar daripada 
meteorit pemusnah dinosaurus di K-T boundary. Berdasarkan dating, meteorit ini 
membentur Bumi pada batas Paleozoikum-Mesozoikum, Perem-Trias. Ini adalah 
periode kepunahan masal paling besar dalam sejarah Bumi. 
 
Meteorit ini juga kemudian diduga telah mempengaruhi pemisahan Australia dari 
Gondwana pada Yura-Kapur
 
Meteorit Permian-Triassic sebesar itu, ketika menghantam Bumi tentu 
telah mengganggu seluruh bagian dalam Bumi termasuk mantel dan intinya. 
Gelombang kejut karena benturannya ini akan dipropagasi ke seluruh Globe, 
mengganggu mantle material di seluruh mantle dan outer core, kemudian propagasi 
berakhir di suatu titik yang posisinya persis di seberang titik benturan 
meteorit, inilah yang disebut titik ANTIPODE. Kalau benturan meteorit terjadi 
di Kutub Selatan, maka carilah antipode-nya di Kutub Utara - begitu sebagai 
contoh.
   
  Propagasi gelombang kejut benturan meteorit ini telah mengganggu mantle 
material, ia akan menggerakkan upwelling mantle plume. Dan, ke titik 
antipode-lah mantle plume akan mengarah. Akibatnya, di titik mantle plume akan 
terjadi volkanisme basa besar-besaran - inilah yang selama ini kita sebut 
sebagai Flood Basalt. Contoh yang paling terkenal adalah Deccan Trap di India. 
   
  Lalu, apakah ada flood basalt skala besar saat terjadi benturan meteorit 
Permian-Triassic di wilayah Antarktika itu dan posisinya harus di titik 
antipodal-nya, yaitu di sekitar Arktika ? Saya barusan membongkar buku2 geologi 
untuk wilayah Eropa dan Asia Utara dan menemukan fakta yang mengejutkan. Buku 
sejarah geologi Dott and Batten (1971, 1976) : Evolution of the Earth 
(McGraw-Hill) - ini buku bagus karena sangat detail - menceritakan bahwa di 
periode Permian-Triassic di Siberia Utara (masuk ke Arctic circle) ditemukan 
plato lava basal yang sangat ekstensif. Aliran lava ini melalui retakan2 
ekstensif. Sulit dimengerti saat itu, mengapa di lingkungan kontinen seperti 
Siberia-Arktika ditemukan plato basalt dalam skala yang sangat luas. Tetapi 
sudah diduga bahwa material magma basa ini langsung dibawa dari lower crust 
atau mantle melalui retakan2 di upper crust. Plato ini masih ditemukan sampai 
ke Norwegia. 
   
 Buku yang lebih baru (Dixon et al. 2001, eds.) " Atlas of Life on Earth" 
-Barnes and Noble) menyebut plato basalt di Siberia Utara ini sebagai Siberian 
Traps, sebuah plato basalt yang terjadi di utara Pegunungan Ural. Pegunungan 
Ural adalah suture antara dua mikro-kontinen : Laurasia dan Angaraland. Saat 
ini, Siberian Traps bisa dilihat di sebelah barat Kazakhstan. 
   
  Plato basalt selebar itu kalau dibandingkan dengan volkanisme normal, berarti 
100 kalinya, tetapi terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi 
penyebabnya kalau bukan suatu yang katastrofik ? Saya meyakini - setelah tahu 
ada penemuan kawah meteorit Permo-Triasik selebar hampir 500 km di Antarktika 
Timur - bahwa Siberian Basalt Traps adalah ANTIPODE dari Meteorit Wilkes di 
Antarktika yang menghantam Bumi di penghujung Permian. Volkanisme seiintensif  
itu tentu bertanggung jawab bagi perubahan iklim, pelepasan CO2 besar2an ke 
atmosfer, greenhouse effect, dan kepunahan masa di ujung Paleozoic.
   
 Benturan meteorit ini ada di jalur rifting Mesozoik Gondwanaland, dan diduga 
sebagai pemicunya, maka ia pun bertanggung jawab kepada distribusi lempeng2 di 
Bumi.
   
  
-----Original Message-----
From: Doddy Suryanto [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, November 21, 2008 12:16 C++
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] antipodal Vredefort...Re: [iagi-net-l] RE: 
[Geo_unpad] RE: [iagi-net-l] Vredefort Catastrophe, South Africa :
 
Kalo ngga salah dulu Pak Awang pernah membahas antipodalnya Chicxulub
Crater di Mexico yang dihubungkan dengan Deccan Traps di India. Dari
pembahasan yang diberikan sepertinya ciri yang terjadi di antipodal
dapat terpenuhi yaitu terbentuknya flood basalt dalam jumlah yang sangat
besar dan dalam waktu yang singkat.
 
Kalau konsep petroleum system di Afrika banyak diilhami oleh daerah
seberangnya (Amerika Selatan - Brasil), bukan tidak mungkin kalo
nantinya di brasil ditemukan reservoir baru berupa breksi akibat
slumping dari carbonate shelf yang ditumbuk oleh meteor, maka di
seberangnya (afrika barat) kemungkinan akan ditemukan reservoir yang
sama. Seperti yang diyakini terjadi di tenggara Meksiko akibat tumbukan
meteor Chicxulub.
 
 
 
-doddy-
 
If at first, the idea is not absurd, then there is no hope for it
(Albert Einstein)
 
 
 
 
 
 
 
-----Original Message-----
From: Franciscus B Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, 20 November, 2008 7:15 PM
To: [email protected]; Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia
Subject: [iagi-net-l] antipodal Vredefort...Re: [iagi-net-l] RE:
[Geo_unpad] RE: [iagi-net-l] Vredefort Catastrophe, South Africa :
 
 
 
Apa mungkin bikin computer simulationnya dulu.
 
sehingga tahu apa yang dicari di setting geology sekarang.
 
kalau rekonstruksi plate tectonic nya masih ruwet.
 
Tetapi mungkin pada saat itu antipodal nya di lautan, jadi tidak bisa
lihat singkapan nya.
 
 
 
apa kira2 ciri2 khas yang bisa terjadi di antipodal sebagai imbas dari
meteor impact tersebut?
 
 
 
juga apa efek dari meteor impact tersebut terhadap pemisahan afrika dari
south america (atau south america dari afrika).
 
menarik juga untuk dibahas.
 
 
 
fbs


      

Kirim email ke